Pria Bantul Bakar Rumah Orang Tua Gara-gara Tak Diberi Rp15 Juta
Pria berinisial MN diduga membakar kamar rumah orang tuanya di Kasihan, Bantul, usai permintaan uang Rp15 juta tak terpenuhi. Polisi menyelidiki kasus ini.
Ilustari pendafataran CPNS online./menpan.go.id
Harianjogja.com, JOGJA - Pemda DIY membuka penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2024 sebanyak 378 formasi. Proses tahapan seleksi dimungkinkan akan dimulai pada akhir Agustus mendatang dengan pendaftaran dan seleksi berkas.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY Amin Purwani menjelaskan, moratorium penerimaan CPNS sudah berlangsung sejak tiga tahun terakhir. Maka ketika pemerintah pusat mengadakan penerimaan pihaknya mengusulkan formasi dengan jumlah banyak.
"Kami mengajukan 657 CPNS, kemudian yang disetujui hanya 378 formasi," kata Amin, Kamis (15/8/2024).
Adapun jabatan yang dibuka cukup beragam mulai dari tenaga kesehatan, administrasi, maupun tenaga teknis. Pihaknya mengaku masih menunggu tahapan detail yang akan diturunkan pemerintah pusat dalam waktu dekat ini.
"Ditunggu minggu depan ya, begitu siap langsung kami berikan pengumumannya," jelas dia.
BACA JUGA: Tahun Ini Pemda DIY Kekurangan Banyak ASN karena Pensiun, CPNS Bakal Dibuka
Amin menjelaskan, tidak ada syarat khusus dalam proses seleksi CPNS 2024 ini. Pelamar yang memenuhi kriteria pada formasi yang dibutuhkan bisa mendaftarkan diri. Pihaknya memastikan dalam waktu dekat detail formasi dan juga tahapan akan segera keluar.
"Dari pusat itu formasinya sudah minggu kemarin keluar. Cuma timelinenya dari panselnasnya belum, kami menunggu 1-2 hari ini," ungkapnya.
Menurut Amin, jumlah itu hanya khusus untuk formasi CPNS saja. Pada tahun ini pihaknya juga akan membuka penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dengan jumlah yang cukup besar pula.
"Yang P3K kami belum dapat informasi lebih lanjut tapi data sudah kami masukkan ke
KemenpaRB yang turun baru CPNS," katanya.
Amin menambahkan, 378 formasi yang dibuka itu dianggapnya belum sepenuhnya bisa menutupi posisi pegawai yang pensiun. Apalagi moratorium penerimaan PNS sudah tiga tahun terakhir diberlakukan.
"Kalau kami mengajukannya kan 500 lebih ya mudah mudahan bisa tertutupi dan nanti bisa dibantu dengan P3K juga," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pria berinisial MN diduga membakar kamar rumah orang tuanya di Kasihan, Bantul, usai permintaan uang Rp15 juta tak terpenuhi. Polisi menyelidiki kasus ini.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.