Ratusan Sekolah di Gunungkidul Disetujui Direvitalisasi
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 131 sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat. Diharapkan dapat meingkatkan sarpras di sekolah.
Ilustrasi aktivasi identitas kependudukan digital - Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Sleman mengklaim capaian Identitas Kependudukan Digital (IKD) tertinggi di DIY. Meski demikian, upaya sosialisasi terus digencarkan karena ada target partisipasi hingga 30%.
Kepala Bidang Pengelolaan Informas Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data, Theresia Okti Herawati mengatakan, belum lama ini ada rapat koordinasi tentang kinerja perekaman KTP-el dan aktivasi Identitas Kependudukan Digital. Berdasarkan papaaran tersebut, Kabupaten Sleman menduduki peringkat teratas di DIY.
Dia menjelaskan, untuk perekaman KTP-el sudah mencapai 99,48%. Jumlah ini lebih tinggi dari rataan di DIY yang sebesar 99,03%.
“Untuk tingkat kabupaten dan kota, Sleman juga nomor satu. Yang paling dekat adalah 99,02,” kata Hera, Kamis (22/8/2024).
Hal yang sama juga terlihat dari aktivasi IKD. Di Kabupaten Sleman capainnya sudah menyentuh 11,01%. Sedangkan wilayah lain seperti Bantul baru mencapai 8,41% atau Gunungkidul 1,24%.
“Untuk rata-rata di DIY, aktivasi IKD baru mencapai 6,62%,” ungkapnya.
Meski menduduki peringkat tertinggi untuk capaian aktivasi Identitas Kependudukan Digital, Hera mengakui terus melakukan sosialisasi ke Masyarakat. Hal ini dilakukan agar capaian bisa meningkat sehngga bisa menyasar ke 30% pemilik KTP-el seperti yang ditargetkan dari Pemerintah Pusat.
“Terus kita upayakan dan mudah-mudahan di 2025, sudah bisa direalisasikan,” katanya.
Hera menambahkan, keberadaan Identitas Kependudukan Digital untuk melengkapi kepemilikan KTP-el. Oleh karena itu, keduanya tetap berlaku sebagai kartu penduduk yang sah.
“Kalau bentuk digital lebih simpel dan tidak mudah rusak seperti fisik dari KTP-el. Tapi, dari sisi fungsi keduanya sama sebagai identitas kependudukan,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Pelaksana Tugas Kepala Disdukcapil Sleman, Susmiarto. Menurut dia, kepemilikan IKD merupakan salah satu program untuk mewujudkan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan.
Oleh karena itu, upaya sosialisasi terus dilakukan agar capainnya bisa terus ditingkatkan. Menurut dia, sosialisasi tidak hanya dilakukan ke kalurahan atau padukuhan, tapi juga ada program jemput bola ke sekolah dan lainnya.
“Ke sekolah tujuannya juga untuk melakukan perekaman KTP-el bagi murid yang telah berusia 17 tahun. Jadi, selain mendapatkan KTP-el, sekalian bisa untuk aktivasi Identitas Kependudukan Digital,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 131 sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat. Diharapkan dapat meingkatkan sarpras di sekolah.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg 2027 turun Rp11,4 triliun. DPR menyoroti data penerima subsidi dan tingginya exclusion error pemerintah.
Wapres Gibran meminta pendataan warga terdampak banjir bandang Solok dipercepat untuk penanganan dan penataan permukiman.
Pertumbuhan anak perempuan yang lambat perlu dipantau. Kenali faktor penyebab perawakan pendek dan risiko gangguan kromosom.
Bank BPD DIY menyalurkan CSR di Kulonprogo, mulai dari bedah 15 RTLH, beasiswa, fasilitas publik hingga bantuan motor sampah.