Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Suasana pelatihan produksi pakan ternak fermentasi yang diikuti Kelompok Tani Sido Mulyo di Kapanewon Kalibawang./Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO—Musim kemarau yang melanda Bumi Binangun memicu menipisnya stok pakan ternak berbasis tanaman seperti rumput gajah. Kondisi ini mengancam hewan ternak milik warga Kulonprogo.
Makin menipisnya pakan ternak dari tanaman membuat para peternak harus merogoh kocek, sebagian besar mesti membeli jerami.
Dari kondisi tersebut Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kapanewon Kalibawang melakukan pelatihan produksi pakan fermentasi di wilayahnya.
Salah satu pelatihan dilangsungkan pada Kelompok Tani Sido Mulyo di Padukuhan Tirip, Kalurahan Banjarasri. Petugas BPP Kalibawang, Yuantoni menjelaskan pihaknya melatih kelompok tani yang banyak memiliki hewan ternak ini dengan berbagai model produksi pakan fermentasi. "Seperti teknik pengolahan pakan dengan amoniasi, hay, silase, urea molasses multinutrient blok, sampai bioteknologi pakan lainnya," ujar dia, Jumat (30/8/2024).
Tujuan pelatihan ini untuk meningkatkan keterampilan peternak, jelas Yuantoni, dalam meningkatkan kualitas bahan pakan bagi hewannya. "Pakan ternak fermentasi ini juga memiliki keunggulan seperti memudahkan penyimpanan, pengawetan pakan, dan meningkatkan efisiensi pakan," jelasnya.
Tak hanya pelatihan, lanjut Yuantoni, peternak juga diajak praktik langsung produksi pakan fermentasi. Dalam produksi itu cukup mudah dengan hanya satu alat yaitu mesin pencacah tanaman. "Tanaman pakan ternak yang sudah dicacah ditambahi bekatul, garam krosok, lalu ditutup hingga kedap udara," ujar dia.
BACA JUGA: Gunungkidul Maksimalkan Bank Pakan Ternak
Ketua Kelompok Tani Sido Mulyo, Sumarjono menyebut pelatihan dan praktik produksi pakan ternak fermentasi ini sangat dimintai anggotanya. Pasalnya, pelatihan ini cocok dengan kebutuhan peternak yang sedang menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan makanan bagi ternaknya tersebut.
Sumarjono menjelaskan pakan fermentasi juga merupakan hal baru bagi anggota kelompok taninya. "Secara umum kami tahu ada model seperti itu, tapi untuk praktik belum tahu. Setelah dicoba ternyata mudah juga," ujarnya.
Selain produksinya mudah, lanjut Sumarjono, model pakan fermentasi ini juga lebih unggul dengan pakan lain. "Kami cobakan ke sapi kami ternyata juga dimakan habis semua, sangat cocok dengan kebutuhan kami.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.