Produk Lokal Kuasai 55 Persen Katalog Sociolla hingga Juni 2026
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
Wisata Pantai Parangtritis, Bantul - Antara
Harianjogja.com, BANTUL–Ombak Pantai Parangtritis kembali menelan korban. Seorang wisatawan berinisial AJP, 18, asal Semarang, Jawa Tengah, hingga Sabtu (5/4/2025) siang, masih belum ditemukan setelah terseret ombak pada Jumat pagi (4/4/2025).
Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan laut di kawasan selatan Jogja yang dikenal rawan arus balik (rip current).
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah III Parangtritis-Depok, Arif Nugraha menyebut, pencarian terus dilakukan dengan mengerahkan personel dari berbagai unsur, termasuk tim dari Ditpolair Polda DIY dan potensi SAR setempat.
“Sampai sekarang hari kedua pencarian, korban masih belum ditemukan. Kami fokus menyisir lokasi terakhir korban terlihat, tapi arus laut yang deras dan angin kencang menyulitkan upaya pencarian,” ujar Arif, Sabtu (5/4/2025).
Insiden itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB pada Jumat (4/4/2025). Korban datang bersama dua rombongan yang terdiri dari 14 orang. Mereka mulai bermain air sejak pukul 07.00 WIB. Tanpa menyadari bahaya rip current, tiga orang, termasuk AJP, terseret arus saat ombak besar datang.
Dua korban lainnya, Abdul Ansori Erare, 19, asal Papua dan Alloisius Juniar Jati Harjanto, 22 asal Semarang, sempat berupaya menolong AJP. Namun, karena tidak menggunakan alat keselamatan, mereka juga ikut terseret arus. Beruntung keduanya berhasil diselamatkan oleh petugas Satlinmas Rescue yang sedang bertugas di sekitar lokasi.
BACA JUGA: Masyarakat Bisa Dapat Tiket Murah Kereta Api, Ini Tips dari PT KAI
Tim SAR gabungan langsung melakukan pertolongan darurat, memberikan edukasi kepada rekan-rekan korban, serta melakukan pendataan di lokasi. Proses pencarian AJP melibatkan penyisiran pantai secara visual serta patroli laut terbatas, mengingat kondisi cuaca yang tidak bersahabat.
Satlinmas kembali mengimbau para wisatawan untuk tidak bermain air di zona rawan ombak, terutama tanpa pengawasan petugas dan tanpa alat keselamatan. Kawasan pantai selatan DIY dikenal memiliki ombak besar dan arus kuat yang sering tidak terduga.
“Kami mohon pengunjung menaati rambu dan imbauan petugas. Pantai selatan bukan untuk berenang bebas. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” tutup Arif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
Kejagung memastikan kasus transfer pricing PT Toba Pulp Lestari berbeda dari laporan Purbaya Yudhi Sadewa dan rugikan negara Rp2 triliun.
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.