Keracunan MBG di Jetis, Dinkes Bantul Temukan Risiko Kontaminasi
Dinkes Bantul menduga jalur makanan matang dan mentah di SPPG Patalan 2 memicu kontaminasi bakteri dalam kasus keracunan MBG.
Suasana Festival Klangenan yang digelar Pemkab Bantul di Embung Imogiri, Kalurahan Wukirsari Sabtu (5/4/2025). - Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul kembali menggelar Festival Klangenan yang kali ini diselenggarakan di Embung Imogiri, Kalurahan Wukirsari 4-8 April.
Agenda yang diisi dengan acara budaya, musik dan stand kuliner itu siap memeriahkan masa libur Lebaran wisatawan.
Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta mengatakan, Festival Klangenan menghadirkan romansa kenangan bagi para pengunjung untuk bernostalgia lantaran ada banyak hal jadul atau jaman dulu yang dihadirkan di tempat itu.
“Semoga dengan gelaran yang membawa romansa penuh kenangan akan masa lalu ini bisa menjadi salah satu pemantik bergeraknya ekonomi masyarakat Bantul, utamanya untuk sektor UMKM dan industri kreatif,” ungkapnya, Sabtu (5/4/2025).
Menurut Aris, pelaksanaan Festival Klangenan tahun ini menjadi semakin istimewa karena bertempat di Wukirsari, desa wisata yang telah menorehkan prestasi gemilang di tingkat internasional.
Plt. Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Bantul, Fenty Yusdayati menjelaskan, festival ini telah memasuki tahun ketiga pelaksanaan dan sengaja dijadwalkan bertepatan dengan libur Idulfitri.
"Harapannya masyarakat Bantul yang merantau bisa mudik ke sini, bernostalgia dengan makanan dan kerajinan tradisional, sekaligus menjadi destinasi tambahan bagi wisatawan,” jelasnya.
Sebanyak 50 stan turut berpartisipasi, dua di antaranya adalah pelaku usaha difabel yang diberi ruang untuk menampilkan karya unggulan seperti batik dan produk kreatif lainnya. Kurasi stand dilakukan ketat melalui basis data untuk memastikan legalitas dan kualitas produk.
Festival ini menyajikan berbagai kuliner tradisional seperti mi lethek, jenang gempol, wedang uwuh, hingga yang jarang ditemui. Makanan-makanan tersebut menjadi pengikat memori, menjembatani masa lalu dengan semangat kekinian.
Pemilihan Embung Imogiri sebagai lokasi pun tak lepas dari nilai historis dan geografisnya. “Imogiri itu kawasan budaya dan heritage, ada batik Giriloyo, makam raja-raja, wisata sungai Opak, dan area yang luas di embung untuk pameran,” ujar Fenty.
Selain itu, wilayah ini juga menyandang predikat destinasi terbaik dari UNESCO, sehingga diharapkan bisa memperkaya pilihan wisatawan saat berkunjung ke Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Bantul menduga jalur makanan matang dan mentah di SPPG Patalan 2 memicu kontaminasi bakteri dalam kasus keracunan MBG.
Pergantian Menkeu dari Purbaya Yudhi Sadewa ke Suahasil Nazara dinilai membuat pasar tetap stabil karena memberi kepastian fiskal.
Gunungkidul mendapat tambahan anggaran untuk 5.100 tangki air bersih. Bantuan disalurkan hingga November karena krisis air masih terjadi.
Suahasil Nazara resmi jadi Menkeu. Pergantian ini dinilai positif, tetapi rupiah dan pasar obligasi berpotensi volatil dalam jangka pendek.
Saleh Husin berharap Menkeu Suahasil Nazara mengedepankan kebijakan fiskal pro-growth dan mendengar kebutuhan dunia usaha serta industri.
Banggar DPR menyebut anggaran kebencanaan naik menjadi Rp1,1 triliun dari Rp494 miliar. Dana siap pakai bencana juga disiapkan Rp5 triliun.