Terdampak Rel Kereta Bandara dan JJLS, Begini Nasib Tanah Wakaf di Kulonprogo

Triyo Handoko
Triyo Handoko Jum'at, 30 Agustus 2024 19:27 WIB
Terdampak Rel Kereta Bandara dan JJLS, Begini Nasib Tanah Wakaf di Kulonprogo

Suasana koordinasi Kemenag Kulonprogo dengan sejumlah lembaga atas terdampaknya tanah wakaf untuk proyek strategis nasional./Istimewa

Harianjogja.com, KULONPROGO—Beberapa titik tanah wakaf di Bumi Binangun terdampak proyek strategis nasional (PSN). Pembangunan PSN pada tanah wakaf itu menyebabkan pemindahan yang akan dilakukan Kemenag Kulonprogo.

Proyek yang menyebabkan terdampaknya tanah wakaf tersebut antara lain pembangunan rel kereta api sebagai akses ke Yogyakarta International Airport (YIA) dan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).

Kepala Kemenag Kulonprogo, Wahib Jamil menjelaskan sudah melakukan ruislaag sesuai kaidah atau tukar guling terhadap tanah wakaf yang terdampak.

Wahib menyebut sebagian tanah wakaf sudah dilakukan tukar guling, sebagian lagi belum dilakukannya. Setidaknya terdapat empat bidang tanah wakaf yang belum dilakukan ruislaag tersebut.

Dua bidang tanah yang belum ditukar guling itu terdampak proyek pembangunan rel kereta untuk meningkatkan akses YIA. "Kedua tanah itu adalah Masjid Al Ikhlas milik PC Muhammadiyah dan tanah calon rumah sakit dari MWC NU Temon. Keduanya berada di Kalurahan Kaligintung, Temon,” ucap dia.

Proses tukar guling tanah wakaf untuk rel kereta itu sudah dilakukan sejak 2021. Wahib kemudian menjelaskan untuk tanah wakaf yang terdampak JJLS masih menyisakan dua bidang yang perlu segera dilakukan tukar guling.

Tanah wakaf yang terdampak JJLS di Kulonprogo itu kini diperuntukan guna  Masjid Al Fajar dan Masjid Syukur. "Keduanya berada di Kalurahan Garongan, Panjatan dan akan segera diurus ruislaag-nya,” kata Wahib.

BACA JUGA: Jumlah Tanah Wakaf Terdampak Tol Jogja Solo dan Tol Jogja Bawen di Sleman Bertambah

Sementara itu, petugas penyelenggara zakat dan wakaf Kemenag Kulonprogo, Haris Widiyanto menyebut pihaknya terus mencari solusi atas tanah wakaf terdampak PSN tersebut. “Permasalahan ruislaag wakaf ini harus segera dicarikan solusinya. Hal ini supaya kita mengetahui letak permasalahan dan dapat segera diselesaikan prosesnya secara clear and clean," ujarnya.

Haris menjelaskan pihaknya dalam mencari solusi tersebut berkoordinasi dengan Dinas Tata Ruang dan Pertanahan, BPN Kulonprogo, hingga Dinas Pekerjaan Umum. "Lewat koordinasi ini agar solusi tukar guling yang dihasilkan jadi yang terbaik.”

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online