In This Ekonomi, Ini Cara Efektif Mengelola Keuangan di Tengah Inflasi
Biaya hidup yang terus meningkat menuntut pengelolaan keuangan yang lebih disiplin. Simak delapan langkah praktis agar kondisi finansial tetap aman hingga akhir
Ilustrasi Pilkada - Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Dua bakal calon wakil bupati Bantul, Rony Wijaya Indra Gunawan dan Aris Suharyanta menyatakan masih menunggu hasil rekomendasi dari DPP PKB, untuk Pilkada 2024. Kabarnya rekomendasi DPP PKB untuk Pilkada Bantul bakal dikeluarkan Rabu (21/8/2024).
Pasalnya, sampai saat ini kedua bakal calon yang akan mendamping bakal calon bupati Bantul asal PKB Abdul Halim Muslih, mengaku belum mendapatkan kejelasan siapa nantinya terpilih mendampingi bupati petahana tersebut pada Pilkada 2024.
Bakal calon wakil bupati Bantul dari Partai Gerindra, Aris Suharnyanta mengakui jika ada kabar jika surat rekomendasi pasangan dari DPP PKB akan turun pada Rabu (21/8/2024) mendatang.
Oleh karena itu, bakal calon bupati dari PKB Bantul Abdul Halim Muslih akan pergi ke Jakarta untuk mengambil surat rekomendasi tersebut.
Meski demikian, Aris menyatakan sampai saat ini dirinya belum dihubungi oleh Abdul Halim Muslih maupun pengurus PKB Bantul untuk mendampingi bupati Halim ke Jakarta mengambil surat rekomendasi di DPP PKB.
"Belum ada ajakan. Tapi enggak tahu kalau nanti ada ajakan dadakan," kata Aris, Senin (19/8/2024).
Hal sama juga diungkapkan oleh bakal calon wakil bupati dari Partai Demokrat Rony Wijaya Indra Gunawan. Rony mengaku sampai saat ini belum mendapatkan ajakan baik dari Abdul Halim Muslih maupun pengurus DPC PKB Bantul terkait dengan pengambilan rekomendasi di DPP PKB, Rabu (21/8/2024). "Yang jelas, sampai saat ini saya belum dapat undangan. Saya menunggu saja," kata Rony.
BACA JUGA: Kenaikan Harga Minyakita di DIY, Distributor Diminta Tidak Terburu-buru
Belum Tahu
Terpisah, Ketua Tim 9 PKB Bantul yang juga Sekretaris DPC PKB Bantul Subhan Nawawi mengaku sampai saat ini belum mengetahui terkait dengan pemberian rekomendasi pasangan calon pada Pilkada Bantul 2024, pada Rabu (21/8/2024). Ia juga menyatakan, belum bisa memastikan apakah Abdul Halim Muslih akan ke DPP PKB untuk mengambil rekomendasi pada Rabu (21/8/2024).
"Tapi, kemungkinan akan turun pekan ini. Karena Muktamar PKB kan dihelat 24 dan 25 Agustus 2024," kata Subhan.
Terkait dengan hasil rekomendasi yang mungkin akan berbeda dengan pengajuan dari DPC PKB Bantul dan DPW PKB DIY, Subhan berharap sesuai dengan pengajuannya.
Jika nantinya, rekomendasi keluar tidak sesuai dengan pengajuan seperti yang dialami oleh Pilkada Sleman, dimana DPP PKB memberikan rekomendasi kepada Harda Kiswaya-Danang Maharsa, bukan kepada Kustini Sri Purnomo-Muhammad Nur Wachid yang diajukan DPW PKB DIY, Subhan mengaku masih akan menunggu perkembangan. "Ya, kalau keluarnya beda. Nanti, akan kami rapatkan internal," kata Subhan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Biaya hidup yang terus meningkat menuntut pengelolaan keuangan yang lebih disiplin. Simak delapan langkah praktis agar kondisi finansial tetap aman hingga akhir
Basarnas mengevakuasi 232 korban kebakaran KMP Mutiara Santosa 2 di Perairan Utara Sumenep. Sebanyak 227 orang selamat dan lima meninggal dunia.
DPC PKB Sleman periode 2026–2031 resmi dikukuhkan. Pengurus baru langsung menargetkan kemenangan Pemilu 2029 dan memperkuat konsolidasi partai.
Menhan sementara Iran menegaskan setiap ancaman dari musuh dianggap nyata. Teheran juga menyatakan siap mempertahankan kedaulatan dan keamanan nasional.
Bahlil Lahadalia menegaskan Golkar tetap mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran dan menargetkan kenaikan kursi legislatif pada pemilu mendatang.
Kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep menyisakan 40 penumpang di kapal. Sebanyak 218 orang selamat dan 4 meninggal dunia.