Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Transmigrasi - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemkab Sleman di tahun ini mendapatkan kuota transmigrasi sebanyak empat keluarga. Rencananya pemberangkatan dilaksankan di akhir November 2024.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Sleman, Sutiasih mengatakan, berbagai persiapan untuk pemberangkatan keluarga transmigras sudah dilaksanakan. Belum lama ini, sambung dia, calon transmigran sudah mendapatkan berbagai pelatihan dari Pemerintah DIY berkaitan dengan pengelolaah lahan di lokasi transmigrasi.
“Ada pelatihan pertanian seperti bercocok tanam, mengolah lahan hingga perikanan dan peternakan,” kata Sutiasih kepada wartawan, Senin (2/9/2024).
BACA JUGA : Calon Transmigran asal Gunungkidul Mulai Jalani Pelatihan
Dia menjelaskan, dari sisi program, antusias warga untuk mengikuti transimitrasi tergolong tinggi. Namun, kuota yang diberikan pada tahun ini hanya empat keluarga sehingga harus dilakukan seleksi untuk memilih calon transmigrant.
“Adanya banyak dan yang mendaftar melebihi kuota yang disediakan,” ungkapnya.
Menurut dia, persiapan telah selesai dilakukan sehingga tinggal proses pemberangkatan ke lokasi transmigrasi yang telah ditentukan. Rencananya pemberangkatan dilaksanakan di akhir November mendatang.
“Semua sudah siap dan tinggal pemberangkatan,” katanya.
Sutiasih menambahkan, di lokasi transmigrasi akan mendapatkan rumah siap huni. Selain itu, diberikan lahan perkarangan dan usaha seluas dua hektare.
Di sisi lain juga mendapatkan jatah hidup selama 12 untuk berlokasi di lahan kering dan 18 bulan yang berlokasi di lahan basah. Pemkab Sleman juga menyediakan bantuan modal usaha sebesar Rp13 juta untuk satu keluarganya.
“Ada juga bantuan berupa alat dapur, alat tidur, alat penerangan, alat pertanian, pertukangan hingga bantuan benih dan pupuk,” katanya.
Pemeriksa Ketransmigrasian, Dinas Tenaga Kerja Sleman, Denni Indriastuti mengatakan, tahun ini mendapatkan kuota empat keluarga untuk diberangkatkan dalam program transmigrasi. Adapun lokasi tujuan berada di Kabupaten Luwu timur, Sulawesi Selatan dan Sijunjung di Provinsi Sumatera Barat.
Menurut dia, sebelum calon transmigrant ditetapkan harus memenuhi sejumlah persyaratan mulai dari warga Sleman berusia minimal 18-50 tahun, sudah menikah, sehat jasmani dan Rohani.
“Tentunya harus lolos seleksi sehingga keluarga terpilih bisa berangkat ke daerah tujuan transmigrasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
KPK memeriksa mantan Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan iklan periode 2021-2023.
Wacana pembatasan BBM subsidi untuk desil 9-10 berpotensi berdampak pada 51 juta warga kelas menengah dan calon kelas menengah.
Kejagung memastikan kasus transfer pricing PT Toba Pulp Lestari berbeda dari laporan Purbaya Yudhi Sadewa dan rugikan negara Rp2 triliun.
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.