Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Kekeringan - Ilustrasi StockCake
Harianjogja.com, JOGJA—DIY menghadapi musim kemarau yang diperkirakan akan berlangsung sampai Oktober mendatang. Ribuan tangki air terus didistribusikan sembari menunggu kepastian modifikasi cuaca dari Badan nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di lokasi kekeringan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Noviar Rahmad, menjelaskan berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim kemarau masih terjadi sampai Oktober. “Sampai dasiran 3 Oktober masih kekeringan,” ujarnya, Senin (26/8/2024).
Sampai dengan akhir Agustus ini, ribuan tangka air telah didistribusikan di wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan, di tiga kabupaten yakni Gunungkidul, Kulonprogo dan Bantul. Gunungkidul merupakan wilayah yang terbanyak terdampak kekeringan.
“Gunungkidul sudah didropping yang dari kecamatan 2.000 tangki, kabupaten 800 tangki, jadi totalnya 2.800 tangki. Stok dari Gunungkidul masih ada. Dari Kulonprogo sudah dropping 23 tangki dan Bantul 25 tangki,” paaparnya.
Air yang didistribusikan tersebut masih berasal dari kabupaten dan kota masing-masing. Ia memastikan ketersediaan air masih sangat mencukupi untuk didistribusikan. “Sementara stok yang dari Dinas Sosial DIY juga masih ada 100 tangki. Sekarang masih dikover kabupaten-kota dulu,” ungkapnya.
Selain dropping air, BPBD DIY juga sudah berkoordinasi dengan BNPB untuk permintaan modifikasi cuaca. Namun hingga saat ini ia belum mendapatkan informasi lebih lanjut terkait kepastian rencana ini, karena jika situasinya tidak memungkinkan, maka modifikasi cuaca tidak bisa dilakukan.
Adapun pelaksana modifikasi cuaca nantinya langsung dari BNPB. “Masih dirapatkan di pusat. Karena perlu melihat situasi dulu, apakah ada awan yang bisa membuat titik-titik hujan atau tidak. Karena yang melakukan itu langsung dari BNPB,” kata dia.
Ia mengatakan modifikasi cuaca sudah dilakukan di beberapa daerah, namun ada yang berhasil dan tidak. “Kemaren yang dilakukan di Bojonegoro berhasil, di Wonogiri tidak berhasil. Karena tidak awan yang mengandung titik-titik hujan. Kita masih menunggu BNPB,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
KPK memeriksa Dirut PT Catur Elang Perkasa terkait dugaan korupsi investasi dan pinjaman jangka panjang PPT Energy Trading.
UMY menolak pembangunan dapur MBG di kampus dan memilih mendukung program melalui riset dosen serta magang mahasiswa.
Polsek Prambanan dan Pos Lantas Mitra 11 menyita 10 motor saat razia balap liar di wilayah Prambanan, Klaten.
Pendaki Gunung Muria di Kudus jatuh ke jurang sedalam 40 meter di jalur Argopiloso dan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Korlantas Polri siaga 24 jam selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus untuk antisipasi lonjakan kendaraan dan kemacetan.