Filosofi Sepeda Bamsut Menggerakkan Digitalisasi Kulonprogo
Diskominfo Kulonprogo kini dipimpin oleh Bambang Sutrisno yang memiliki reputasi selama 30 tahun sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Bamsut sapaan akrabnya memi
Lomba kambing memperebutkan Piala Gubernur DIY pada Minggu (1/9/2024) di Jogja Agro Park, Kapanewon Nanggulan, Kulonprogo./Istimewa
KULONPROGO—Kontes kambing peranakan diselenggarakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY pada Minggu (1/9/2024) di Jogja Agro Park, Kapanewon Nanggulan, Kulonprogo.
Gelaran untuk memeriahkan 12 tahun disahkannya Undang-Undang Keistimewaan (UUK) ini didukung Paniradya Kaistimewan DIY.
Ribuan kambing dari berbagai daerah, termasuk luar Bumi Mataram memeriahkan kontes tersebut. Total ada 1.260 ekor kambing yang ikut gelaran ini dengan 600 kambing ras Kaligesing, 600 ekor domba lokal, dan 60 kambing perah.
Pelaksana Tugas Kepala DPKP DIY, R. Hery Sulistio Hermawan menjelaskan gelaran ini bertaraf nasional yang tujuan utamanya mengapresiasi peternak kambing. "Apresiasi ini terutama bagi peternak di DIY agar terus memaksimalkan potensi peternakan yang ada dengan harapan bisa swasembada dari hasil peternakan ini," jelasnya.
Hery menyebut apresiasi dengan kontes tersebut diterima baik oleh para peternak. Mereka makin termotivasi untuk memaksimalkan potensi yang ada di Bumi Mataram.Hasil peternakan kambing yang unggul, jelas Hery, akan berdampak signifikan ke berbagai sektor lain.
"Selain meningkatkan ekonomi peternakan, hasil unggul dari budi daya kambing ini bisa menggenjot sektor pangan lain, misalnya susu perah yang berkualitas akan mendongkrak produksi turunan dari komoditas tersebut," ujarnya.
Peserta kontestasi ini, lanjut Hery, selain dari DIY juga ada dari berbagai daerah lain, seperti Jawa Barat, Malang, Magelang, dan daerah lainnya.
Kontes kambing ini juga makin meriah dengan berbagai kategori perlombaan yang dilombakan. Hery menyebut total ada 11 kategori, yaitu lima kelas untuk lomba domba dan enam kategori untuk kontes kambing.
Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan DIY, Aris Eko Nugroho menjelaskan lomba ini adalah bagian dari peringatan 12 tahun UUK. "Kegiatan ini merupakan usulan asosiasi kambing dan domba yang disatukan dengan Piala Gubernur dengan pendanaan dari dana keistimewaan," katanya.
Sebagai lomba tingkat nasional, lanjut Aris, gelaran ini diharapkan bisa memberikan motivasi kepada para peternak untuk menghasilkan ternak-ternak berkualitas, terutama domba lokal, PE Ras Kaligesing maupun kambing perah. "Tentukan muaranya diharapkan bisa menjadi salah satu alternatif peningkatan ekonomi melalui budi daya kambing dan domba," ujarnya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Diskominfo Kulonprogo kini dipimpin oleh Bambang Sutrisno yang memiliki reputasi selama 30 tahun sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Bamsut sapaan akrabnya memi
Simak lima tips menghemat air saat musim kemarau, mulai memanfaatkan air bekas hingga memeriksa kebocoran saluran air di rumah.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
perusahaan asal Australia, Pure Battery Technologies (PBT), berkomitmen menanamkan modal US$350 juta di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang
Pemda DIY dan DPRD DIY membahas Raperda Penanggulangan Bencana yang mengedepankan sistem preventif, adaptif, dan perlindungan kelompok rentan.
PPATK mencatat deposit judi online selama Piala Dunia 2026 mencapai Rp1,02 triliun dalam 6 juta transaksi. Sebanyak 2.815 rekening diblokir sementara.