Progres Tol Jogja-Solo 87 Persen, Akses Keluar Masuk Ditarget Agustus
Progres Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 mencapai 87%. Ramp on dan ramp off ditargetkan selesai Agustus 2026.
Arsip-Foto pengamatan visual BPPTKG menunjukkan guguran awan panas di Gunung Merapi, Kamis (25/1/2024). - ist/BPPTKG
Harianjogja.com, SLEMAN — Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi dalam sepekan terakhir. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat adanya peningkatan volume Kubah Lava Barat Daya serta sejumlah guguran lava di berbagai arah.
Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso menjelaskan, berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental periode 3–9 Oktober 2025, teramati 15 kali guguran lava ke arah hulu Kali Bebeng sejauh maksimum 1.900 meter. Selain itu, guguran lava juga tercatat 49 kali ke arah Kali Krasak sejauh maksimum 2.000 meter, dan 75 kali ke arah Kali Sat/Putih sejauh maksimum 2.000 meter.
Agus menambahkan, hasil analisis foto udara menunjukkan adanya penambahan volume Kubah Lava Barat Daya sekitar 235.000 meter kubik, sehingga total volumenya kini mencapai 4.414.900 meter kubik.
Sementara itu, volume Kubah Tengah belum dapat diukur karena sebagian area tertutup asap. “Berdasarkan survei drone pada periode sebelumnya, volume Kubah Tengah terukur sebesar 2.368.800 meter kubik,” jelasnya, Sabtu (11/10/2025).
Dari hasil foto termal, lanjut Agus, terjadi sedikit penurunan suhu pada kedua kubah lava. Suhu Kubah Barat Daya turun 0,2°C menjadi 247,6°C, sedangkan suhu Kubah Tengah juga menurun 0,2°C menjadi 218,6°C dibandingkan pengukuran sebelumnya.
Dalam sepekan tersebut, jaringan seismik Gunung Merapi merekam 21 gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 778 gempa Fase Banyak (MP), 2 gempa Low Frequency (LF), 578 gempa Guguran (RF), dan 3 gempa Tektonik (TT). “Intensitas kegempaan pada periode ini lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya,” ungkap Agus.
Berdasarkan keseluruhan hasil pengamatan, BPPTKG menyimpulkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih tinggi dan bersifat erupsi efusif. Status aktivitas saat ini tetap berada pada tingkat “SIAGA” (Level III).
Data pemantauan juga menunjukkan suplai magma masih berlangsung, yang berpotensi memicu awan panas guguran (APG) di dalam wilayah potensi bahaya.
Adapun potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan–barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol sejauh maksimal 5 km.
Sementara itu, lontaran material vulkanik akibat letusan eksplosif dapat menjangkau radius hingga 3 km dari puncak.
Agus mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di daerah potensi bahaya, serta selalu waspada terhadap bahaya lahar dan awan panas guguran, terutama saat turun hujan di sekitar Gunung Merapi.
“Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran, terutama saat hujan di kawasan Gunung Merapi,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Progres Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 mencapai 87%. Ramp on dan ramp off ditargetkan selesai Agustus 2026.
DPC PDIP Sleman menggelar sarasehan dan nobar film Kudatuli di Minggir sebagai pendidikan politik serta penguatan soliditas kader menuju Pemilu 2029.
PSS Sleman memastikan seluruh pemain lokal anyar telah tiba di Sleman dan menjalani MCU. Persiapan tim terus dimatangkan untuk musim kompetisi 2026.
Citilink mengoperasikan 43 pesawat hingga Juni 2026. Dukungan Danantara mendorong transformasi Garuda Indonesia Group dan ekspansi rute.
Komunitas Intelijen AS menyebut China memperoleh data 220 juta pemilih Amerika. Beijing membantah pernah mencampuri pemilu AS.
Pemerintah menghormati putusan MK soal pemisahan anggaran MBG dari dana pendidikan dan akan mengkaji dampaknya terhadap APBN.