DPRD Bantul Kawal Target Perbaikan 600 Km Jalan hingga 2030
DPRD Bantul mengawal target perbaikan 600 km jalan hingga 2030 di tengah tren penurunan anggaran sektor pekerjaan umum.
Ilustrasi kebakaran (IST)
Harianjogja.com, JOGJA—BPBD DIY meminta masyarakat untuk mewaspadai terjadinya kebakaran menyusul musim kemarau yang masih berlangsung sampai saat ini. Masyarakat diminta untuk tetap memerhatikan kondisi lingkungan sekitarnya terutama pada kawasan pedesaan.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad mengatakan, warga yang tinggal di kawasan pedesaan biasanya punya aktivitas membakar sampah. Ini kerap kali jadi salah satu pemicu timbulnya insiden kebakaran, terutama saat api yang tidak diperhatikan dan dibiarkan begitu saja setelah sampah dibakar.
BACA JUGA: Korban Kebakaran Rumah di Pengasih Kulonprogo Dapat Bantuan
"Saat api mengecil itu dikira sudah padam, padahal kan baranya masih ada. Itu yang berpotensi membesar ketika tertiup angin, sehingga kalau membakar sampah memang harus dijaga betul," katanya, Kamis (8/8/2024).
Noviar menyatakan, daerah pemukiman penduduk yang berdekatan dengan areal pepohonan yang banyak juga wajib waspada. Sebab potensi api sekecil apapun bisa menyebabkan insiden kebakaran yang nantinya bisa meluas dan berdampak pada kerugian dalam jumlah besar.
"Areal persawahan juga yang masyarakat sering melakukan aktivitas bakar jerami kering, itu kami imbau untuk dikurangi di musim kemarau ini," ujarnya.
Data BPBD DIY menyebutkan bahwa pada 2023 lalu terdapat 302 kasus kebakaran lahan dan hutan di wilayahnya. Sementara pada tahun ini sampai dengan Juli terdapat empat kejadian kebakaran yang semuanya terjadi di Kulonprogo.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD DIY Edhy Hartana mengatakan sebagian besar faktor kebakaran adalah karena kelalaian masyarakat. Banyak warga yang membakar sampah, tetapi lalai tidak mengawasinya sehingga kebakaran muncul.
"Kebanyakan api belum mati sempurna sudah ditinggal," ujarnya.
Pada 2023 lalu, wilayah yang sering terjadi kebakaran adalah Kabupaten Bantul dengan 106 kejadian kemudian disusul Sleman 62 kejadian. Selanjutnya ada Gunungkidul 61 kejadian, Kulonprogo 54 kejadian dan 19 kejadian di Kota Jogja.
"Insiden kebakaran pada tahun lalu tidak ada korban jiwa dan semuanya dapat ditangani petugas" katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul mengawal target perbaikan 600 km jalan hingga 2030 di tengah tren penurunan anggaran sektor pekerjaan umum.
ETLE Hub mendeteksi 46.034 kendaraan angkutan barang dengan total 72.236 deteksi selama pengawasan 10 Agustus hingga 10 September 2026.
KRI Canopus dikerahkan mencari korban KM Virgo Transport 8 dengan teknologi bawah laut setelah cuaca buruk menghambat penyelam.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 15 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur, mulai pukul 05.00 hingga 20.42 WIB.
KPK mengungkap OTT yang menangkap 3 pejabat ATR BPN diduga terkait pengurusan HGB di Kabupaten Bogor.
Jadwal SIM Keliling Kota Jogja September 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.