Kasus KDRT Masih Mendominasi Meski Kekerasan di Sleman Turun
Kasus kekerasan di Sleman turun menjadi 286 pada 2025, namun KDRT masih mendominasi. Pemkab memperkuat pencegahan melalui keluarga dan RBI.
Ilustrasi./Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Inspektorat Daerah (Isda) Kabupaten Gunungkidul segera melakukan penghitungan potensi kerugian negara atas dugaan kasus penyalahgunaan tanah kas desa (TKD) di Kalurahan Sampang, Gedangsari, Gunungkidul.
Kepala Isda Gunungkidul, Saptoyo mengatakan jawatannya masih akan bertemu dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungkidul pada Rabu, (6/8) guna berkoordinasi mengenai kelengkapan/ kebutuhan data.
“Begitu besok ekspos data komplit, kami segera menerbitkan surat pentintah untuk audit PKKN [perhitungan kerugian keuangan negara]. Kemarin Kejari sebenarnya sudah menyampaikan data ke kami, tapi kami masih perlu beberapa data lagi,” kata Saptoyo ditemui di kantornya, Selasa, (6/8).
Saptoyo menambahkan Isda dan Kejari Gunungkidul juga telah melakukan survei lapangan untuk menyamakan pemahaman dan data mengenai koordinat lokasi penambangan.
Isda akan berupaya untuk melakukan audit PKKN sesegera mungkin. Pasalnya, dugaan penyalahgunaan TKD ini juga menjadi atensi Kejaksaan Tinggi DIY, termasuk ada perintah oleh Gubernur DIY.
BACA JUGA: Menangkan Harda-Danang di Pilkada Sleman, Mesin Politik PDIP Mulai Dipanasi
Disinggung perihal tenaga auditor, Saptoyo akan mengupayakan tenaga internal. Apabila dalam proses audit ternyata membutuhkan seseorang yang memiliki keahlian teknis khusus, maka Isda akan mengrekrut pihak luar.
Pasca penghitungan, Isda Gunungkidul akan menyerahkan sepenuhnya hasil itu, termasuk penggunaannya kepada Kejari Gunungkidul. Hasil itu dapat menjadi dasar bagi Kejari untuk menaikkan status penyidikan hingga penetapan tersangka.
Sebelumnya, Kejari Gunungkidul telah menerbitkan hasil pengukuran TKD di Kalurahan Sampang yang diduga disalahgunakan.
Hasil pengukuran tersebut yaitu Segmen A, luas TKD yang ditambang yaitu 2.082 meter persegi, tinggi 5.61 meter, dan volume 11.639,9 meter kubik. Segmen B, luas TKD yang ditambang yaitu 2.082 meter persegi, tinggi 6 meter, dan volume 12.492 meter kubik. Dengan begitul total volume TKD yang ditambang yaitu 24.185,9 meter kubik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kekerasan di Sleman turun menjadi 286 pada 2025, namun KDRT masih mendominasi. Pemkab memperkuat pencegahan melalui keluarga dan RBI.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 1 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Palur hingga Yogyakarta. Tersedia 12 perjalanan dengan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 1 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000.
Pemkab Bantul memastikan izin Gereja Misi Sejahtera akan diberikan setelah seluruh persyaratan administrasi terpenuhi.
Tambahan dana transfer ke daerah telah dihitung pemerintah dan kini menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto sebelum diumumkan.
Data pariwisata DIY dinilai belum utuh. Sensus Ekonomi 2026 diharapkan memperbaiki kualitas data untuk menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.