DPRD Jogja Desak Usut Tuntas Kasus Daycare Little Aresha
Kasus daycare Jogja disorot DPRD. Polisi diminta usut tuntas dan pengawasan PAUD diperketat demi lindungi anak.
Ilustrasi Pilkada - Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Partai-partai peserta pilkada Kota Jogja terus melakukan komunikasi politik di internal maupun eksternal. Namun sampai saat ini belum ada perkembangan signifikan dari beberapa partai besar. Secara umum koalisi parpol untuk Pilkada Kota Jogja hingga saat ini belum final.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Jogja, Wisnu Sabdono Putro, menjelaskan sampai saat ini pihaknya belum menerima surat tugas maupun rekomendasi dari DPP, sehingga belum menentukan arah dukungan. “Belum, kalau sudah saya kabari,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (7/8/2024).
BACA JUGA : Bacabup Kulonprogo Novida Dipanggil DPP PDIP, Bahas Dinamika Pilkada 2024
Adapun DPC PDI Perjuangan Kota Jogja sebelumnya telah menjaring delapan nama pendaftar yang sudah disampaikan ke DPP. Selain itu DPC PDI Perjuangan Kota Jogja juga sudah menerima kunjungan maupun berkunjung secara resmi ke partai lain seperti PAN. Namun koalisi sampai saat ini juga belum terbentuk.
Ketua DPD Golkar Kota Jogja, Agus Mulyono, menuturkan walau sudah ada arah koalisi dengan beberapa partai dan calon yang diusung, namun belum ada perkembangan signifikan. “Belum ada, masih dinamis. Tunggu besok,” kata dia.
DPD Golkar DIY sebelumnya telah menyatakan arah koalisi dengan Gerindra dan mengusung pasangan Afnan Hadikusumo-Singgih Raharjo. Koalisi ini juga hendak melibatkan partai lebih banyak seperti PKS, PPP dan PKB.
Namun partai-partai itu pun juga belum memberi kepastian akan diarahkan kemana dukungannya. Ketua DPC PKB Kota Jogja, Solihul Hadi mengatakan pihaknya masih dalam tahap komunikasi politik dengan semua partai.
BACA JUGA : Bima Arya Putuskan Mundur dari Pencalonan di Pilgub Jabar, Ini Alasannya
“Sampai dengan hari ini posisi PKB belum kepada salah satu paslon manapun. Karena tentu berkaitan dengan beberapa hal yang mekanisme di dalam partai kami harus dipenuhi, juga ada hal-hal yang menjadi bagian penting untuk bagaimana calon walikota dan wakil walikota memberi dampak positif dan mensejahterakan warga Nahdiying di Jogja,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus daycare Jogja disorot DPRD. Polisi diminta usut tuntas dan pengawasan PAUD diperketat demi lindungi anak.
Sekolah Rakyat MA 20 Sleman memastikan PWA masih berstatus siswa dan membantah kabar kabur maupun putus sekolah usai kasus celurit.
Krisis migran di perbatasan Spanyol-Maroko menewaskan 67 orang. Gelombang penyeberangan massal diduga dipicu faktor politik dan diplomatik.
Petani di Kapanewon Semin mulai panen tembakau Grompol. Harga daun basah Rp4.500 per kilogram dan tetap dinilai menguntungkan.
Satu bayi kasus penitipan di Pakem masih dirawat BRSPA Dinsos DIY setelah orang tua biologis meminta perpanjangan masa penitipan.
Program Sapa Bantul kembali disalurkan kepada 1.000 KPM melalui warung pangan warga dengan paket sembako bergizi senilai Rp200.000.