DPAD DIY Ubah Arsip Lama Jadi Konten Digital Favorit Gen Z
Lewat program tersebut, arsip dan pustaka langka tidak lagi hanya disimpan sebagai dokumen lama, tetapi diolah menjadi artikel populer, infografis, hingga konte
Peningkatan kualitas jalan oleh DPUPKP Sleman di ruas jalan Blembem-Tanen, Sleman./Istimewa -- DPUPKP Sleman
SLEMAN—Upaya Pemkab Sleman dalam menyediakan infrastruktur terbaik bagi masyarakat terus dilakukan setiap tahunnya. Pada sektor penyediaan jalan, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman terus melakukan peningkatan kualitas jalan dan pemeliharaan jalan di berbagai ruas jalan di Bumi Sembada.
Plt. Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Sleman, Suwarsono menjelaskan total panjang Jalan Kabupaten di Sleman mencapai 699,5 kilometer. Dari panjang tersebut, 184,3 kilometer masuk klasifikasi baik; 390,7 kilometer berklasifikasi sedang; 118,65 kilometer berklasifikasi rusak ringan; dan hanya 5,85 kilometer berklasifikasi rusak berat.
Berdasarkan data, 82,20% jalan di Sleman dalam kondisi mantap. Hanya sekitar 17,8% jalan di Sleman yang masuk kategori jalan kondisi tidak mantap. "Dari 699,5 kilometer Jalan Kabupaten yang ada di Sleman, 82 persen, survei dari tahun kemarin itu dalam kondisi mantap, yang lainnya rusak ringan dan rusak berat," kata Suwarsono, Senin (2/9/2024).
Suwarsono menjelaskan setiap jalan punya umur layanannya masing-masing. Cuaca hingga waktu penggunaan akan memengaruhi kondisi jalan. Itulah sebabnya, upaya pemeliharaan jalan terus ditempuh agar kondisi jalan bisa dalam keadaan mantap.
"Umur layanan, karena jalan itu kan ketika di kondisi mantap selang beberapa waktu itu kan juga akan mengalami penurunan kondisi. Jadi ketika mantap ini kami jaga dengan pemeliharaan rutin," ujar dia.
Meski mayoritas Jalan Kabupaten Sleman dalam kondisi baik dan sedang, upaya peningkatan kualitas jalan oleh DPUPKP Sleman tidak berhenti. Pada 2024, DPUPKP Sleman menargetkan peningkatan kualitas enam ruas jalan yang ada di Sleman.
Adapun keenam ruas jalan yang bakal mengalami peningkatan kualitas tersebut mencakup, ruas Kemusuh-Seyegan sepanjang 250 meter dengan anggaran Rp900 juta. Lalu ruas Karanggeneng-Pagerjurang sepanjang 731 meter dengan alokasi anggaran Rp4,42 miliar.
Selanjutnya, ada ruas Banjarsari-Butuh dengan alokasi Rp1,86 miliar untuk peningkatan kualitas jalan sepanjang 300 meter. Berikutnya, ada ruas Sidorejo-Kemasan sepanjang 2,05 kilometer yang bakal ditingkatkan kualitas jalannya dengan pagu Rp4,43 miliar.
Selain itu peningkatan kualitas jalan juga dilakukan di ruas Ngangkruk-Babadan sepanjang 1,55 kilometer dengan pagu Rp4,21 miliar dan ada ruas Blembem-Tanen dengan panjang 1,5 kilometer yang juga akan ditingkatkan kualitas jalannya melalui anggaran Rp5,94 miliar.
Bukan tanpa sebab ruas-ruas jalan diatas diperbaiki. Beberapa ruas merupakan akses penting untuk jalur wisata maupun perekonomian warga.
Dinasnya, lanjut Suwarsono, juga punya data mana-mana Jalan Kabupaten di Sleman yang klasifikasinya belum mantap sehingga harus mendapat peningkatan kualitas jalan. "Ada yang beberapa jalur wisata ada yang di Tanen yang ke arah Kaliurang itu untuk mendukung wisata sama ada juga yang kaitannya dengan ekonomi," tandasnya.
Hingga saat ini pengerjaan enam ruas jalan tersebut masih berlangsung. "Enam ruas jalan ini semua masih dalam proses pelaksanaan. Sekitar November pelaksanaannya ada yang selesai," kata dia.
Kendati masih berlangsung, langkah peningkatan kualitas jalan ini akan terus ditempuh ke depannya untuk menyediakan sarana infrastruktur yang layak bagi masyarakat. "Iya pasti ada peningkatan," tegasnya.
"Kami tetap akan melakukan peningkatan maupun untuk pemeliharaan rutinnya. Karena mau tidak mau harus menjaga jalan yang dalam kondisi mantap dengan kita melakukan pemeliharaan rutin," tegasnya.
Pemeliharaan Jalan
Tak hanya sekedar meningkatkan kualitas jalan, DPUPKP Sleman pun rutin melakukan pemeliharaan. Berbeda dengan peningkatan kualitas jalan yang menyangkut aspek struktur, pemeliharaan jalan berfokus pada permukaan jalan dan penunjangnya. DPUPKP Sleman menyiapkan anggaran sebear Rp8,14 miliar untuk memelihara jalan dengan target 240 kilometer.
"Tahun ini 240 kilometer target pemeliharaan ruitin, ada penambalan, ada pembersihan bahu jalan, kemudian ada perbaikan kelengkapan jalan," ujar dia.
Pemeliharaan juga dilakukan pada aspek gorong-gorong. DPUPKP Sleman punya tim sendiri yang berfokus pada pembersihan gorong-gorong yang khususnya menopang aliran air dari permukaan jalan.
Di sisi lain, meski upaya peningkatan kualitas jalan maupun pemeliharaan terus dilakukan, kondisi jalan juga perlu dijaga oleh masyarakat. Jalan aspal kondisinya akan cepat menurun bila terdapat air.
Artinya masyarakat ketika membangun rumah di pinggir jalan diharapkan tetap menimbang aliran air dari permukaan jalan agar bisa tuntas masuk ke dalam drainase.
"Karena nanti kalau tidak masuk dalam ke drainase dipastikan akan menjadi penyebab kerusakan jalan tersebut. Sehingga peran serta masyarakat kita harapkan kalau membangun rumah jamgan ditutup semua drainasenya tapi diusahakan untuk bisa air di permukaan jalan bisa masuk ke drainase," tegasnya.
"Sehinga harapannya jalan yang kita miliki umur layanannya bisa lebih panjang.”
Suwarsono juga berharap dengan berbagai upaya yang dilakukan DPUPKP Sleman dalam memberikan kondisi jalan terbaik dapat membantu masyarakat melakukan aktivitas di beragam sektor. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lewat program tersebut, arsip dan pustaka langka tidak lagi hanya disimpan sebagai dokumen lama, tetapi diolah menjadi artikel populer, infografis, hingga konte
Tesla resmi menaikkan harga Model Y di AS setelah dua tahun. Simak daftar harga terbaru dan persaingan ketat di pasar mobil listrik.
Perbukitan Menoreh Kulonprogo disiapkan jadi pusat wellness tourism. Sungai Mudal siap, namun akses jalan masih jadi kendala utama.
James Cameron ungkap rencana Avatar 4 dan 5 dengan teknologi baru agar produksi lebih cepat dan biaya lebih efisien.
KKMP Jogja siapkan produksi 65 ribu batik sekolah, dorong UMKM dan perajin batik semakin berkembang.
Studi global ungkap penurunan oksigen di sungai akibat pemanasan iklim. Sungai tropis paling terdampak, ancam ekosistem air tawar.