Pemkab Sleman Perkuat Kanal Aduan
Pemkab Sleman mencatat 1.351 aduan masyarakat sepanjang Januari-Agustus 2026, dengan 88,1% laporan telah ditindaklanjuti.
Bersama masyarakat, UPNVY dan DKP DIY mengembangkan pengolahan rumput laut cokelat menjadi biokosmetik./Istimewa
GUNUNGKIDUL—Sekitar tiga per empat wilayah di Indonesia berupa lautan yang masih belum optimal pemanfaatan potensi hasil lautnya, salah satunya potensi dari rumput laut.
Kalurahan Ngestirejo, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul berada di lokasi yang berdekatan dengan Pantai Ngedenan. Selain sebagai objek wisata alam, pantai ini ternyata juga menghasilkan rumput laut cokelat atau alga cokelat.
Selama ini, alga cokelat di Kalurahan Ngestirejo hanya dijual dalam bentuk bahan mentah yang nilai ekonominya rendah dengan harga jual di tempat sekitar Rp300 per kg dalam kondisi basah. Padahal alga cokelat memiliki potensi besar sebagai bahan baku di dalam pembuatan kosmetik.
Sebagai Kampus Bela Negara sekaligus bentuk dharma bakti ilmu yang dimiliki untuk bangsa dan negara, ahli di bidang rumput laut UPN Veteran Yogyakarta (UPNVY), Prof. Ir. Mahreni, M.T., Ph.D. yang mempunyai beberapa hak paten teknologi terkait dengan pemanfaatan rumput laut, bersama tim pengabdiannya, Dra. Istiana Rahmatwati, M.Si., Yuli Ristianingsih, S.T., M.Eng., dan Perwitasari, S.T., M.Eng., bekerja sama dengan pemerintah Kalurahan Ngestirejo dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY merealisasikan hasil pengolahan rumput laut cokelat.
Rumput laut coklat diolah hingga menjadi biokosmetik halal alami yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan tersebut dilakukan dengan menggunakan dana hibah dari LPPM UPNVYK serta Dana Keistimewaan (Danais) DIY. Sementara manajemen bisnis tetap dipegang oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) setempat.
Memasuki tahun kedua dari kerja sama ini, produk biokosmetik yang telah dihasilkan antara lain lipstik, bedak, krim wajah dan body lotion. Produk-produk itu diajukan untuk mendapatkan sertifikasi dari BPPOM sehingga nantinya bisa diedarkan ke masyarakat.
Untuk itu, tim pengabdian dosen UPNVYK memberikan pendampingan terkait dengan sertifikasi BPPOM terkait dengan produk biokosmetik berbasis rumput laut cokelat yang sudah dibuat.
Kegiatan pendampingan ini dimulai dari perbaikan lay out bangunan tempat produksi biokosmetik, dilanjutkan dengan sertifikasi produk yang diawali dengan uji kimia, fisika, biologi pada produk biokosmetik dan uji aplikasi biokosmetik oleh responden.
Pada uji aplikasi, produk biokosmetik saat ini sudah dicobakan ke dosen dan tenaga kependidikan UPNVYK dan tim dari Kalurahan Ngestirejo.
Saat ini tim pengabdian dosen UPNVYK dan Bumdes Ngestirejo sedang menunggu keluarnya ijin edar dari BPOM dan siap memproduksi massal biokosmetik berbasis rumput laut cokelat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman mencatat 1.351 aduan masyarakat sepanjang Januari-Agustus 2026, dengan 88,1% laporan telah ditindaklanjuti.
Kasus ISPA di Gunungkidul mencapai 2.296 kasus dalam sepekan saat kemarau. Dinkes mengimbau warga menjaga kesehatan dan memakai masker.
Spanyol bangkit dari ketertinggalan dan mengalahkan Kroasia 2-1. Dua gol Mikel Merino menjaga La Furia Roja tetap sempurna di Grup A3.
MK menyatakan permohonan sengketa syarat pendidikan Gibran tak dapat diterima. Mahkamah juga tak menemukan bukti ijazah setara SMA.
Kemlu RI mengungkap diplomasi tertutup membebaskan empat ABK WNI yang disandera perompak Somalia selama lima bulan sebelum dipulangkan ke Indonesia.
WJNC 2026 digelar hari ini di Malioboro dan Titik Nol. Simak rekayasa lalu lintas serta lokasi parkir resmi selama acara.