Festival Jeron Beteng Jogja, Ada Layang-Layang hingga Pawai Ogoh-Ogoh
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
Penanganan kebakaran yang dilakukan petugas Dinas Damkarmat Kota Jogja, beberapa waktu lalu. ist/Dokumentasi Damkarmat Kota Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Jogja berinovasi untuk bisa mencegah hingga mengatasi kejadian kebakaran. Salah satu inovasi yang belum lama ini diluncurkan yakni inovasi Manajemen Strategis Jogja Aman Kebakaran atau Mas Jaka.
Kepala Dinas Damkarmat Kota Jogja, Taokhid, menjelaskan Mas Jaka merupakan sebuah kebijakan terkait dengan upaya pencegahan kebakaran di Kota Jogja. Inovasi ini bertujuan meningkatkan ketahanan dan keselamatan kebakaran di lingkungan. Menurut Taokhid, keselamatan kebakaran lingkungan yang dimaksud meliputi lingkungan kelurahan ataupun lingkungan di sejumlah kawasan strategis.
“Misalnya di kawasan sumbu filosofi yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO yang memiliki risiko lebih sehingga harus diantisipasi,” kata Taokhid, Kamis (22/8/2024).
Dia menuturkan sumber daya dan anggaran Pemkot Jogja sangat terbatas, sehingga inovasi Mas Jaka ini merupakan upaya menyinergikan peran semua komponen pemangku kepentingan untuk meningkatkan ketahanan dan keselamatan kebakaran lingkungan.
Kebijakan Mas Jaka dilaksanakan melalui beberapa tahapan strategis, di antaranya pembentukan tim kerja dan Satgas Jogja Aman Kebakaran, pengembangan aplikasi Si Jaka, pembentukan Forum Keselamatan Kebakaran (FKK) dan Sukarelawan Kebakaran Kawasan Gumaton (Tugu, Malioboro, Kraton).
Ada juga penyusunan regulasi Mas Jaka, edukasi dan pendampingan mitigasi risiko kebakaran, simulasi kebakaran kawasan sumbu filosofi, hingga CSR sarpras sistem proteksi kebakaran lingkungan. Pembangunan jaringan hidran kering di kawasan penyangga sumbu filosofi dan pembangunan pos damkar di kawasan sumbu filosofi juga dilakukan.
“Kota Jogja wilayahnya kecil tetapi padat penduduk, sehingga risiko kebakaran menjadi tinggi. Pemkot Jogja selama ini sudah berupaya mencegah dan menanggulangi kebakaran secara fisik seperti membangun Inovasi Sistem Jaringan Hidran Kering [Si Jarak] di kampung yang padat penduduk dan akses jalannya sempit untuk mobil pemadam kebakaran,” tuturnya.
Khusus untuk penanggulangan kebakaran di kawasan sumbu filosofi, Taokhid mengatakan selama ini sudah ada jaringan hidran kota atau hidran basah dari PDAM yang tekanan airnya sudah memenuhi standar sehingga langsung bisa disambungkan dengan selang untuk pemadaman kebakaran.
Namun, jaringan hidran kering yang terbangun di kawasan penyangga sumbu filosofi baru 40%. “Dengan adanya Mas Jaka, maka masyarakat dapar meningkatkan kemandirian dan keandalan dalam sistem keselamatan kebakaran di wilayah sehingga indeks ketahanan dan keselamatan kebakaran akan meningkat,” katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada 1.000 perwira TNI-Polri di Seskoad Bandung, sekaligus meresmikan perpustakaan dan museum
BGN berkoordinasi dengan Satgas MBG Polri untuk mengusut maraknya dugaan penipuan jual beli titik SPPG program Makan Bergizi Gratis.
KPK memeriksa tiga ASN Kemenhub sebagai saksi kasus dugaan suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api DJKA Kemenhub.
Kemendag meluncurkan layanan alat ukur SPKLU guna memastikan konsumen kendaraan listrik mendapat daya sesuai pembayaran
Penjualan sapi kurban asal Gunungkidul tembus 4.700 ekor jelang Iduladha 2026. Permintaan naik dibanding tahun lalu.