Kasus GMS Bantul, 31 Saksi Diperiksa, Polisi Segera Tetapkan Tersangka
Kasus dugaan pembubaran ibadah GMS Bantul terus diselidiki, 31 saksi diperiksa, polisi siapkan penetapan tersangka.
Suasana proyek pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman di dekat SDN Nglarang./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Proses pengadaan lahan untuk proyek Tol Jogja-Solo-YIA Seksi 3 Jogja-Kulonprogo kian masif. Setelah digelar musyawarah penetapan bentuk ganti kerugian pengadaan tanah jalan Tol Jogja-Solo-YIA di Sidoarum awal Agustus lalu, pengadaan lahan akan bergeser ke Balecatur, Gamping untuk masuk pada tahapan ekspos hasil penilaian.
Kepala Seksi Pengadaan Tanah dan Pengembangan Kantor Pertanahan Kabupaten Sleman, Hary Listantyo Prabowo menerangkan rencana ekspos hasil penilaian akan digelar untuk wilayah Balecatur pada Agustus ini. Jadwal itu mundur, dari yang semula digelar pekan ini, diundur pekan depan. "Minggu depan ada rencana ekspos hasil penilaian untuk wilayah Nyamplung Lor dan Kidur, Balecatur," kata Hary, Senin (12/8/2024).
Bila ekspos hasil penilaian rampung dilakukan, warga pemilik tanah terdampak proyek tol akan dikumpulkan untuk menjalani musyawarah penetapan bentuk ganti kerugian pengadaan tanah jalan Tol Jogja-Solo-YIA seperti yang dilakukan di Sidoarum. "Setelah ekspos akan dijadwalkan musyawarah seperti yang di Sidoarum," tandasnya.
Hary menjelaskan tahapan ekspos penilaian merupakan penjelasan rentang nilai bidang tanah per meter yang sifatnya rahasia. Ekspos hanya diikuti lurah dan jogoboyo setempat. "Bukan konsumsi umum," tegasnya.
Warga, kata dia, baru akan diundang dalam musyawarah penetapan bentuk ganti kerugian pengadaan tanah jalan Tol Jogja-Solo-YIA Seksi 3 Jogja-Kulonprogo seusai ekspos hasil penilaian.
Sebelumnya, Hary menjelaskan ada 10 kalurahan di Sleman yang terdampak proyek Tol Jogja-Solo-YIA. Ke-10 kalurahan yang terdampak Tol Jogja-Solo-YIA Seksi 3 Jogja-Kulonprogo tersebut meliputi Tirtoadi, Trihanggo, Nogotirto, Banyuraden, Ambarketawang, Balecatur, Sidoarum, Sidokarto, Sidomulyo dan Sumberrahayu.
Dari 10 wilayah tersebut, total 3.064 bidang tanah yang terdampak tol. HHary menambahkan 3.064 bidang tanah terdampak tol tersebut luasannya setara 114,6 hektare. Jumlah itu sudah termasuk dengan Tanah Kas Desa (TKD) di dalamnya.
Berdasarkan wilayahnya, Kalurahan Balecatur menjadi daerah yang paling banyak terdampak dalam proyek pembangunan Tol Jogja-Solo-YIA Seksi 3 Jogja-Kulonprogo di Sleman. Luasan tanah yang terdampak tol di Balecatur mencapai 600-an bidang tanah yang setara 31 hektare. "Yang paling banyak itu 31 hektare di Balecatur, 600-an bidang.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus dugaan pembubaran ibadah GMS Bantul terus diselidiki, 31 saksi diperiksa, polisi siapkan penetapan tersangka.
Mesir mengajukan protes resmi kepada FIFA dan meminta investigasi terhadap wasit usai kalah 2-3 dari Argentina di Piala Dunia 2026.
Banjir di Guangxi, Tiongkok, merusak peternakan ular dan menyebabkan sekitar 900 ular berbisa, termasuk kobra, lepas ke lingkungan warga.
Prancis, Argentina, Spanyol, dan Inggris bersaing dengan empat tim lainnya untuk memperebutkan tiket semifinal Piala Dunia 2026.
Pemkot Jogja menargetkan seluruh jalan inspeksi di bantaran Sungai Code, Winongo, dan Gajah Wong terhubung pada 2030 untuk meningkatkan keselamatan warga.
Polda Metro Jaya membongkar jaringan perdagangan dan eksploitasi anak di Bekasi dan Jakarta Barat. Sebanyak 9 korban diselamatkan.