Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Foto ilustrasi Waste to Energy. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Program Pengolahan Listrik menjadi Energi Listrik (PSEL) terus dikoordinasikan di tingkat teknis maupun kebijakan. Dari pihak Kementerian Lingkungan Hidup sudah mensurvei calon lokasi PSEL di Piyungan. DIY setidaknya butuh 1.00o ton sampah untuk menjalankan program PSEL.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Kusno Wibowo, menjelaskan pihaknya masih terus berkoordinasi dengan Pemkot Jogja, Pemkab Bantul dan Sleman. “Kami masih berkoordinasi dengan kabupaten kota untuk persiapan PSEL,” ujarnya, Sabtu (11/10/2025).
Sedangkan dari pihak pemerintah pusat sudah menggelar peninjauan awal calon lokasi PSEL di Piyungan, meskipun ia belum tahu hasilnya. “Kemarin dari team pusat meninjau awal calon lokasi PSEL, hasilnya nanti akan dilaporkan ke pusat,” katanya.
Meski demikian sampai sekarang Preaturan Presiden (Perpres) yang dijadikan sebagai pedoman program ini belum terbit sehingga belum diketahui detail teknis kelanjutannya. “Kami masih menunggu perpers,” ungkapnya.
Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengatakan dari koordinasi sejauh ini, Pemda DIY bersama kabupaten/kota bersangkutan sudah mengambil kesepakatan, namun belum disampaikan ke pusat. “Kami akan matur dulu ke bapak Gubernur,” ujarnya.
Adapun koordinasi tersebut untuk menentukan apakah akan diambil atau tidaknya program pemerintah pusat ini, dengan mempertimbangkan aspek teknis dan komitmen daerah. “Kalau secara teknis memungkinkan [untuk dijalankan],” paparnya.
Program ini memerlukan dukungan secara teknis dan komitmen jangka panjang dari daerah. Pasalnya, untuk dapat diolah menjadi energi listrik, diperlukan volume sampah setidaknya 1.000 ton per hari. Sedangkan selama ini produksi sampah Sleman, Kota Jogja dan Bantul yang biasa diangkut ke TPA Piyungan hanya 750 ton.
Selain itu, komitmen juga diperlukan karena jika melanjutkan program ini, maka kontrak yang disepakati selama 30 tahun. Dilemanya, ketika program ini diambil maka TPST dan TPS3R yang selama ini dibangun kemungkinan akan dihentikan operasionalnya.
Sebelumnya Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan pentingnya langkah cepat dan terukur untuk mengatasi permasalahan sampah di wilayah perkotaan. Pembangunan fasilitas PSEL merupakan solusi konkret untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah di kota-kota besar yang menghasilkan lebih dari 1.000 ton sampah per hari.
"Teknologi ini akan mengubah beban lingkungan menjadi sumber energi terbarukan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Menteri Hanif dilansir website Kementerian Lingkungan Hidup.
Hasil verifikasi lapangan yang dilakukan bersama Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Danantara, serta PT PLN (Persero) menghasilkan tujuh wilayah aglomerasi di enam provinsi. Ketujuh wilayah tersebut meliputi:
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
BMKG memprakirakan hujan ringan di sejumlah kota pada Minggu. Yogyakarta diprakirakan mengalami udara kabur.
Prabowo Subianto menelon Rahmat Erwin Abdullah usai meraih emas dan memecahkan rekor dunia angkat besi Asian Games 2026.
Menikah di KUA mulai dilirik warga Kulonprogo. Selain gratis, faktor kepraktisan, waktu, dan fleksibilitas resepsi turut menjadi alasan.
Polri menyiapkan anjungan cetak SKCK secara mandiri. Simak cara membuat SKCK online hingga mencetaknya tanpa ke kantor polisi.
PPP mengukuhkan pengurus DPC dan PAC se-DIY untuk memperkuat konsolidasi dan regenerasi menjelang Pemilu 2029.