Dukung UMKM Sleman Naik Kelas, Ini Program yang Dijalankan Pemkab

David Kurniawan
David Kurniawan Sabtu, 10 Agustus 2024 09:37 WIB
Dukung UMKM Sleman Naik Kelas, Ini Program yang Dijalankan Pemkab

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sleman, Haris Martapa saat melihat stand pameran di Pesta Rakyat Geber Gaspol untuk memeringati Hari UMKM di Lapangan Pemkab Sleman, Kamis (9/8/2024)/Harian Jogja-David Kurniawan

Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Koperasi dan UKM Sleman mencatat ada 109.759 pelaku usaha. Meski demikian, dari jumlah tersebut masih didominasi usaha mikro dan kecil.

Berdasarkan dari satu data UMKM Sleman, untuk usaha perdagangan reparasi mobil dan sepeda motor ada 23.583 usaha. Selanjutnya, penyedia akomodasi dan makan minum sebanyak 23.446 usaha.

Selain itu, ada juga industri pengolahan sebanyak 8.552 usaha serta pertanian kehutanan dan perikanan sebanyak 6.633 usaha. Adapun sisanya ada jasa lainnya, jasa Pendidikan, real estat, informasi dan komunikas, transportasi dan pergudangan dan lainnya.

BACA JUGA: Gebyar Sicloma 2024, UMKM DIY Menuju Kelas Premium

Sementara itu, jika dilihat dari kelas, mayoritas masih berstatus mikro kecil atau level 1 sebanyak 98.331 usaha. Untuk level dua ada 9.071 usaha, level tiga 1.640 UMKM, level empat 398 usaha dan level lima sebanyak 139 usaha.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sleman, Tina Hastani mengatakan,  pelaku usaha di Sleman masih didominasi oleh mikro kecil dan siap berkembang. Oleh karenanya, berbagai program dijalankan agar bisa naik kelas.

“Semangat pelaku usaha untuk maju tidak diragukan lagi karena semangatnya luar biasa. Makanya akan terus kita dorong untuk bisa naik kelas,” kata Tina kepada Harianjogja.com, Jumat (9/8/2024).

Dia menjelaskan, untuk UMKM Sleman naik kelas sudah melakukan kajian termasuk berupaya memberikan Solusi terhadap permasalahan yang dihadapi. Sebagai contoh, permasalahan yang berkaitan dengan kelembagaan, dilakukan pendampingan untuk melengkapi dokumen yang diperlukan sesuai tingkatan dari kalurahan, kapanewon hingga kabupaten.

Hal yang juga dilakukan untuk mengatasi persoalan sumber daya manusia. Tina mengakui sudah menyiapkan program peningkatan kapasitas melalui pembinaan, pendampingan pelatihan secara berkala.

Di sisi lain, juga ada upaya membantu mencarikan Solusi berkaitan dengan akses permodalan. Terdapat dua skeman yang dilakukan, yakni melalui program CSR milik Perusahaan serta kerja sama dengan sektor perbankan.

“Tentunya kami juga membantu untuk pemasaran, menjalin kemitraan hingga memperluas cakupan pasar melalui program digitalisasi,” katanya.

Tina menambahkan, pelaksanaan gebyar UMKM dengan program Gerakan Bersama Gunakan Selalu Produk Berbahan Baku Lokal (Geber Gaspol) selama dua hari juga sebagai sarana mempromosikan UMKM di Bumi Sembada. “Kita mengambil tema perubahan tidak akan datang dari kaki yang diam. Diharapkan ini bisa memperluas pasar UMKM sekaligus membangun kemitraan dengan stakeholder,” katanya.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Haris Martapa mengatakan, Geber Gaspol harus memberikan manfaat secara maksimal bagi para peserta yang merupakan UMKM dari 17 Kapanewon se-Kabupaten Sleman.  Terlebih, saat ini masyarakat sangat menggandrungi kegiatan ekonomi yang dilakukan secara daring.

Menurut dia, sektor UMKM telah menjadi tulang punggung perekonomian Kabupaten Sleman. Untuk itu, ia berharap pelaksanaan Hari UMKM Nasional seperti ini mampu menjadi parameter peningkatan kualitas UMKM Kabupaten Sleman.

“Produk-produk yang dihasilkan secara kreatif terus bisa dikenal secara luas. Saya juga berpesan agar terus berinovasi untuk pengembangan produk yang dimiliki,” katanya

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online