Kekerasan Daycare Jogja, 53 Anak Jadi Korban, Pemda DIY Turun Tangan
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Kekeringan - Ilustrasi StockCake
Harianjogja,com, KULONPROGO—Pemkab Kulonprogo mencatat kekeringan yang mulai terjadi di beberapa wilayah. Di sektor pertanian, ada sebanyak 13 hektare lahan pertanian yang tersebar di dua kapanewon berpotensi kekeringan.
Kepala Dinas Pertanian dan Pantan (DPP) Kulonprogo, Drajat Purbadi, menjelaskan saat ini, untuk sektor pertanian belum ada laporan kekeringan yang sudah terjadi. “Kalau kekeringan belum, artinya belum terjadi,” ujarnya, saat dihubungi, Senin (19/8/2024).
Meski demikian, pihaknya telah memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. Totalnya ada sebanyak 13 hektare lahan kekeringan yang berpotensi kekeringan. “Sembilan hektare di Galur dan empat hektare di Temon,” katanya.
Belasan hektare lahan pertanian tersebut memiliki potensi kekeringan disebabkan posisinya yang berada di ujung atau wilayah petit dari saluran irigasi Kalibawang.
“Kalau mau musim tanam biasanya lahan dibasahi, sehingga membutuhkan air banyak. Jadi terkadang yang di daerah petit atau ujung irigasi ga kebagian,” ungkapnya.
Meski demikian, untuk saat ini kekeringan belum terjadi karena debit air dari saluran irigasi masih mencukupi kebutuhan pertanian.
“Dengan kondisi debit yang di saluran Kalibawang masih seperti sekarang, belum terjadi kekeringan. Tapi kalau umpama ada pengurangan debit, ada kemungkinan potensinya bisa terjadi kekeringan,” katanya.
Untuk mengantisipasi terjadinya kekeringan, Pemkab Kulonprogo bersama Kementerian Pertanian sudah menyiapkan pompanisasi.
“Tahun ini kami memberikan bantuan pompa, ada sekitar 48, baik dari APBN maupun APBD. Salah satunya untuk wilayah yang berpotensi tersebut,” kata dia.
Di samping itu, para petani menurutnya juga sudah banyak yang memiliki pompa pribadi sehingga bisa mengantisipasi kekeringan secara mandiri. “Biasanya kalau ada kasus kekeringan langsung kita gerakkan untuk pompanisasi,” ujarnya.
Dengan pompanisasi, menurutnya sudah cukup untuk mengatasi kekeringan yang terjadi dan mencukupi kebutuhan air untuk pertanian.
“Yang paling penting ketika ada kasus di situ ada sumber airnya. Tapi juga ada yang pakai sumur bor. Kalua yang mengandalkan sumur bor biasanya masih bisa. Rata-rata petani punya,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Prahdiska Bagas Shujiwo dan Thalita Ramadhani Wiryawan sukses melaju ke babak 16 besar Taipei Open 2026 setelah menyingkirkan lawan masing-masing di Taipei Aren
Sejumlah musisi ternama tampil memeriahkan FYP Fest, di antaranya NDX AKA, Denny Caknan, Guyon Waton, Trio Macan, dan Lavora
Biaya visa Taiwan untuk WNI resmi naik mulai 1 Agustus 2026. Berikut daftar tarif terbaru Visitor Visa, Resident Visa, dan syarat Travel Authorization Certifica
WhatsApp menghadirkan fitur panggilan suara dan video langsung di WhatsApp Web. Pengguna kini bisa menelepon dari browser tanpa perlu menginstal aplikasi deskto
Mohammad Zaki Ubaidillah gagal melaju ke babak 16 besar Taipei Open 2026 setelah kalah dari Justin Hoh dalam duel tiga gim di Taipei Arena, Taiwan.