Berkat Beasiswa Pemprov Jateng, Santri Ini Bisa Kuliah Kedokteran Gigi
Program beasiswa santri dan pengasuh pondok pesantren tahun 2026 yang digulirkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, membuka peluang dan harapan
Baitul Maal Hidayatullah (BMH) perwakilan Yogyakarta membuat jaringan pipanisasi untuk wilayah yang sering dilanda kekeringan di Gunungkidul. - ist
GUNUNGKIDUL—Baitul Maal Hidayatullah (BMH) perwakilan Yogyakarta membuat jaringan pipanisasi untuk wilayah yang sering dilanda kekeringan di Gunungkidul.
Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) ini membangun pipa instalasi air bersih di Padukuhan Sambi dan Mojing, Kalurahan Botodayakan, Kapanewon Rongkop.
Kepala Divisi Program BMH Yogyakarta, Syai’in Kodir menjelaskan bantuan pembangunan instalasi air bersih di dua padukuhan tersebut sebagai upaya nyata memberikan solusi jangka panjang bagi warga Gunungkidul yang kerap dilanda kekeringan.
"Krisis air bersih masih menjadi permasalahan yang belum teratasi bagi sebagian masyarakat di Gunungkidul ketika musim kemarau tiba. Solusi cepat adalah dengan membeli air dengan mendatangkan mobil tangki. Tetapi itu hanya solusi sementara," jelasnya, Senin (19/8/2024).
Melalui instalasi air bersih yang dibangun sejauh 800 meter itu, jelas Syai’in BMH Yogyakarta bertujuan membantu masyarakat Gunungkidul untuk menghentikan bencana kekeringan. Sebelumnya Laznas ini rutin melakukan droping air bersih.
Pembangunan pipa ini melengkapi upaya BMH Yogyakarta agar ada solusi permanen untuk mengatasi krisis air di Bumi Handayani. Alhamdulillah untuk jangka panjangnya saat ini BMH Yogyakarta membangun pipanisasi, semoga bisa mengatasi kekeringan,” ujar Syai’in.
BACA JUGA: Pemerintah Tetapkan Target Pertumbuhan Ekonomi Tahun Depan 5,2 Persen, Ekonom Sebut Terlalu Optimistis
Syai’in menerangkan upaya pembangunan pipa ini juga disambut baik oleh warga di Kapanewon Rongkop tersebut. “Warga sangat antusias dengan adanya program pipanisasi di kampung mereka. Termasuk juga dalam proses pembangunannya, masyarakat turut dilibatkan sehingga masyarakat menjadi merasa memiliki dengan program yang telah kami inisiasi,” paparnya.
Salah satu tokoh masyarakat Padukuhan Mojing, Musiyar membenarkan antusaisme warganya tersebut. "Kami merasa senang dengan adanya program pipanisasi yang telah dijalankan oleh BMH Yogyakarta," tuturnya.
Pembangunan pipa, jelas Musiyar, sudah diharapkan warganya sejak lama karena itu adalah solusi jangka panjang masalah kekeringan di wilayah tersebut.
"Kalau musim kemarau tiba, dan penyimpanan air hujan sudah habis warga sudah harus siap-siap untuk membeli air menggunakan tangki. Alhamdulillah sekarang harapan itu sudah terjawab lewat bantuan dari BMH, semoga apa yang diusahakan ini menjadi pahala untuk tim BMH dan juga bagi para para muhsinin,” katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program beasiswa santri dan pengasuh pondok pesantren tahun 2026 yang digulirkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, membuka peluang dan harapan
WhatsApp menghadirkan Meta Business Agent untuk bisnis Indonesia. Agen AI ini membantu melayani pelanggan 24 jam dan mempercepat respons hingga penjualan.
Jetty Muara Sungai Bogowonto di Kulonprogo rusak akibat gelombang tinggi. BBWSSO menyebut kerusakan sekitar 2 persen dan fungsi masih aman.
Ferran Torres dikabarkan pindah dari Barcelona ke PSG dengan nilai transfer 48,5 juta euro. Simak profil dan perjalanan kariernya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
DPRD Kota Jogja meminta penyaluran bansos beras tak hanya terpaku DTSEN agar warga yang baru jatuh miskin tidak terlewat.