Cek Jadwal KRL Jogja-Solo Terbaru Hari Ini, Murah & Bebas Macet
Cek jadwal terbaru KRL Jogja–Solo 23 Mei 2026. Berangkat tiap jam, tarif Rp8.000, rute Tugu–Palur lengkap.
Suasana peresmian Forum Pendamping Desa Ekonomi Kreatif dan Media Center Kalurahan Sardonoharjo, Sabtu (27/7/2024) ist
Harianjogja.com, SLEMAN—Forum Pendamping Desa Ekonomi Kreatif diresmikan di Kalurahan Sardonoharjo, Sleman. Peresmian tersebut bersamaan dengan beroperasinya Media Center Kalurahan Sardonoharjo sebagai pusat informasi dan promosi potensi serta program kalurahan.
Forum yang diinisiasi Ekonom Profesor Gunawan Sumodiningrat ini menghadirkan pendamping dari berbagai organisasi dan kelembagaan baik yang berkaitan dengan kalurahan, UMKM maupun ekonomi kreatif.
BACA JUGA: Dukung Harda Kiswaya di Pilkada Sleman, Ini yang Diharapkan oleh Relawan Difabel
"Saya berharap setiap desa dapat menjadi pusat pemberdayaan masyarakat desa dan pusat informasi serta promosi berbagai potensi dan program yang ada di setiap desa dan dapat di duplikasi di setiap desa di Indonesia," katanya melalui siaran pers, Senin (29/7/2024).
Dalam kegiatan tersebut ini juga digelar seminar dengan narasumber Prof. M. Suyanto Rektor AMIKOM, I Made Dana Tangkas, A Iskandar Zulkarnain, dan Denny Aries.
Prof. Suyanto menyampaikan rahasia keberhasilannya mengembangkan AMIKOM adalah sebuah kreativitas. "Jadi, kunci kemajuan untuk mengembangkan desa adalah kreativitas," katanya.
Sementara I Made Dana Tangkas yang juga CEO PT IBIMA dan pernah menjadi Direktur Utama PT Toyota Motor Indonesia menceritakan bahwa Toyota pada awalnya juga dibangun di desa. Dengan inovasi dan kreativitas, perusahaan otomotif tersebut saat ini menjadi salah satu perusahaan besar dunia.
"Saya berharap desa-desa bisa berkolaborasi dalam mengembangkan ekosistem ekonomi yang lebih besar," harapnya.
Ketua Umum Yayasan Pemberdayaan ekonomi Masyarakat, Yayasan Grha Sembada Insani (GSI) A. Iskandar Zulkarnain menyampaikan pentingnya program OVOP atau One Village One Product untuk mengembangkan produk unggulan desa berbasis potensi yang ada.
"Setelah OVOP kemudian dikembangkan dengan OVOC (One Village One Cooperative) sebagai pilihan kelembagaan ekonomi berbasis sosial, dan selanjutnya adalah OVOF (One Village One Financial Institution) yaitu pentingnya membangun lembaga-lembaga keuangan pendukung ekonomi desa," ungkap praktisi keuangan dan perbankan syariah itu.
Inisiator Rumah AKU Jogja, Denny Aries menyampaikan bahwa pengembangan desa tidak bisa terlepas dari perkembangan teknologi saat ini. "Penerapan digitalisasi tidak bisa tidak sekarang harus dimanfaatkan dalam pengembangan UMKM maupun desa," pintanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal terbaru KRL Jogja–Solo 23 Mei 2026. Berangkat tiap jam, tarif Rp8.000, rute Tugu–Palur lengkap.
Daftar mobil mesin di bawah 1.400 cc yang irit BBM dan pajak ringan cocok untuk keluarga muda dan pemakaian harian.
Spotify luncurkan Studio, aplikasi AI desktop yang bikin podcast & briefing personal dari kalender, email, dan catatanmu. Pesaing Google NotebookLM.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Kehadiran BNI dalam acara ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkenalkan layanan perbankan digital yang mudah diakses sekaligus relevan.
Refleksi 20 tahun gempa Bantul, Bupati Abdul Halim Muslih dorong penambahan sistem peringatan dini dan inovasi mitigasi bencana untuk masa depan lebih tangguh.