Delapan Belas Bulan dalam Capaian dan Pekerjaan Rumah
Presiden Prabowo memaparkan capaian dan pekerjaan rumah Kabinet Merah Putih setelah 18 bulan pemerintahan, dari pangan hingga digitalisasi.
Ilustrasi kekeringan - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, KULONPROGO—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulonprogo mengusulkan penetapan status tanggap darurat kekeringan kepada penjabat bupati setempat setempat karena dampak kekeringan semakin meluas seiring banyaknya kelompok masyarakat mengajukan permohonan bantuan air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Kulonprogo Taufik Prihadi di Kulonprogo, Jumat, mengatakan wilayah terkena dampak kekeringan meliputi enam kapanewon yaitu Kokap, Samigaluh, Girimulyo, Nanggulan, Kalibawang, dan Pengasih.
"Meluasnya dampak kekeringan terlihat dari meningkatnya permintaan distribusi (dropping) air bersih dari masyarakat. Peningkatan tersebut dirasakan terutama dalam dua pekan terakhir," kata Taufik, dilansir Antara
Ia mengatakan BPBD Kulonprogo usulan tersebut diajukan mengingat dampak kekeringan yang semakin meluas di musim kemarau ini.
BPBD Kulonprogo telah menyalurkan sebanyak 38 tangki air bersih sepanjang Juli-Agustus ini. Setiap tangki mampu menampung sebanyak 5 ribu liter air.
"Jumlah tangki ini belum termasuk dengan bantuan air yang dilakukan pihak lain seperti Dinas Sosial, TNI, dan POLRI," katanya.
Menurut Taufik, adanya surat keputusan (SK) status tanggap darurat kekeringan, pihaknya bisa mengakses pos belanja tak terduga (BTT) dari APBD Kulonprogo.
"BTT digunakan untuk mendukung program dropping air bersih," katanya.
Selain itu, BPBD Kulonprogo juga terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan berbagai pihak terkait skema bantuan air bersih. Koordinasi dilakukan dengan instansi pemerintah hingga pihak swasta yang memberikan bantuan.
"Perlu ada koordinasi agar proses dropping air bersih ke masyarakat tidak tumpang tindih," kata Taufik.
Namun demikian, kata Taufik, wilayah terdampak kekeringan pada 2024 ini mengalami penurunan dibandingkan 2023. Pada 2023, BPBD Kulonprogo mencatat sebanyak delapan kapanewon terdampak kekeringan.
"Kami berharap dampak kekeringan tidak semakin meluas," katanya.
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan musim kemarau diprediksi berlangsung hingga September. Memasuki Oktober, hujan akan mulai turun meski baru di beberapa wilayah.
Ia mengatakan musim kemarau 2024 ini bersifat netral. Berbeda dengan kemarau 2023 yang terbilang sangat kering dan memicu terjadinya fenomena El Nino.
"Kalau sekarang kemaraunya bersifat lebih basah, tidak sekering tahun lalu," kata Dwikorita.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Presiden Prabowo memaparkan capaian dan pekerjaan rumah Kabinet Merah Putih setelah 18 bulan pemerintahan, dari pangan hingga digitalisasi.
Josko Gvardiol resmi memperpanjang kontrak bersama Manchester City hingga 2031. Bek Kroasia itu ingin terus meraih prestasi bersama The Citizens.
PWI Pusat akan mencabut laporan terhadap Hotman Paris di Polda Metro Jaya setelah tercapai kesepahaman melalui mediasi yang difasilitasi Sufmi Dasco Ahmad.
Wamendagri Bima Arya menyatakan pemerintah belum membahas usulan kewarganegaraan ganda dan masih mengkaji aspek hukum serta data pendukung.
PSS Sleman memastikan seluruh pemain asing telah tiba dan menjalani MCU. Manajemen kini menuntaskan administrasi sebelum peluncuran tim.
Presiden Prabowo akan meresmikan program listrik desa sebelum 14 Agustus 2026. Sebanyak 1.400 desa telah tersambung listrik sepanjang 2025.