Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Ilustrasi pekerja migran - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Tenaga Kerja Sleman mencatat hingga akhir Juni 2024 sudah ada 182 warga yang mengurus permohonan untuk menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Adapun tujuan bekerja didominasi negara-negar di Benua Asia.
Kepala Bidang Penempatan, Dinas Tenaga Kerja Sleman, Sumaryati mengatakan, sama seperti dengan daerah lain di DIY, di Kabupaten Sleman juga ada warga yang berniat untuk bekerja di luar negeri atau menjadi PMI. Ada beberapa faktor yang menyebabkan, Masyarakat kepengin kerja di luar negeri
Salah satu faktornya karena gaji yang diterima lebih tinggi dari Upah Minimum Kabupaten (UMK) di Sleman dan umumnya di Indonesia. Selain itu, dari sisi persyaratan juga mudah dipenuhi sehingga meningkatkan antusias menjadi pekerja migran.
“Faktor lainnya adanya pinjaman dengan sistem potong gaji dan zero cost atau pembebasan biaya penempatan PMI,” kata Maryati saat dihubungi, Kamis (25/7/2024).
Ia mencatat hingga akhir Juni sudah ada 182 warga Sleman yang ingin menjadi PMI. Jumlah ini terdiri dari calon pekerja laki-laki sebanyak 88 orang dan 94 pekerja Perempuan.
“Data ini berdasarkan permintaan rekomendasi pengurusan paspor maupun keperluan akomodasi lainnya,” katanya.
BACA JUGA: Puluhan Calon Pekerja Migran Ilegal Dideportasi via YIA Kulonprogo, Begini Modusnya
Disinggung mengenai lokasi negara tujuan, ia mengakui Malaysia menjadi tujuan utama. Namun untuk saat ini sedang ada kebijakan penutupan PMI oleh negara tersebut.
“Saya tidak tahu alasannya, tapi ada surat dari pemerintah di sana, untuk sementara tidak menerima PMI,” katanya.
Adapun tujuan negara lain masih di Kawasan Asia seperti Korea Selatan, Hongkong dan Taiwan. “Paling banyak memang masih dengan tujuan negara-negara di Asia,” katanya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Sleman, Sutiasih mengatakan, makin banyaknya warga Sleman yang berminat menjadi PMI, maka di tahun ini sudah dilakukan pembahasan bersama dengan DPRD tentang pembentukan Perda tentang Perlindungan PMI. Adapun prosesnya pembahasan sudah selesai, tapi belum bisa ditetapkan karena masih menunggu proses pengundangan.
“Inti dari perda untuk memberikan perlindungan bagi warga Sleman yang berkerja di luar negeri,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Ramalan zodiak 13 Agustus 2026 untuk asmara, karier, dan keuangan. Ada 5 zodiak yang rentan bosan dengan pasangan. Simak prediksi lengkapnya di sini
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan berdasarkan data resmi KAI Access.
BMKG memprakirakan mayoritas wilayah di DIY cerah pada Kamis 13 Agustus 2026. Bantul berpotensi berawan, sementara Kota Jogja terpanas.
Kiper 16 tahun Athaullah Daib motoran dari Gunungkidul ke Jogja demi latihan PSIM setelah dipromosikan dari EPA U-16 ke tim senior.