Harga Sembako Mulai Naik, Bantul Siapkan Operasi Pasar
DKUKMPP Bantul menyiapkan operasi pasar setelah harga ayam dan cabai mulai naik. Pemkab memastikan stok pangan tetap aman meski Program MBG kembali berjalan.
Ilustrasi kebakaran (IST)
Harianjogja.com, JOGJA—BPBD DIY meminta masyarakat untuk mewaspadai terjadinya kebakaran menyusul musim kemarau yang masih berlangsung sampai saat ini. Masyarakat diminta untuk tetap memerhatikan kondisi lingkungan sekitarnya terutama pada kawasan pedesaan.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad mengatakan, warga yang tinggal di kawasan pedesaan biasanya punya aktivitas membakar sampah. Ini kerap kali jadi salah satu pemicu timbulnya insiden kebakaran, terutama saat api yang tidak diperhatikan dan dibiarkan begitu saja setelah sampah dibakar.
BACA JUGA: Korban Kebakaran Rumah di Pengasih Kulonprogo Dapat Bantuan
"Saat api mengecil itu dikira sudah padam, padahal kan baranya masih ada. Itu yang berpotensi membesar ketika tertiup angin, sehingga kalau membakar sampah memang harus dijaga betul," katanya, Kamis (8/8/2024).
Noviar menyatakan, daerah pemukiman penduduk yang berdekatan dengan areal pepohonan yang banyak juga wajib waspada. Sebab potensi api sekecil apapun bisa menyebabkan insiden kebakaran yang nantinya bisa meluas dan berdampak pada kerugian dalam jumlah besar.
"Areal persawahan juga yang masyarakat sering melakukan aktivitas bakar jerami kering, itu kami imbau untuk dikurangi di musim kemarau ini," ujarnya.
Data BPBD DIY menyebutkan bahwa pada 2023 lalu terdapat 302 kasus kebakaran lahan dan hutan di wilayahnya. Sementara pada tahun ini sampai dengan Juli terdapat empat kejadian kebakaran yang semuanya terjadi di Kulonprogo.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD DIY Edhy Hartana mengatakan sebagian besar faktor kebakaran adalah karena kelalaian masyarakat. Banyak warga yang membakar sampah, tetapi lalai tidak mengawasinya sehingga kebakaran muncul.
"Kebanyakan api belum mati sempurna sudah ditinggal," ujarnya.
Pada 2023 lalu, wilayah yang sering terjadi kebakaran adalah Kabupaten Bantul dengan 106 kejadian kemudian disusul Sleman 62 kejadian. Selanjutnya ada Gunungkidul 61 kejadian, Kulonprogo 54 kejadian dan 19 kejadian di Kota Jogja.
"Insiden kebakaran pada tahun lalu tidak ada korban jiwa dan semuanya dapat ditangani petugas" katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DKUKMPP Bantul menyiapkan operasi pasar setelah harga ayam dan cabai mulai naik. Pemkab memastikan stok pangan tetap aman meski Program MBG kembali berjalan.
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA 28 Juli 2026. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
DPKP DIY menyiapkan strategi menghadapi musim kemarau, mulai dari varietas padi tahan kekeringan hingga optimalisasi irigasi dan pompa air.
Bank Sampah Berlian 08 di Jogja memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan bakar pirolisis sampah plastik residu sehingga proses lebih cepat dan hemat.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.