Sampah Menggunung di DAM Winongo, Irigasi Sawah Tersendat
Tumpukan sampah memenuhi DAM Winongo di Bantul usai hujan deras di hulu Sleman dan sempat menghambat irigasi sawah warga.
Foto ilustrasi anak-anak - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY mengajak segenap elemen dan individu untuk menjadi aktor dalam melindungi hak-hak anak. Setiap orang diharapkan bisa meningkatkan kesadaran akan hak-hak anak di berbagai lini, mulai dari keluarga, sekolah, hingga lingkungan tempat anak-anak tumbuh dan berkembang.
Paniradya Pati Kaistimewan Aris Eko Nugroho mengatakan, kesadaran akan hak anak sangat penting karena setiap anak memiliki hak untuk hidup, tumbuh, dan berkembang secara optimal. Itu disampaikannya dalam peringatan Hari Anak Nasional 2024 pada Kamis (1/8/2024).
“Anak-anak harus diajak untuk tidak hanya menjadi penerima hak, tetapi juga menjadi aktor dalam melindungi hak-hak mereka sendiri dan teman-teman sebaya," ujarnya.
BACA JUGA: Sudah Menyasar 31.252 Anak, Imunisasi Polio di Kulonprogo Diwarnai Penolakan Orang Tua
Aris menuturkan, salah satu hasil yang diharapkan dari Hari Anak Nasional adalah tersosialisasinya informasi yang lebih luas tentang hak-hak anak kepada masyarakat. Dengan pengetahuan yang lebih baik tentang hak-hak ini, harapannya partisipasi masyarakat dalam melindungi anak-anak juga dapat meningkat.
“Peningkatan ini termasuk dalam hal melaporkan berbagai kasus yang mengancam hak-hak anak. Bersama-sama, kita dapat menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi pertumbuhan anak-anak,” imbuhnya.
Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kuncoro Cahyo Aji mengatakan, tujuan kegiatan memperingati Hari Anak Nasional ialah untuk mendorong kesadaran dan komitmen berbagai pihak tentang pentingnya perlindungan dan pemenuhan anak. Beragam kegiatan yang dilakukan juga melibatkan peran keluarga, sekolah, dan lingkungan.
“Peringatan Hari Anak Nasional menjadi sebuah momentum yang baik dalam upaya kolaborasi yang melibatkan Pemda DIY dan juga seluruh mitra dan komunitas yang terlibat, guna mencapai tujuan pemenuhan hak dan perlindungan anak dan remaja sebagai generasi emas,” ungkapnya.
Pada acara ini dilakukan pula Deklarasi Menciptakan Lingkungan yang Sehat bagi Anak dan Melindungi Anak dari Dampak Perubahan Lingkungan. Kuncoro menjelaskan, selain menumbuhkan kesadaran dan pemahaman atas dirinya, anak dan remaja juga diharapkan mampu memiliki kesadaran dan kepedulian bagi lingkungan dan komunitasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tumpukan sampah memenuhi DAM Winongo di Bantul usai hujan deras di hulu Sleman dan sempat menghambat irigasi sawah warga.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.