Advertisement
Satu Wisatawan Hilang Terseret Ombak di Parangtritis, Tim SAR Masih Lanjutkan Pencarian Hari Kedua

Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL–Ombak Pantai Parangtritis kembali menelan korban. Seorang wisatawan berinisial AJP, 18, asal Semarang, Jawa Tengah, hingga Sabtu (5/4/2025) siang, masih belum ditemukan setelah terseret ombak pada Jumat pagi (4/4/2025).
Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan laut di kawasan selatan Jogja yang dikenal rawan arus balik (rip current).
Advertisement
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah III Parangtritis-Depok, Arif Nugraha menyebut, pencarian terus dilakukan dengan mengerahkan personel dari berbagai unsur, termasuk tim dari Ditpolair Polda DIY dan potensi SAR setempat.
“Sampai sekarang hari kedua pencarian, korban masih belum ditemukan. Kami fokus menyisir lokasi terakhir korban terlihat, tapi arus laut yang deras dan angin kencang menyulitkan upaya pencarian,” ujar Arif, Sabtu (5/4/2025).
Insiden itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB pada Jumat (4/4/2025). Korban datang bersama dua rombongan yang terdiri dari 14 orang. Mereka mulai bermain air sejak pukul 07.00 WIB. Tanpa menyadari bahaya rip current, tiga orang, termasuk AJP, terseret arus saat ombak besar datang.
Dua korban lainnya, Abdul Ansori Erare, 19, asal Papua dan Alloisius Juniar Jati Harjanto, 22 asal Semarang, sempat berupaya menolong AJP. Namun, karena tidak menggunakan alat keselamatan, mereka juga ikut terseret arus. Beruntung keduanya berhasil diselamatkan oleh petugas Satlinmas Rescue yang sedang bertugas di sekitar lokasi.
BACA JUGA: Masyarakat Bisa Dapat Tiket Murah Kereta Api, Ini Tips dari PT KAI
Tim SAR gabungan langsung melakukan pertolongan darurat, memberikan edukasi kepada rekan-rekan korban, serta melakukan pendataan di lokasi. Proses pencarian AJP melibatkan penyisiran pantai secara visual serta patroli laut terbatas, mengingat kondisi cuaca yang tidak bersahabat.
Satlinmas kembali mengimbau para wisatawan untuk tidak bermain air di zona rawan ombak, terutama tanpa pengawasan petugas dan tanpa alat keselamatan. Kawasan pantai selatan DIY dikenal memiliki ombak besar dan arus kuat yang sering tidak terduga.
“Kami mohon pengunjung menaati rambu dan imbauan petugas. Pantai selatan bukan untuk berenang bebas. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” tutup Arif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Seorang Anggota TNI AL Bunuh Jurnalis, Keluarga Korban: Layak Dihukum Mati!
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Angkutan DAMRI di Jogja
- Prakiraan Cuaca di Jogja Hari Ini, Sabtu 5 April 2025, Cerah hingga Hujan Ringan
- Jalur Trans Jogja Terlengkap Cek di Sini
- Top Ten News Harianjogja.com, Sabtu 5 April 2025: Arus Balik Padat di Tol Jogja Solo hingga Isu Tsunami Pengaruhi Kunjungan Wisatawan
- Sejumlah Produk Ekspor DIY Terkena Imbas Kebijakan Trump, Berikut Daftarnya
Advertisement
Advertisement