WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Kelompok mahasiswa KKN UNY memperlihatkan cara budi daya lele menggunakan galon bekas air mineral, di Degolan, Bumirejo, Lendah, beberapa waktu lalu./ist UNY
Harianjogja.com, KULONPROGO—Mahasiswa KKNM 18571 UNY menggagas upaya budi daya ikan dalam ember (Budikdamber) dan pembuatan krupuk lele. Program ini diharapkan bisa turut memberdayakan perekonomian masayrakat.
Kelompok ini terdiri dari Ramadhan Nanto, Nadya Kusuma Wardani, Satiti Siti Haryanto, Rizki Ali Farhan, Fikri Al Aziz, Welfiadyatma Agatha, Risma Nur Ichsanti, Kuncoro Aji Tri Purnama dan Mahaneshvara Dhavinta Hafshahna. Penempatan KKN kelompok ini di Dusun Degolan, Bumirejo, Lendah, Kulonprogo.
Penanggungjawab Kelompok KKNM 18571, Ramadhan Nanto, menjelaskan pembuatan krupuk lele ini berawal dari upaya budidaya ikan dalam ember dimana warga setempat menanyakan luaran ikan yang telah dibudidayakan. “Selain dikonsumsi sebagai lele goreng atau dijual pada pedagang pecel lele,” ujarnya, Senin (19/8/2024).
Jenis lele yang dibudidayakan adalah lele sangkuriang yang memiliki warna tubuh coklat kehitaman dengan bintik-bintik putih kecil di seluruh tubuhnya. Selain itu atas masukan warga Degolan yang punya limbah galon air mineral, maka media ember digantikan dengan galon tersebut.
Nadya Kusuma Wardani, mengatakan upaya budidaya ikan dalam ember ini dinamai Budikdamber, yaitu kegiatan budidaya ikan dan sayuran yang dilakukan secara terintegrasi dalam satu wadah. “Konsep utama budikdamber adalah menggabungkan prinsip akuaponik yaitu symbiosis mutualisme antara ikan dan tanaman,” paparnya.
BACA JUGA: Jaga Ketahanan Pangan, Pemkab Kulonprogo Cetak Sawah Baru 4,7 Hektare di Banjarsari
Budidaya ini sebagai peluang usaha rumahan, juga meningkatkan ketahanan pangan karena budikdamber menyediakan sumber protein dan sayuran segar dengan mudah dan murah. Selain itu, budikdamber juga hemat biaya karena tidak memerlukan lahan yang luas dan peralatan yang mahal.
Sedangkan untuk pembuatan kerupuk lele, Satiti Siti Haryanto, menuturkan bahan yang diperlukan meliputi daging lele fillet, tepung tapioka, bawang putih, garam dan sedikit penyedap. Cara membuatnya, pertama, lele dikukus lalu diambil dagingnya.
“Kemudian daging lele, tepung dan penyedap dijadikan satu lalu diblender. Setelah itu letakkan dalam wadah kotak, dipotong-potong dan dijemur hingga kering. Setelah itu baru digoreng dan disajikan,” ungkapnya.
Krupuk lele mengandung protein yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Selain itu juga mengandung kalsium yang baik untuk kesehatan tulang dan gigi. Krupuk lele juga mengandung berbagai macam mineral dan vitamin yang dibutuhkan tubuh. Salah satu warga Degolan, Ella mengatakan bahwa krupuk lele ini rasanya enak dan layak untuk dikonsumsi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Box office Korea Selatan, film zombie 'Colony' tembus 2 juta penonton hanya dalam 5 hari. Ini sinopsis dan daftar bintangnya.
Aksi pembubaran ibadah di Gereja Misi Sejahtera (GMS), Panggungharjo, Sewon, Bantul yang viral di media sosial menuai beragam tanggapan.
Cedera Mees Hilgers di FC Twente berujung perpanjangan kontrak hingga 2027 setelah sempat ingin hengkang dari klub Belanda tersebut.
Veda Ega Pratama kembali ke Mugello untuk menjaga posisi lima besar klasemen Moto3 Italia 2026.
Nvidia luncurkan chip Vera, prosesor revolusioner khusus untuk agentic AI. Siap dukung era miliaran pekerja digital otomatis dengan potensi pasar Rp3.400 triliu