Angkat Dinamika Anak Kampus, Film Dan Bandung Tayang Perdana di Jogja
Film Dan Bandung menggelar special screening di Jogja, mengangkat kehidupan mahasiswa, persahabatan, keluarga, dan dinamika perasaan.
Gelanggang Inovasi & Kreativitas Universitas Gadjah Mada (GIK UGM) atau Gelanggang UGM akan menampilkan kesenian Jepang Butoh bertajuk The Life of Butoh secara gratis pada 4-6 September 2024. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Gelanggang Inovasi & Kreativitas Universitas Gadjah Mada (GIK UGM) atau Gelanggang UGM akan menampilkan kesenian Jepang Butoh bertajuk The Life of Butoh secara gratis pada 4-6 September 2024. Pertunjukan itu akan melibatkan seniman dari Jepang dan Inonesia sebagi fasilitasi pertukaran budaya lintas negara.
Kesenian Butoh terakhir kali dipentaskan di UGM pada 2009 silam. Oleh karena itu pementasan ini tergolong langka dan layak menjadi tontonan budaya yang edukatif. Event ini akan menampilkan empat performer dari Jepang dan enam performer dari Indonesia.
BACA JUGA : Mengaku Alami Tindakan Represif Polisi, Peserta Aksi Semarang Datangi Fakultas Hukum UGM
Sekadar untuk diketahui kesenian Butoh lahir di Jepang pada akhir 1950-an. Butoh lahir sebagai bentuk perlawanan terhadap dominasi budaya Barat pasca Perang Dunia II, terutama setelah Jepang mengalami kekalahan dalam Perang Asia Timur Raya. Butoh diciptakan oleh Kazuo Ohno dan Tatsumi Hijikata. Seni ini dikenal karena gaya dan pendekatannya yang sangat unik, menggabungkan elemen teater, tari dan ekspresi tubuh yang ekstrem.
Butoh hadir sebagai reaksi terhadap konvensi tari tradisional Jepang, menawarkan bentuk seni yang memprovokasi dan menantang. Penekanan pada ekspresi individual dan bentuk tubuh yang tidak terduga, Butoh menolak batasan konvensional dalam seni pertunjukan.
"Kehadiran event Butoh ini merupakan respons terhadap minat global terhadap seni yang menggugat konsep tubuh. Saat ini, tubuh telah menjadi elemen penting dalam gaya hidup modern, sering dijadikan objek untuk dipamerkan baik dalam kehidupan sehari-hari maupun di media sosial," kata Garin Nugroho, Chief Program Officer GIK UGM, Senin (2/9/2024).
Chief of Program GIK UGM Aji Wartono menilai pentingnya menampilkan seni Butoh di UGM. Kesenian ini sebagai entitas mengintegrasikan ilmu pengetahuan, seni budaya dan teknologi, sinergi antara ketiga aspek ini akan lebih optimal jika diapresiasi oleh mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum.
"Ilmu pengetahuan mendorong kemajuan, seni budaya menyempurnakan kehidupan manusia, dan GIK UGM memberikan ruang tersebut melalui The Life of Butoh. Selain itu, mempelajari dan melihat seni budaya dari luar budaya kita sangat penting untuk memperluas wawasan serta mengembangkan seni dan budaya kita sendiri,” ujarnya.
Head of Community & Experience GIK UGM Bambang Paningron The Life of Butoh diadakan untuk mengeksplorasi kecenderungan seni pertunjukan di Asia dan dampaknya di berbagai belahan dunia. Butoh memberikan inspirasi tentang kebebasan berekspresi, memungkinkan seniman untuk mengeksplorasi gagasan secara mendalam dan menampilkannya dalam bentuk yang abstrak.
"Dengan memanfaatkan tubuh sebagai media ekspresi yang sangat kuat, Butoh menghadirkan pandangan baru tentang seni pertunjukan. Gejala ini sangat menarik untuk dikaji karena Butoh terus mengalami metamorfosis, mengikuti perkembangan zaman dan berubah sesuai dengan gagasan dan tubuh yang baru,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Film Dan Bandung menggelar special screening di Jogja, mengangkat kehidupan mahasiswa, persahabatan, keluarga, dan dinamika perasaan.
Pendidikan karakter dinilai tidak cukup hanya diberikan sebagai materi pelajaran di sekolah, tetapi harus dibentuk menjadi kebiasaan
Harga telur di tingkat peternak Kulonprogo hanya Rp18.500-Rp20.700 per kg, sementara pakan naik. Peternak mengaku tombok hingga Rp3 juta.
CCTV dan ciri fisik mengungkap dugaan satu pelaku perusakan Bendera Merah Putih di Bantul dan palang kereta api di Gamping.
PSEL Piyungan ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan 18-20 MW listrik dengan investasi hingga Rp3 triliun.
Dinas Pariwisata (Dinpar) Kota Jogja mendorong pelaku industri pariwisata untuk mengelola sampah yang dihasilkan dari kegiatan usahanya secara mandiri