Gunungkidul Siap Pasok Kebutuhan Hewan Kurban DIY dan Sekitarnya
Bupati Gununungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menyatakan hewan kurban di Bumi Handayani mengalami surplus sehingga siap memenuhi kebutuhan di luar daerah.
Puncak peringatan Hari Keluarga Nasional dan Hari Anak yang digelar di Gedung Serba Guna Sleman. Kamis (1/8/2024) Istimewa Humas Pemkab Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Sedikitnya 1.000 peserta menghadiri puncak peringatan Hari Keluarga Nasional ke-31 dan Hari Anak ke-40 di Gedung Serba Guna Sleman, Kamis (1/8/2024).
Di kesempatan ini, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengajak untuk memperkuat Sleman sebagai kabupaten layak anak.
“Mari bersama-sama berupaya menciptakan ekosistem yang mendukung penguatan Sleman Layak Anak,” kata Kustini.
BACA JUGA: Pendaftaran Sleman Temple Run Akan Ditutup 8 Agustus 2024, Total Hadiah Rp54 Juta
Menurut dia, upaya penguatan kabupaten layak anak bisa dilakukan dengan menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak. Selain itu, juga ada upaya perlindungan sebagai upaya pencegahan kekerasan dan eksploitasi anak.
“Dengan momen hari keluarga dan hari anak bisa menjadi motivasi untuk mewujudkan kleuarga dan lingkungan terdekat sebagai ruang tumbuh yang ideal bagi anak. Tentunya ini juga menjadi bagian untuk mewujudkan generasi emas Indonesia,” kata bupati.
Kustini menyakini dengan komitmen bersama ini maka status Sleman layak anak bisa lebih diperkuat. Terlebih lagi, sambung dia, hingga sekarang seluruh kalurahan juga sudah menyandang predikat kampung keluarga berkualitas.
“Langkah ini juga untuk menyukseskan program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana [Bangga Kencana],” katanya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APKB) Sleman, Wildan Solichin mengatakan, puncak peringatan hari keluarga nasional dan hari anak berlangsung dengan meriah. Total ada sekitar 1.000 peserta yang hadir dalam acara ini.
BACA JUGA: Bansos Beras Disalurkan Lagi, Ini Perkiraaan Jumlah Penerima di Sleman
“Ini bisa menjadi momentum untuk meningkatkan komitmen dalam pembagunan keluarga dan perlindungan anak. Sebagai peyandang predikat kabupaten layak anak dengan kategori utama, maka sudah seharusnya upaya perlindungan bisa terus dioptimalkan,” katanya.
Menurut dia, banyak kegiatan yang dilaksanakan didalam peringatan, mulai dari lomba kampung keluarga berkualitas; dapur sehat Atasi stunting. Selain itu, ada juga lomba bina keluarga lansia hingga desa ramah Perempuan dan peduli anak.
Wildan juga berharap kepada Masyarakat untuk bisa meningkatkan peran dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas. Hal ini bisa ditandai dengan adanya pemenuhan hak anak secara layak.
“Pembangunan keluarga sangat penting karena menjadi bagian mewujudkan generasi emas yang berkualitas,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Gununungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menyatakan hewan kurban di Bumi Handayani mengalami surplus sehingga siap memenuhi kebutuhan di luar daerah.
KPK buru keterangan Heri Black usai rumahnya digeledah terkait kasus korupsi Bea Cukai. Sempat mangkir, perannya kini disorot.
Penemuan jasad Pariman terkubur di dapur rumah di Boyolali gegerkan warga. Polisi masih selidiki penyebab kematian.
Kulonprogo gabungkan OPD akibat kekurangan ASN. Sebanyak 345 PNS pensiun, rekrutmen minim, birokrasi dirampingkan.
Dosen UNISA Jogja jadi dosen tamu di UKM Malaysia, kupas kesehatan mental, otak, hingga isu bunuh diri lintas disiplin.
Indonesia jadi target baru sindikat judi online dan scam internasional. 320 WNA ditangkap di Jakarta, DPR minta pengawasan diperketat.