Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Kelompok mahasiswa KKN UNY memperlihatkan cara budi daya lele menggunakan galon bekas air mineral, di Degolan, Bumirejo, Lendah, beberapa waktu lalu./ist UNY
Harianjogja.com, KULONPROGO—Mahasiswa KKNM 18571 UNY menggagas upaya budi daya ikan dalam ember (Budikdamber) dan pembuatan krupuk lele. Program ini diharapkan bisa turut memberdayakan perekonomian masayrakat.
Kelompok ini terdiri dari Ramadhan Nanto, Nadya Kusuma Wardani, Satiti Siti Haryanto, Rizki Ali Farhan, Fikri Al Aziz, Welfiadyatma Agatha, Risma Nur Ichsanti, Kuncoro Aji Tri Purnama dan Mahaneshvara Dhavinta Hafshahna. Penempatan KKN kelompok ini di Dusun Degolan, Bumirejo, Lendah, Kulonprogo.
Penanggungjawab Kelompok KKNM 18571, Ramadhan Nanto, menjelaskan pembuatan krupuk lele ini berawal dari upaya budidaya ikan dalam ember dimana warga setempat menanyakan luaran ikan yang telah dibudidayakan. “Selain dikonsumsi sebagai lele goreng atau dijual pada pedagang pecel lele,” ujarnya, Senin (19/8/2024).
Jenis lele yang dibudidayakan adalah lele sangkuriang yang memiliki warna tubuh coklat kehitaman dengan bintik-bintik putih kecil di seluruh tubuhnya. Selain itu atas masukan warga Degolan yang punya limbah galon air mineral, maka media ember digantikan dengan galon tersebut.
Nadya Kusuma Wardani, mengatakan upaya budidaya ikan dalam ember ini dinamai Budikdamber, yaitu kegiatan budidaya ikan dan sayuran yang dilakukan secara terintegrasi dalam satu wadah. “Konsep utama budikdamber adalah menggabungkan prinsip akuaponik yaitu symbiosis mutualisme antara ikan dan tanaman,” paparnya.
BACA JUGA: Jaga Ketahanan Pangan, Pemkab Kulonprogo Cetak Sawah Baru 4,7 Hektare di Banjarsari
Budidaya ini sebagai peluang usaha rumahan, juga meningkatkan ketahanan pangan karena budikdamber menyediakan sumber protein dan sayuran segar dengan mudah dan murah. Selain itu, budikdamber juga hemat biaya karena tidak memerlukan lahan yang luas dan peralatan yang mahal.
Sedangkan untuk pembuatan kerupuk lele, Satiti Siti Haryanto, menuturkan bahan yang diperlukan meliputi daging lele fillet, tepung tapioka, bawang putih, garam dan sedikit penyedap. Cara membuatnya, pertama, lele dikukus lalu diambil dagingnya.
“Kemudian daging lele, tepung dan penyedap dijadikan satu lalu diblender. Setelah itu letakkan dalam wadah kotak, dipotong-potong dan dijemur hingga kering. Setelah itu baru digoreng dan disajikan,” ungkapnya.
Krupuk lele mengandung protein yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Selain itu juga mengandung kalsium yang baik untuk kesehatan tulang dan gigi. Krupuk lele juga mengandung berbagai macam mineral dan vitamin yang dibutuhkan tubuh. Salah satu warga Degolan, Ella mengatakan bahwa krupuk lele ini rasanya enak dan layak untuk dikonsumsi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Peluang Gianni Infantino lengser dari kursi Presiden FIFA turun menjadi 21% setelah mendapat dukungan dari Donald Trump dan sejumlah federasi sepak bola.
Pemkab Manggarai Barat memastikan Labuan Bajo tetap aman dikunjungi pascagempa M 7,7 di NTT. Sebanyak 986 wisatawan berhasil dievakuasi dengan selamat.
Seruan boikot Spider-Man: Brand New Day muncul di sejumlah negara Arab akibat sikap politik produser Avi Arad yang dinilai mendukung Israel.
Andrea Dovizioso menilai Marc Marquez belum tampil segarang musim-musim sebelumnya karena masih beradaptasi usai cedera di MotoGP 2026.
Kemensos menyalurkan bantuan Rp4,52 miliar untuk korban gempa M 7,7 di NTT. Sebanyak 38 orang meninggal dan sekitar 2.000 warga terdampak.