30 Ban Pengaman Jalur Wediombo Terbakar, Warga Cari Pengganti
Sebanyak 30 ban pengaman di jalur ekstrem menuju Pantai Wediombo, Gunungkidul, terbakar. Warga mengumpulkan ban pengganti untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Ilustrasi sejumlah wisatawan mengunjungi kawasan wisata Museum Gunung Merapi sebelum museum tersebut direhab./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kebudayan atau Kundha Kabudayan Sleman menargetkan Museum Gunung Merapi di Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem bisa dibuka kembali di akhir tahun ini. Dikarenakan adanya perbaikan, kawasan museum tersebut sudah ditutup sejak 2023 lalu.
Kepala Dinas Kebudayaan Sleman, Edy Winarya mengatakan proses perbaikan Museum Gunung Merapi masih berlanjut hingga saat ini. Adapun perbaikan sudah dilakukan sejak 2023 lalu dengan alokasi sekitar Rp7 miliar. “Sekarang masih ada perbaikan dan mudah-mudahan bisa cepat selesai,” kata Edy, Jumat (26/7/2024).
Dia menjelaskan, perbaikan harus dilakukan karena ada beberapa kerusakan mulai dari plafon maupun keretakan pada konsruksi bagunan dasar. Kondisi ini membahayakan pengunjung dan pada saat hujan sering terjadi kebocoran. “Makanya dilakukan perbaikan sejak 2023 lalu,” katanya.
Selama perbaikan langsung, dia mengakui Museum Gunung Merapi ditutup alias tidak menerima kunjungan. Hingga saat ini, masih belum dibuka, tapi harapannya di akhir tahun sudah bisa beroperasi dengan normal. “Keberadaan museum juga menjadi destinasi wisata edukasi tentang Gunung Merapi. Jadi, harapannya perbaikan bisa segera terselaikan dan mulai akhir tahun sudah kembali bisa dibuka,” katanya.
Edy mengungkapkan, alasan menutup museum untuk mempermudah dalam proses perbaikan. Di sisi lain, juga untuk menjaga keselamatan pengunjung. “Daripada saat perbaikan ada yang jatuh terus mengenai pengunjung malah jadi repot. Makanya Selama perbaikan diliburkan,” katanya.
BACA JUGA: Dianggarkan Rp5,2 Miliar, Perbaikan Museum Gunung Merapi Berlanjut di Tahun Ini
Diberitakan sebelumnya, perbaikan Museum Gunung Merapi tahap II akan segera dimulai. Subkoordinator Kelompok Subtansi Bangunan Gedung Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Rakhmadi mengatakan perbaikan tahap II Museum Gunung Merapi merupakan salah satu program pembangunan fisik yang dilakukan Pemkab Sleman di tahun ini.
Adapun, tahapan sudah selesai lelang dan diperkirakan proses pengerjaan bisa dimulai di awal Agustus nanti. “Masih dalam tahapan masa sanggah. Tetapi, rencana kami mulai 1 Agustus sudah dikerjakan,” kata Rakhmadi.
Dia menjelaskan, untuk rehab tahap II dialokasikan anggaran sebesar Rp5 miliar (Rp5.235.211.550). Rencananya perbaikan menyasar ke rehab plafon, lantai, pengecatan interior dan eksterior hingga mekanikal eletrik di museum. “Sudah ada programnya sesuai dengan yang telah direncanakan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 30 ban pengaman di jalur ekstrem menuju Pantai Wediombo, Gunungkidul, terbakar. Warga mengumpulkan ban pengganti untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Jogja Expo 2026 membuka peluang UMKM DIY memasuki rantai pasok haji dan umrah. Kerja sama awal yang terbentuk mencapai sekitar Rp1 miliar.
Simak cara cek status penerima BPNT Rp600.000, syarat kepesertaan, penyebab bantuan belum masuk rekening, dan langkah penarikan tunai.
Ganti rugi pengadaan tanah Tol Solo-Jogja di Sleman mencapai Rp19,5 miliar untuk 11 objek di Moyudan dan Gamping.
PDIP mendukung putusan MK yang memerintahkan revisi UU Peradilan Militer dalam dua tahun untuk memperjelas yurisdiksi peradilan.
SAPMA Pemuda Pancasila DIY bersama BPBD Gunungkidul menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Nglipar.