Proyek Instalasi Air Bersih Kelar Dibangun, Mampu Melayani 2.400 Sambungan Baru

David Kurniawan
David Kurniawan Selasa, 30 Juli 2024 18:47 WIB
Proyek Instalasi Air Bersih Kelar Dibangun, Mampu Melayani 2.400 Sambungan Baru

Ilustrasi instalasi air bersih - Freepik

Harianjogja.com, SLEMAN—Proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) senilai Rp65 miliar di Padukuhan Sembur, Tirtomartani, Kalasan, Sleman kelar dibangun.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyebut  proyek ini mampu memberikan fasilitas air bersih kepada 2.400 sambungan rumah baru.

“Sudah berfungsi dan karena ada subsidi, maka masyarakat saat ini bayarnya hanya Rp50.000 sudah bisa mencakup semuanya,” kata Kustini, Selasa (30/7/2024).

Dia berharap keberadaan layanan air bersih bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Salah satunya dalam upaya peningkatan Kesehatan, khususnya dalam program pencegahan stunting di Masyarakat.

“Dengan akses air bersih, maka Kesehatan warga bisa meningkat,” katanya.

Selain itu, air bersih juga tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pasalnya, juga bisa dimanfaatkan yang lain seperti perikanan, pertanian dan peternakan sehingga dapat menambah nilai manfaat.

“Dengan pemanfaatannya ini, maka bisa membantu dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

BACA JUGA: Rokok dan Vape Dilarang Dijual di Dekat Sekolah dan Tempat Bermain Anak-Anak

Biaya Rp65 Miliar

Direktur Utama PDAM Tirta Sembada, Dwi Nurwata mengatakan, pembangunan SPAM ini menelan biaya sekitar Rp65 miliar. Adapun pelaksanan pembangunan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah DIY dan pemkab.

“Tujuan pembangunan untuk mendukung pelayanan air bersih di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional [KSPN],” katanya.

Dwi mengungkapkan untuk pembangunan sudah selesai dan dioperasionalkan sejak Maret 2024 lalu. Adapun yang dibangun berupa pembuatan gedung, instalasi pengolahan air [IPA] dan intake.

Menurut dia, dengan dioperasikan instalasi ini ada target bisa melayani sekitar 2.400 sambungan rumah baru. Selain itu, untuk delapan liter per detik lainnya diperuntukan pelayanan non domestic seperti ke area pariwisata dan fasilitas umum lainnya.

Namun demikian, Dwi mengakui hingga sekarang baru terpasang sekitar 1.200 sambungan ke rumah warga.

Rinciannya, sebanyak 1.000 sambungan untuk warga di Prambanan atas seperti di Kalurahan Sumberharjo, Gayamharjo, Wukirsari.

Adapun sisanya sebanyak 200 sambungan terpasang di rumah warga di Kawasan Kapanewon Berbah. “Jangkauan masih akan diperluas agar target 2.400 sambungan rumah baru bisa terpenuhi,” katanya.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online