Gunungkidul Bidik Pengurangan Sampah Organik hingga 40 Persen
DLH Gunungkidul menargetkan pengurangan sampah organik hingga 40% melalui Masgun Maos dan pengolahan sampah mandiri dari rumah.
Suasana diskusi bertajuk Leading School's Transformation: Seize the Opportunities Offered by Merdeka Curriculum yang digelar ANPS di Jogja pada Sabtu (10/8/2024). (email)
Harianjogja.com, JOGJA–Implementasi Kurikulum Merdeka yang diterapkan di berbagai jenjang pendidikan dibahas dalam agenda diskusi bertajuk Leading School's Transformation: Seize the Opportunities Offered by Merdeka Curriculum yang digelar di Jogja pada Sabtu (10/8/2024).
Acara yang diinisiasi oleh The Association of National and Private Schools (ANPS) yang merupakan sebuah asosiasi pendidikan antar sekolah nasional dan swasta di Indonesia ini bertujuan untuk menjalin sinergi dan melihat peluang dari penerapan Kurikulum Merdeka yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah.
BACA JUGA: Libatkan 7 Negara, Sleman Jadi Tuan Rumah ASEAN Sport Day Tahun 2024
Dalam agenda yang diikuti oleh pimpinan sekolah swasta dan sejumlah fakultas kependidikan di Jogja dan Jawa Tengah itu, berbagai sekolah yang berstatus sebagai Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK), sekolah swasta yang mengintegrasikan kurikulum nasional dengan kurikulum lain memaparkan bagaimana penerapan Kurikulum Merdeka di sekolahnya.
Policy Analyst Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan Indriyati Herutami yang menjadi pemateri di sesi pertama diskusi itu menjelaskan tentang inti dan esensi dari Kurikulum Merdeka yang bisa dijadikan pedoman bagi sekolah swasta nasional maupun SPK dalam mengadopsi ataupun mengadaptasi kurikulum ini ke dalam kurikulum masing-masing sekolah.
Senior Country Manager Indonesia Cambridge Assessment International Education Dianindah Apriyani menyebut, Kurikulum Merdeka sangat fleksibel dan terbuka sehingga lebih mudah untuk diintegrasikan dengan kurikulum lain, misalnya Kurikulum Cambridge.
"Terdapat berbagai prinsip pembelajaran yang sama dari dua kurikulum ini. Bahkan pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Kurikulum Merdeka, mirip dan sesuai dengan Learners’ Attributes pada Cambridge Curriculum," katanya.
BACA JUGA: Rokok Ilegal Makin Marak, Ini Ciri-Cirinya
Sementara Perwakilan Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) DIY Sumaryanta menyatakan, Kurikulum Merdeka memberikan ruang dan fleksibilitas bagi sekolah untuk mengelola kurikulumnya sesuai dengan kekhasan dan kebutuhan masing-masing.
"Namun, untuk dapat memodifikasi, mengintegrasikan dan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, sekolah perlu untuk memahami kurikulum tersebut secara kuat terlebih dahulu," jelas dia.
Diskusi ini juga turut dihadiri peserta dari beberapa kampus seperti Fakultas PGSD Universitas Sanata Dharma, Fakultas Bahasa Inggris UKDW dan Fakultas Bahasa Inggris UII Jogja. Masing-masing universitas tersebut membahas tentang tantangan menyiapkan guru yang sesuai dengan apa yang diharapkan dari sekolah saat ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DLH Gunungkidul menargetkan pengurangan sampah organik hingga 40% melalui Masgun Maos dan pengolahan sampah mandiri dari rumah.
Marvin Loria mengaku cepat beradaptasi di PSIM Jogja. Cuaca, suasana, dan sambutan pemain membuat winger Kosta Rika itu nyaman.
Pemerintah menindak penerima bansos yang terindikasi judi online. Sebanyak 1,49 juta KPM ditangguhkan dan pengawasan diperketat.
Sebanyak 1.416 Jembatan Garuda telah selesai dibangun hingga Juli 2026 dan menghubungkan 7.371 desa serta kelurahan di Indonesia.
Kemenkes menemukan sekitar 1 juta kasus baru hipertensi dari CKG 2026. Pemeriksaan rutin dinilai penting meski masyarakat merasa sehat.
“Pencapaian 3.212 SPK pada ajang GIIAS 2026 yang melampaui target penjualan kami, serta kesuksesan Mitsubishi New Xforce dalam mencatatkan lebih dari 1.000,"