Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Logo halal Indonesia - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Sebanyak 25 rumah potong ungags (RPU) di Kulonprogo telah mendapatkan sertifikasi halal. Dengan sertifikasi halal RPU ini, maka UMKM yang memanfaatkan bahan baku olahan daging unggas pun dipastikan terjamin kehalalannya.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kulonprogo, Iffah Mufidati, menjelaskan proses sertifikasi halal untuk 25 RPU tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Gebyar UMKM Kulonprogo 2024 sejak awal Agustus lalu. “Saat ini sudah selesai prosesnya untuk 25 RPU,” ujarnya beberapa waktu lalu.
BACA JUGA: Ratusan UMKM di Kota Jogja Dapat Fasilitas Sertifikasi Halal Gratis
Dalam proses sertifikasi halal RPU ini, pihaknya melibatkan beberapa pihak terkait seperti Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Kantor Kemenag Kulonprogo, Baznas Kulonprogo, dan didukung pendanaan dari dana keistimewaan (danais) DIY.
“Kami menggandeng dari Dinas Pertanian dan Pangan terkait data binaan RPU dan juru sembelih halal atau juleha. Kemudian Kantor Kemenag untuk menyelenggarakan pelatihan juleha bersama Baznas Kulonprogo,” paparnya.
Pelatihan juleha diperlukan untuk memenuhi persyaratan dari penyelenggara sertifikasi halal, yakni Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI). “Membutuhkan SDM dua juru sembelih halal dan satu penyelia untuk bisa terbitnya sertifikasi halal,” katanya.
Dengan sertifikasi halal di tingkat RPU ini, ia berharap agar UMKM yang memanfaatkan olahan daging unggas pun akan leih mudah mendapatkan sertifikat halal, karena sudah bersumber dari RPU yang bersertifikat halal.
“Ini yang jadi landasan kami. RPU jadi sasaran mendapat sertifikat halal dulu. Hulunya di penuhi dulu, insyaalloh hilirnya yakni UMKM yang memanfaatkan bahan baku dari olahan daging unggas yang berasal dari RPU yang sudah punya sertifikat halal,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Sekolah mahal belum tentu menjamin kesuksesan anak. Riset terhadap keluarga pengusaha sukses menemukan lima karakter utama yang justru lebih menentukan masa dep
Bupati Temanggung Agus Setyawan mengajak warga mengawasi revitalisasi sekolah swakelola agar pembangunan sesuai kebutuhan.
Pemerintah mengalokasikan Rp820,9 triliun untuk pendidikan pada RAPBN 2027, termasuk PIP, KIP Kuliah, MBG, dan Sekolah Garuda.
Instagram resmi mengganti logo teks atau wordmark setelah 10 tahun. Desain baru menuai pro dan kontra karena banyak pengguna salah membaca tulisan Instagram men
Ledakan industri drama AI di China melahirkan bisnis baru berupa lisensi wajah manusia. Warga mendapat bayaran hingga Rp12 juta, namun risiko penyalahgunaan dat