Saat Gempa Melanda Kraton Ngayogyakarta, Para Abdi Dalem Sigap Melakukan Penyelamatan

Alfi Annisa Karin
Alfi Annisa Karin Kamis, 08 Agustus 2024 17:37 WIB
Saat Gempa Melanda Kraton Ngayogyakarta, Para Abdi Dalem Sigap Melakukan Penyelamatan

Simulasi gempa bumi oleh Basarnas Yogyakarta dan abdi dalem Kraton Ngayogyakarta di Alun-Alun Kidul, Kamis (8/8/2024) - Harian Jogja/ Alfi Annissa Karin

Harianjogja.com, JOGJA—Gempa bumi berkekuatan cukup besar mengguncang Alun-Alun Kidul Yogyakarta, Kamis (8/8/2024). Akibatnya, sejumlah bangunan runtuh dan terjadi kecelakaan lalu lintas. Satu korban terjebak di dalam mobil. Ada pula korban yang terjebak di dalam reruntuhan bangunan.

Abdi dalem Kraton Ngayogyakarta yang tengah bertugas tampak panik dan menyelamatkan diri. Usai gempa bumi mereda, puluhan anggota Badan Search And Rescue Nasional (Basarnas) mulai melakukan operasi penyelamatan. Korban akhirnya berhasil diamankan dan dibawa menuju rumah sakit dengan menggunakan kendaraan ambulans.

BACA JUGA: Orasi di Tugu Jogja, Sejumlah Elemen Masyarakat Serukan Dukungan ke Pemerintah Prabowo-Gibran

Kejadian di atas bukanlah peristiwa sebenarnya. Ini merupakan bagian dari latihan gabungan atau simulasi gempa bumi yang digelar di Alun-Alun Kidul Jogja. Simulasi ini diinisasi oleh Basarnas Jogja.

Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan dan Kesiapsiagaan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) Laksamana Muda TNI Ribut Eko Suyatno menuturkan pihaknya sengaja menyasar wilayah Yogyakarta dan menggandeng abdi dalem Kraton.

Alasannya, karena Jogja merupakan destinasi wisata favorit di Indonesia. Sementara Kraton menjadi salah satu warisan budaya yang kerap didatangi oleh wisatawan.

"Ini penting untuk menunjukkan keseriusan objek wisata nasional yang sering dikunjungi wisatawan, memberikan rasa aman kepada wisatawan yang berkunjung ke Kraton, manakala terjadi sesuatu yang tidak diinginkan," ujar Eko saat ditemui di Alun-Alun Kidul Yogyakarta, Kamis (8/8/2024)

Dia menambahkan, abdi dalem tak hanya dibekali soal antisipasi dan penanganan bencana alam. Abdi dalem juga diberi ketrampilan first medical respond untuk mengatasi penderita serangan jantung hingga kecelakaan kecil. Di sisi lain, Eko melihat eskalasi kebencaan di Yogyakarta tinggi. Mulai dari erupsi hingga bencana hidrometeorologi.

"Kita antisipasi dengan melatih diri, menyiapkan man power, jalur koordinasi dengan rekan-rekab TNI, Polri sebagai backbone," tuturnya.

Dia menyebut, sebisa mungkin Basarnas dan stake holder terkait memaksimalkan waktu penyelamatan terbaik atau golden time, yakni selama 3 hari. Jika tak ada akses jalan menuju korban, maka petugas akan mendorong logistik terlebih dahulu hingga menunggu alat berat dikerahkan.

BACA JUGA: Kejaksaan Tangkap DPO Kasus Penipuan Haji Plus di Jogja, Begini Kronologinya

"Mudah-mudahan ini sesuatu yang baik bagi kita untuk ditularkan ke daerah-daerah lainnya. Ini upaya kerja sama yang kita lakukan ini bisa bergandeng tangan untuk mengantisipasi bencana," ungkapnya.

Sementara, Penghageng II Kawedanan Puraraksa Kraton Yogyakarta KPH Suryo Hadiningrat menyebut ini merupakan simulasi bencana gempa bumi yang pertama kali bagi para abdi dalem. Dia mengatakan, abdi dalem antusias dan menyimak dengan seksama langkah-langkah penyelamatan yang dilakukan selama simulasi gempa bumi.

Dia berharap, simulasi semacam ini bisa rutin digelar. Suryo ingat betul bagaimana gempa bumi 2006 yang melanda Jogja saat itu memberi dampak kerusakan yang cukup signifikan di lingkungan Kraton.

"Kraton ada gedung-gedung yang runtuh juga waktu itu. Dari pengalaman itu kita bertekad supaya bencana alam di Kraton bisa diantisipasi. Tiap personil harus tahu bagaimana melaksanakan pengamanan dirinya," katanya.

Suryo memastikan fasilitas di dalam Kraton Ngayogyakarta sudah memperhatikan keselamatan wisatawan. Misalnya, ada beberapa penanda titik kumpul hingga jalur evakuasi. Titik kumpul yang disiapkan ada di Bangsal Kencana dan Alun-Alun Kidul yang memang memiliki space cukup luas dan aman dari gedung tinggi.

Pihaknya juga terus melakukan sosialisasi kepada abdi dalem dan keluarganya soal penanganan bencana alam. "SOP juga sudah ada dan disosialisasikan. Melalui latihan ini diharapkan abdi dalem tahu apa yang harus dilakukan jika terjadi bencana sebenarnya," ucapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online