Jogja Inspira Hadirkan Kolaborasi Musik, Puisi dan Sketsa
Jogja Inspira #01 hadir di Ndalem Poenokawan dengan kolaborasi musik, puisi dan sketsa, memperkuat Jogja sebagai episentrum kreativitas seni.
Suasana peresmian Forum Pendamping Desa Ekonomi Kreatif dan Media Center Kalurahan Sardonoharjo, Sabtu (27/7/2024) ist
Harianjogja.com, SLEMAN—Forum Pendamping Desa Ekonomi Kreatif diresmikan di Kalurahan Sardonoharjo, Sleman. Peresmian tersebut bersamaan dengan beroperasinya Media Center Kalurahan Sardonoharjo sebagai pusat informasi dan promosi potensi serta program kalurahan.
Forum yang diinisiasi Ekonom Profesor Gunawan Sumodiningrat ini menghadirkan pendamping dari berbagai organisasi dan kelembagaan baik yang berkaitan dengan kalurahan, UMKM maupun ekonomi kreatif.
BACA JUGA: Dukung Harda Kiswaya di Pilkada Sleman, Ini yang Diharapkan oleh Relawan Difabel
"Saya berharap setiap desa dapat menjadi pusat pemberdayaan masyarakat desa dan pusat informasi serta promosi berbagai potensi dan program yang ada di setiap desa dan dapat di duplikasi di setiap desa di Indonesia," katanya melalui siaran pers, Senin (29/7/2024).
Dalam kegiatan tersebut ini juga digelar seminar dengan narasumber Prof. M. Suyanto Rektor AMIKOM, I Made Dana Tangkas, A Iskandar Zulkarnain, dan Denny Aries.
Prof. Suyanto menyampaikan rahasia keberhasilannya mengembangkan AMIKOM adalah sebuah kreativitas. "Jadi, kunci kemajuan untuk mengembangkan desa adalah kreativitas," katanya.
Sementara I Made Dana Tangkas yang juga CEO PT IBIMA dan pernah menjadi Direktur Utama PT Toyota Motor Indonesia menceritakan bahwa Toyota pada awalnya juga dibangun di desa. Dengan inovasi dan kreativitas, perusahaan otomotif tersebut saat ini menjadi salah satu perusahaan besar dunia.
"Saya berharap desa-desa bisa berkolaborasi dalam mengembangkan ekosistem ekonomi yang lebih besar," harapnya.
Ketua Umum Yayasan Pemberdayaan ekonomi Masyarakat, Yayasan Grha Sembada Insani (GSI) A. Iskandar Zulkarnain menyampaikan pentingnya program OVOP atau One Village One Product untuk mengembangkan produk unggulan desa berbasis potensi yang ada.
"Setelah OVOP kemudian dikembangkan dengan OVOC (One Village One Cooperative) sebagai pilihan kelembagaan ekonomi berbasis sosial, dan selanjutnya adalah OVOF (One Village One Financial Institution) yaitu pentingnya membangun lembaga-lembaga keuangan pendukung ekonomi desa," ungkap praktisi keuangan dan perbankan syariah itu.
Inisiator Rumah AKU Jogja, Denny Aries menyampaikan bahwa pengembangan desa tidak bisa terlepas dari perkembangan teknologi saat ini. "Penerapan digitalisasi tidak bisa tidak sekarang harus dimanfaatkan dalam pengembangan UMKM maupun desa," pintanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja Inspira #01 hadir di Ndalem Poenokawan dengan kolaborasi musik, puisi dan sketsa, memperkuat Jogja sebagai episentrum kreativitas seni.
Agenda Jogja Senin 14 September 2026 diramaikan FKY Sleman Day, Festival Literasi, hingga cek kesehatan gratis.
Riwayat pembayaran kredit kini menjadi salah satu informasi yang diperhatikan lembaga jasa keuangan ketika menilai pengajuan pembiayaan. Data tersebut tercatat
PSIM Jogja tertahan di posisi ke-12 klasemen sementara Super League seusai kalah 0-1 dari Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo.
Prakiraan cuaca Jogja dan DIY Senin 14 September 2026 didominasi berawan. Cek suhu dan kelembapan lima wilayah.
Warga Karangbendo Bantul menolak lokasi dapur MBG karena terlalu dekat dengan rumah dan khawatir aktivitas dini hari mengganggu.