Revitalisasi 131 Sekolah Gunungkidul, DPRD Ingatkan Kualitas Bangunan
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Ilustrasi pekerja migran - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Tenaga Kerja Sleman mencatat hingga akhir Juni 2024 sudah ada 182 warga yang mengurus permohonan untuk menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Adapun tujuan bekerja didominasi negara-negar di Benua Asia.
Kepala Bidang Penempatan, Dinas Tenaga Kerja Sleman, Sumaryati mengatakan, sama seperti dengan daerah lain di DIY, di Kabupaten Sleman juga ada warga yang berniat untuk bekerja di luar negeri atau menjadi PMI. Ada beberapa faktor yang menyebabkan, Masyarakat kepengin kerja di luar negeri
Salah satu faktornya karena gaji yang diterima lebih tinggi dari Upah Minimum Kabupaten (UMK) di Sleman dan umumnya di Indonesia. Selain itu, dari sisi persyaratan juga mudah dipenuhi sehingga meningkatkan antusias menjadi pekerja migran.
“Faktor lainnya adanya pinjaman dengan sistem potong gaji dan zero cost atau pembebasan biaya penempatan PMI,” kata Maryati saat dihubungi, Kamis (25/7/2024).
Ia mencatat hingga akhir Juni sudah ada 182 warga Sleman yang ingin menjadi PMI. Jumlah ini terdiri dari calon pekerja laki-laki sebanyak 88 orang dan 94 pekerja Perempuan.
“Data ini berdasarkan permintaan rekomendasi pengurusan paspor maupun keperluan akomodasi lainnya,” katanya.
BACA JUGA: Puluhan Calon Pekerja Migran Ilegal Dideportasi via YIA Kulonprogo, Begini Modusnya
Disinggung mengenai lokasi negara tujuan, ia mengakui Malaysia menjadi tujuan utama. Namun untuk saat ini sedang ada kebijakan penutupan PMI oleh negara tersebut.
“Saya tidak tahu alasannya, tapi ada surat dari pemerintah di sana, untuk sementara tidak menerima PMI,” katanya.
Adapun tujuan negara lain masih di Kawasan Asia seperti Korea Selatan, Hongkong dan Taiwan. “Paling banyak memang masih dengan tujuan negara-negara di Asia,” katanya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Sleman, Sutiasih mengatakan, makin banyaknya warga Sleman yang berminat menjadi PMI, maka di tahun ini sudah dilakukan pembahasan bersama dengan DPRD tentang pembentukan Perda tentang Perlindungan PMI. Adapun prosesnya pembahasan sudah selesai, tapi belum bisa ditetapkan karena masih menunggu proses pengundangan.
“Inti dari perda untuk memberikan perlindungan bagi warga Sleman yang berkerja di luar negeri,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Hasil Pilur PAW Sleman 2026 di lima kalurahan. Andi Suwarno hingga Totok Jaka Suwarta meraih suara terbanyak.
Dua penembakan di Afrika Selatan menewaskan 27 orang, masing-masing di dekat Johannesburg dan kawasan pinggiran Cape Town.
Aldila Sutjiadi/Erin Routliffe menjuarai WTA 500 Singapore Open 2026 setelah mengalahkan pasangan China Tang Qianhui/Xu Yifan.
Leo Rolly Carnando tumbuh di pinggiran Klaten. Dari raket kecil dan latihan bersama ayah, dia kini tampil di panggung bulu tangkis dunia.
Kementan menyiapkan anggaran Rp17 triliun untuk ekosistem peternakan terintegrasi. Lima kawasan ditargetkan rampung pada 2027.