Produksi Ikan Turun Drastis, Nelayan Gunungkidul Pilih Tangkap Benur
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Ilustrasi./Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan Sleman memastikan tidak lagi menggelar program Pekan Imunisasi Nasional (PIN) polio. Pasalnya, kegiatan ini sudah terlaksana di awal 2024 lalu.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama mengatakan, beberapa wilayah di DIY seperti Bantul, Kota Jogja dan Gunungkidul melakukan PIN polio. Meski demikian, pihaknya tidak mengikuti program ini.
BACA JUGA: 60 Ribu Anak di Gunungkidul Jadi Sasaran Imunisasi Polio
Ia berdalih pelaksanaan di Sleman sudah lebih dahulu dikarenakan terlaksana pada Januari hingga Februari lalu. Menurut dia, pemberian imunisasi ini diberikan dua kali.
Gelombang pertama, dilaksankan 15-20 Januari dan helombang kedua terlaksana di 19-24 Februari. Untuk sasarannya ada sekitar 149.000an anak usia 0-7 tahun.
“Program berjalan dengan sukses dengan capaian di tingkat kabupaten 98,8%. Ini melebihi harapan karena targetnya hanya 95%,” kata Cahya, Kamis (25/7/2024).
Menurut dia, pelaksanaan vaksinasi di Sleman lebih cepat dikarenakan adanya temuan kasus polio di Kecamatan Manisrenggo, Klaten sehingga ada penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB).
Penetapan ini juga berdampak di Kabupaten Sleman dikarenkan lokasinya berbatasan langsung dengan lokasi temuan kasus. Oleh karenanya, Sleman menjadi wilayah respon KLB sehingga dilakukan upaya pencegahan dengan program imunisasi.
BACA JUGA: Pekan Imunisasi Nasional Polio di Bantul Dimulai Hari Ini, Sasaran 104 Anak
“Kita sudah melakukan imunisasi sejak awal tahun, sehingga sekarang tidak lagi menggelar PIN polio seperti wilayah lain di DIY,” katanya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Sleman, Khamidah Yuliati mengatakan, pelaksanan Sub PIN Polio di Sleman yang berlangsung dua putaran berjalan dengan lancar. Meski demikian, ia mengakui sempat ada perpanjangan pelaksanaan untuk menyisir anak yang belum tervaksin agar hasilnya lebih optimal.
“Tujuan diadakan vaksin agar mampu membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity di Masyarakat sehingga penularan bisa dicegah,” kata Yuli beberapa waktu lalu.
Menurut dia, setelah vaksinasi polio, juga ada rencana pemberian imunisasi untuk Japanese Encephalitis (JE). Penyelenggaran mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan RI No: JK.01.07/MENKES/1462/2023 tentang Pemberian Imunisasi JE di Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat dan DIY.
Rencananya vaksinasi JE diberikan kepada anak berusia 15 tahun ke bawah. “Ini program dari Pemerintah Pusat di wilayah DIY sehingga juga dilaksanakan di Kabupaten Sleman,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Penjaga TPR lama Pantai Parangtritis disabet clurit oleh pelaku tak dikenal. Polisi masih memburu pelaku dan mendalami motif penyerangan.
Jadwal bus KSPN Malioboro ke Pantai Ndrini dan Obelix Sea View Senin 18 Mei 2026, lengkap dengan rute dan tarif.
Program UKDW Scholarship membuka kesempatan bagi siswa berprestasi untuk menempuh pendidikan tinggi sekaligus mengembangkan potensi akademik maupun non-akademik
Arab Saudi akan mendenda hingga Rp93 juta bagi jemaah haji ilegal tanpa izin resmi dan memberi sanksi deportasi serta larangan masuk 10 tahun.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini 18 Mei 2026 terpantau stabil. Simak daftar lengkap harga jual dan buyback.