Pria Bantul Bakar Rumah Orang Tua Gara-gara Tak Diberi Rp15 Juta
Pria berinisial MN diduga membakar kamar rumah orang tuanya di Kasihan, Bantul, usai permintaan uang Rp15 juta tak terpenuhi. Polisi menyelidiki kasus ini.
Ilustrasi beras - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY memprediksi harga pangan khususnya beras bakal naik sampai dengan akhir tahun nanti lantaran musim kemarau yang berkepanjangan.
Berdasarkan panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Senin (5/8/2024) pukul 08.00 WIB, rata-rata harga beras premium terpantau di level Rp16.020 per kilogram (kg) atau naik 3,02% dari harga kemarin. Selain itu, harga beras medium juga naik 1,91% menjadi Rp13.850 per kg.
Adapun, rata-rata harga beras premium masih di dalam rentang harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan, yaitu sekitar Rp14.900 - Rp15.800 per kg. Sementara harga beras medium rata-rata sudah di atas HET yang ditetapkan, yaitu sekitar Rp12.500 - Rp13.500 per kg.
Selain itu, harga beras stabilisasi pasokan dan harga (SPHP) Bulog rata-rata hari ini naik 0,95% menjadi ke level Rp12.720 per kg. Harga beras SPHP Bulog telah berada di atas HET yang ditetapkan, yaitu Rp12.500 per kg.
Kepala Disperindag DIY Syam Arjayanti menjelaskan, fenomena kenaikan harga beras setiap tahun selalu berulang pada pertengahan tahun sampai menjelang akhir tahun. Hal ini disebabkan karena faktor cuaca yang pada bulan tersebut berlangsung musim kemarau.
"Kalau dari data kami naiknya tidak terlalu tinggi. Kenaikan itu karena panen juga telah usai," kata Syam, Senin (5/8/2024).
Menurutnya, pada pertengahan tahun sampai akhir tahun seperti sekarang tingkat produksi dan kebutuhan konsumsi beras memang mengalami selisih. Rata-rata kebutuhan konsumsi lebih besar dibandingkan dengan jumlah produksi beras.
BACA JUGA: Gunakan Dana Darurat, Bulan Ini Pemkab akan Bangun TPSS di Kawasan Bantul Selatan
"Angka konsumsi beras DIY itu 88 kg per kapita per tahun, tinggal dikali jumlah penduduk saja," ungkapnya.
Syam menyebut tidak mengantongi data jumlah produksi beras di wilayah setempat. Hanya saja wilayah ini memang masih mengandalkan produksi padi gogo yang banyak ditaman di Kabupaten Gunungkidul.
"Tanaman padi kan sangat tergantung dari air apalagi DIY karakteristik tanahnya beda dengan area lain, sehingga musim kemarau seperti sekarang sangat terasa," ungkapnya.
Terkait dengan upaya pengendalian harga beras dilakukan dengan menggelar operasi pasar yang rutin dilaksanakan setiap bulan di setiap kabupaten kota. Dalam operasi pasar itu barang kebutuhan pokok dijual dengan harga yang relatif murah dibandingkan harga pasaran.
"Kami juga tengah menjajaki peluang kerja sama dengan NTB yang beberapa waktu lalu kami kunjungi, tapi komoditasnya masih didiskusikan. Semoga dalam waktu dekat sudah final apa yang mau dikerjasamakan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pria berinisial MN diduga membakar kamar rumah orang tuanya di Kasihan, Bantul, usai permintaan uang Rp15 juta tak terpenuhi. Polisi menyelidiki kasus ini.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.
Menteri PKP Maruarar Sirait optimistis target penyaluran 350.000 rumah subsidi FLPP pada 2026 tercapai. Realisasi hingga Juli telah melampaui 111.000 unit.
Mahasiswa KKN-PPM UGM menggandeng BRI BO Wates mengedukasi warga Giripeni, Kulonprogo, agar memanfaatkan KUR dan KPP serta menghindari pinjol ilegal.
Gempa magnitudo 4,2 mengguncang laut selatan Malang. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami dan belum ada laporan kerusakan.
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Danantara hanya sebagai undangan dalam rapat KSSK dan tidak memiliki hak suara dalam pengambilan keputusan.