Kisah Riski dan Arif Berburu Kerja di Job Fair Disabilitas
Job fair disabilitas Kulonprogo mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan. Riski dan Arif berbagi perjuangan mencari pekerjaan inklusif.
Pemadam Kebakaran - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Lonjakan kejadian kebakaran mulai terlihat di Kabupaten Kulonprogo selama musim kemarau 2026. Hingga pekan ketiga Juli, jumlah peristiwa kebakaran yang ditangani petugas sudah menyamai bulan dengan angka kejadian tertinggi sepanjang tahun ini, sementara kondisi cuaca kering masih berpotensi berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.
Peningkatan tersebut didominasi kebakaran lahan yang terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Kulonprogo. Dalam rentang waktu yang berdekatan, petugas Seksi Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo juga menangani kejadian kebakaran pada bangunan dan kandang ayam.
Kepala Seksi Damkarmat BPBD Kulonprogo, Raden Chris Hartanto, mengungkapkan tren kenaikan laporan kebakaran mulai terasa dalam sekitar satu bulan terakhir.
Menurutnya, sejak akhir Juni 2026, petugas lebih sering menerima laporan mengenai lahan maupun bangunan yang terbakar dibandingkan periode sebelumnya.
"Mayoritas sebulan terakhir kebakaran lahan, lainnya karena korsleting listrik," kata Hartanto saat dikonfirmasi, Rabu (22/7/2026).
Data BPBD Kulonprogo menunjukkan Juli menjadi salah satu bulan dengan jumlah kejadian kebakaran tertinggi sepanjang 2026. Hingga saat ini, tercatat sembilan kejadian kebakaran telah ditangani petugas. Angka tersebut sudah menyamai jumlah kejadian pada Maret 2026 yang juga mencapai sembilan kasus.
Pada bulan lainnya, BPBD mencatat delapan kejadian kebakaran selama April 2026. Sementara itu, Juni mencatat empat kejadian, Februari tiga kejadian, dan Januari satu kejadian.
Jumlah kejadian pada Juli dinilai cukup signifikan karena pencatatan masih berlangsung dan bulan tersebut masih menyisakan sekitar satu pekan. Kondisi ini membuat potensi penambahan kasus masih terbuka apabila cuaca kering terus berlanjut.
Hartanto menjelaskan sebagian besar kebakaran yang terjadi berkaitan dengan faktor kelalaian manusia.Ia menyebut aktivitas pembakaran sampah di lahan terbuka masih menjadi penyebab yang paling sering ditemukan saat petugas melakukan penanganan di lapangan.
"Penyebabnya mayoritas karena membakar sampah di lahan terbuka, lalu ditinggal saat apinya belum sepenuhnya padam," lanjutnya.
Cuaca yang lebih kering selama musim kemarau turut memperbesar risiko api cepat merambat ke area sekitar. Karena itu, kebakaran lahan kembali menjadi kejadian yang berulang dan hampir selalu muncul setiap periode kemarau.
Untuk menekan risiko tersebut, BPBD Kulonprogo terus mengupayakan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan kebakaran.
Hartanto mengakui upaya sosialisasi menghadapi tantangan akibat kebijakan efisiensi anggaran yang juga berdampak pada kegiatan Damkarmat.
Meski demikian, sejumlah kegiatan edukasi masih dapat dilakukan karena adanya permintaan langsung dari masyarakat yang mengundang petugas untuk memberikan sosialisasi di wilayah mereka.
"Kalau kami yang adakan sendiri, kondisi anggarannya sedang minim," jelas Chris.
Di tengah penyesuaian anggaran tersebut, BPBD memastikan kesiapan armada pemadam tetap terjaga. Kebutuhan bahan bakar minyak untuk kendaraan operasional disebut masih aman sehingga pelayanan kedaruratan dapat berjalan normal ketika terjadi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Damkarmat BPBD Kulonprogo, Eko Susanto, mengatakan terdapat sejumlah penyesuaian program akibat kebijakan efisiensi anggaran.
Salah satu kegiatan yang terdampak ialah edukasi dan penyuluhan ke sekolah-sekolah.
"Namun kami pastikan layanan kedaruratan seperti kebakaran dan penyelamatan tetap jadi prioritas," jelasnya.
BPBD Kulonprogo tetap menempatkan layanan pemadaman kebakaran dan penyelamatan sebagai kegiatan utama yang harus berjalan selama musim kemarau, ketika risiko kebakaran cenderung meningkat dibandingkan periode sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Job fair disabilitas Kulonprogo mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan. Riski dan Arif berbagi perjuangan mencari pekerjaan inklusif.
Menhub Dudy Purwagandhi meminta maskapai segera menginformasikan pembatalan dan refund tiket akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Perubahan desil membuat sebagian warga DIY kehilangan bansos. Sekda DIY meminta verifikasi data DTSEN dipercepat agar bantuan tepat sasaran.
Kebakaran gedung pesta pernikahan di Kinshasa, Kongo, menewaskan 22 orang. Jalur evakuasi terbatas diduga memperparah jumlah korban.
OJK mencabut izin usaha 13 bank sepanjang 2026. Berikut daftar BPR dan BPRS yang izinnya dicabut hingga September.
Konstruksi Tol Jogja-Solo Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman ditargetkan rampung Desember 2026 dan diharapkan memperlancar arus Jateng-DIY.