PAD Wisata Bantul Turun, Baru Rp8,4 Miliar hingga Mei 2026
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
Suasana Festival Klangenan yang digelar Pemkab Bantul di Embung Imogiri, Kalurahan Wukirsari Sabtu (5/4/2025). - Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul kembali menggelar Festival Klangenan yang kali ini diselenggarakan di Embung Imogiri, Kalurahan Wukirsari 4-8 April.
Agenda yang diisi dengan acara budaya, musik dan stand kuliner itu siap memeriahkan masa libur Lebaran wisatawan.
Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta mengatakan, Festival Klangenan menghadirkan romansa kenangan bagi para pengunjung untuk bernostalgia lantaran ada banyak hal jadul atau jaman dulu yang dihadirkan di tempat itu.
“Semoga dengan gelaran yang membawa romansa penuh kenangan akan masa lalu ini bisa menjadi salah satu pemantik bergeraknya ekonomi masyarakat Bantul, utamanya untuk sektor UMKM dan industri kreatif,” ungkapnya, Sabtu (5/4/2025).
Menurut Aris, pelaksanaan Festival Klangenan tahun ini menjadi semakin istimewa karena bertempat di Wukirsari, desa wisata yang telah menorehkan prestasi gemilang di tingkat internasional.
Plt. Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Bantul, Fenty Yusdayati menjelaskan, festival ini telah memasuki tahun ketiga pelaksanaan dan sengaja dijadwalkan bertepatan dengan libur Idulfitri.
"Harapannya masyarakat Bantul yang merantau bisa mudik ke sini, bernostalgia dengan makanan dan kerajinan tradisional, sekaligus menjadi destinasi tambahan bagi wisatawan,” jelasnya.
Sebanyak 50 stan turut berpartisipasi, dua di antaranya adalah pelaku usaha difabel yang diberi ruang untuk menampilkan karya unggulan seperti batik dan produk kreatif lainnya. Kurasi stand dilakukan ketat melalui basis data untuk memastikan legalitas dan kualitas produk.
Festival ini menyajikan berbagai kuliner tradisional seperti mi lethek, jenang gempol, wedang uwuh, hingga yang jarang ditemui. Makanan-makanan tersebut menjadi pengikat memori, menjembatani masa lalu dengan semangat kekinian.
Pemilihan Embung Imogiri sebagai lokasi pun tak lepas dari nilai historis dan geografisnya. “Imogiri itu kawasan budaya dan heritage, ada batik Giriloyo, makam raja-raja, wisata sungai Opak, dan area yang luas di embung untuk pameran,” ujar Fenty.
Selain itu, wilayah ini juga menyandang predikat destinasi terbaik dari UNESCO, sehingga diharapkan bisa memperkaya pilihan wisatawan saat berkunjung ke Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
Data TKA 2026 Kemendikdasmen menunjukkan nilai Matematika SD dan SMP masih jauh di bawah capaian Bahasa Indonesia.
Istana menjelaskan sapi kurban Presiden Prabowo berasal dari anggaran Banpres dan disalurkan kepada masyarakat saat Iduladha 1447 H.
Pendakian Gunung Gede Pangrango ditutup 27-28 Mei 2026. TNGGP siagakan petugas untuk cegah pendaki ilegal.
Warga Kulon Progo gunakan anyaman daun kelapa sebagai wadah daging kurban untuk kurangi sampah plastik saat Iduladha 1448 H.
AS mengerahkan jet tempur F-22 dan puluhan pesawat pengisi bahan bakar di Israel hingga akhir tahun 2026.