Pesawat Garuda GA604 Pecah Ban, Mendarat Darurat di Makassar
Ban pesawat Garuda GA604 pecah setelah lepas landas dari Soekarno-Hatta. Pesawat mendarat selamat di Makassar dan menjalani pemeriksaan.
Skrining TBC - Ilustrasi Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Deteksi dini penyakit tuberkulosis (TB) di Kota Jogja dioptimalkan melalui pencarian kasus secara aktif (active case finding/ACF) pada kelompok berisiko tinggi.
"Kelompok dengan risiko tinggi TB seperti anak-anak, orang dengan HIV/AIDS dan penderita diabetes melitus," ujar Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Jogja Lana Unwanah dalam keterangannya di Jogja, Jumat (30/8/2024).
Selain menyasar kelompok berisiko tinggi, kata Lana, pihaknya juga menggencarkan pencarian kasus pada lokus wilayah dengan potensi kasus TB yang tinggi.
Selama tiga tahun terakhir, menurut dia, Pemkot Jogja bersama Zero TB Jogja bekerja sama untuk melakukan ACF yang menyasar seluruh kelompok masyarakat di setiap wilayah untuk deteksi dini.
Dia menegaskan bahwa untuk memutus mata rantai penyebaran TB tidak sekadar menyasar pasien saja, tapi juga orang serumah atau yang memiliki intensitas kontak erat dengan pasien.
BACA JUGA: Ramai Tudingan Gratifikasi di Medsos, KPK Siap Mengklarifikasi Kaesang
Hingga Juli 2024, Pemkot Jogja mencatat temuan 775 kasus TB dengan tingkat keberhasilan pengobatan mencapai 70,4%, dengan 30% diantaranya merupakan TB resisten obat.
Pasien TB yang kontaknya diperiksa mencakup 15,74% dan kontak serumah yang mendapatkan pengobatan pencegahan 25%.
Lana mengimbau masyarakat terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), dan ketika memiliki gejala, seperti demam selama lebih dari dua minggu, batuk berkepanjangan atau penurunan berat badan agar segera mengunjungi puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
"TBC bisa sembuh dengan penanganan dan pengobatan yang tepat. Untuk itu jangan ragu periksa, karena kesadaran diri sendiri untuk menanggulangi TBC sangat penting agar penyakit ini segera teratasi dengan tuntas," ujar dia.
Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Jogja Wirawan Hario Yudo mengatakan selain berdampak pada permasalahan kesehatan, TB juga memengaruhi kehidupan sosial ekonomi masyarakat.
Oleh sebab itu, penanggulangannya harus dilakukan dengan strategi pencegahan, penanganan, dan pengobatan yang tepat.
"Penanggulangan TB menjadi pekerjaan bersama lintas sektor, yang di dalam pelaksanaannya harus dilakukan dengan gerakan aktif dan masif, melibatkan seluruh lapisan masyarakat untuk mencapai Eliminasi TBC tahun 2030 secara nasional, dan Zero TB 2026 di Kota Jogja," tutur Wirawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Ban pesawat Garuda GA604 pecah setelah lepas landas dari Soekarno-Hatta. Pesawat mendarat selamat di Makassar dan menjalani pemeriksaan.
Harga Pertamax diproyeksikan sulit turun hingga akhir 2026. Ekonom memperkirakan harga bisa turun sekitar Rp1.500 per liter.
Gibran memastikan pembangunan huntap bagi warga terdampak bencana Sumut mulai September 2026 agar mendapat hunian layak dan aman.
Sapi milik warga Panggang, Gunungkidul, ditemukan mati di ladang. Bagian paha hilang dan polisi masih menyelidiki penyebab kematiannya.
Upaya penanganan kemiskinan secara terpadu yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menuai berbagai apresiasi dari berbagai pihak.
Menpora Erick Thohir meminta tim bulu tangkis Indonesia fokus menghadapi Asian Games 2026 dengan target emas beregu putra.