Disnakertrans DIY Dorong Penyandang Disabilitas Naik Kelas
Penyandang disabilitas saat ini telah menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang memainkan peran yang sama pentingnya dengan masyarakat umum dalam sektor
Pemerintah Kota Yogyakarta menerima penghargaan dari BPJS Kesehatan.ist
JOGJA– Pemerintah Kota Yogyakarta berhasil menghadirkan jaminan kesehatan yang berkualitas. Hal ini dibuktikan dengan tercapainya Universal Health Coverage (UHC) di wilayah Kota Yogyakarta hingga tahun 2024 ini. UHC dikatakan tercapai jika lebih dari 95% warga Kota Yogyakarta telah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan terlindungi kesehatannya saat membutuhkan layanan di fasilitas kesehatan.
"Dengan mencapai UHC maka warga Kota Yogyakarta telah terlindungi dari resiko finansial ketika sakit. Menurut data per 1 Juli 2024, cakupan kepesertaan di Kota Yogyakarta telah mencapai angka 99,88% dari jumlah penduduk. Ini merupakan jumlah yang besar dan tidak bisa diraih jika tidak ada komitmen dan kemauan keras dari pemerintah kota untuk mewujudkannya,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta, M. Idar Aries Munandar, Selasa (6/8/2024).
Nandar menambahkan, organisasi perangkat daerah memiliki peran vital masing-masing untuk menyokong terwujudnya UHC. Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta masih banyak lagi telah melaksanakan tugas dan fungsinya secara optimal dalam jaminan kesehatan.
Disamping cakupan yang menyeluruh, keaktifan peserta di Kota Yogyakarta juga telah mencapai 88,92%. Hal ini berarti hampir 89% peserta di Kota Yogyakarta berstatus aktif dalam kepesertaan JKN dan mampu memanfaatkannya ketika sakit. Hal ini tidak lepas dari tangan dingin Pemerintah Kota Yogyakarta beserta jajaran dalam mengawal keberlangsungan Program JKN di wilayahnya.
"Kami berterima kasih atas atensi yang tinggi dari Pemerintah Kota Yogyakarta terhadap berjalannya Program JKN. Artinya, pemerintah memperhatikan betul kesejahteraan masyarakat melalui bidang kesehatan khususnya tentang penjaminan layanan kesehatan. Pemerintah Kota Yogyakarta secara bersama-sama melaksanakan berbagai langkah yang efektif guna mencapai cakupan menyeluruh dan mendorong keaktifan peserta,” terang Nandar.
Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kota Yogyakarta juga mendukung upaya promotif dan preventif untuk mencegah terjadinya penyakit. Terdapat skrining riwayat kesehatan yang dapat diisi di Aplikasi Mobile JKN. Dengan mengisinya peserta dapat memotret kondisi kesehatan masing-masing. Jika terdapat potensi resiko kepada penyakit tertentu, maka peserta dapat membawa hasil tersebut ke dokter di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk mendapatkan tindak lanjut.
“Ada pula kegiatan Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang dilaksanakan untuk memantau kondisi kesehatan peserta dengan penyakit kronis yang terkendali agar tidak jatuh pada kondisi yang lebih berat. Prolanis memiliki beragam kegiatan seperti edukasi, pemeriksaan kesehatan hingga senam bersama. Pada bulan Juli lalu, bertepatan dengan HUT BPJS Kesehatan, dilaksanakan senam Prolanis masal di titik nol Yogyakarta dan diikuti oleh ratusan peserta Prolanis bahkan wisatawan yang ada disana. Kami berharap UHC yang berhasil diraih Pemerintah Kota Yogyakarta dapat meningkatkan derajat kesehatan warga secara signifikan,” kata Nandar.
Sementara itu, manfaat UHC telah dirasakan secara nyata oleh salah satu peserta yaitu Defrianto Eko Irwin Saputra. Ditemui saat mendampingi istrinya mengakses layanan kesehatan untuk melahirkan, Defrianto senang dirinya dan keluarga terlindungi Program JKN melalui segmen peserta yang didaftarkan pemerintah daerah. Ia menyambut kehadiran anak pertamanya dengan bahagia tanpa memikirkan biaya bersalin untuk istrinya.
“Kalau dari saya sebagai warga tentunya mengucapkan terima kasih banyak. Jaminan kesehatan dari pemerintah ini sangat berarti untuk keluarga kecil kami. Sangat membantu dalam pembiayaan layanan kesehatan yang kami akses. Kami mendapatkan layanan yang baik dan tidak ada perbedaan dengan pasien yang bukan JKN. Saya berharap Pemerintah Kota Yogyakarta dan BPJS Kesehatan semakin lebih baik dan memberikan berbagai kemudahan layanan untuk kami masyarakat Kota Yogyakarta,” kata Defrianto. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penyandang disabilitas saat ini telah menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang memainkan peran yang sama pentingnya dengan masyarakat umum dalam sektor
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor