KSSK: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Konflik Geopolitik
"Memasuki triwulan II 2026, tekanan eksternal kembali meningkat seiring eskalasi konflik geopolitik, kenaikan harga energi, volatilitas pasar keuangan global.
Bersama masyarakat, UPNVY dan DKP DIY mengembangkan pengolahan rumput laut cokelat menjadi biokosmetik./Istimewa
GUNUNGKIDUL—Sekitar tiga per empat wilayah di Indonesia berupa lautan yang masih belum optimal pemanfaatan potensi hasil lautnya, salah satunya potensi dari rumput laut.
Kalurahan Ngestirejo, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul berada di lokasi yang berdekatan dengan Pantai Ngedenan. Selain sebagai objek wisata alam, pantai ini ternyata juga menghasilkan rumput laut cokelat atau alga cokelat.
Selama ini, alga cokelat di Kalurahan Ngestirejo hanya dijual dalam bentuk bahan mentah yang nilai ekonominya rendah dengan harga jual di tempat sekitar Rp300 per kg dalam kondisi basah. Padahal alga cokelat memiliki potensi besar sebagai bahan baku di dalam pembuatan kosmetik.
Sebagai Kampus Bela Negara sekaligus bentuk dharma bakti ilmu yang dimiliki untuk bangsa dan negara, ahli di bidang rumput laut UPN Veteran Yogyakarta (UPNVY), Prof. Ir. Mahreni, M.T., Ph.D. yang mempunyai beberapa hak paten teknologi terkait dengan pemanfaatan rumput laut, bersama tim pengabdiannya, Dra. Istiana Rahmatwati, M.Si., Yuli Ristianingsih, S.T., M.Eng., dan Perwitasari, S.T., M.Eng., bekerja sama dengan pemerintah Kalurahan Ngestirejo dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY merealisasikan hasil pengolahan rumput laut cokelat.
Rumput laut coklat diolah hingga menjadi biokosmetik halal alami yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan tersebut dilakukan dengan menggunakan dana hibah dari LPPM UPNVYK serta Dana Keistimewaan (Danais) DIY. Sementara manajemen bisnis tetap dipegang oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) setempat.
Memasuki tahun kedua dari kerja sama ini, produk biokosmetik yang telah dihasilkan antara lain lipstik, bedak, krim wajah dan body lotion. Produk-produk itu diajukan untuk mendapatkan sertifikasi dari BPPOM sehingga nantinya bisa diedarkan ke masyarakat.
Untuk itu, tim pengabdian dosen UPNVYK memberikan pendampingan terkait dengan sertifikasi BPPOM terkait dengan produk biokosmetik berbasis rumput laut cokelat yang sudah dibuat.
Kegiatan pendampingan ini dimulai dari perbaikan lay out bangunan tempat produksi biokosmetik, dilanjutkan dengan sertifikasi produk yang diawali dengan uji kimia, fisika, biologi pada produk biokosmetik dan uji aplikasi biokosmetik oleh responden.
Pada uji aplikasi, produk biokosmetik saat ini sudah dicobakan ke dosen dan tenaga kependidikan UPNVYK dan tim dari Kalurahan Ngestirejo.
Saat ini tim pengabdian dosen UPNVYK dan Bumdes Ngestirejo sedang menunggu keluarnya ijin edar dari BPOM dan siap memproduksi massal biokosmetik berbasis rumput laut cokelat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
"Memasuki triwulan II 2026, tekanan eksternal kembali meningkat seiring eskalasi konflik geopolitik, kenaikan harga energi, volatilitas pasar keuangan global.
Sri Sultan HB X melantik sembilan pejabat tinggi Pemda DIY dan menegaskan jabatan harus dibuktikan lewat integritas serta kinerja nyata.
Menko Polkam Djamari Chaniago menyebut sejumlah mal diminta membongkar pagar karena persoalan izin. Pemasangan pagar dipastikan bukan terkait isu keamanan Agust
Kejagung menggeledah rumah Don Ritto di Bandung dan menyita sejumlah dokumen terkait penyidikan dugaan korupsi serta TPPU Febrie Adriansyah.
Polres Karanganyar belum menemukan korban baru dalam kasus dugaan jual beli kursi pegawai BLUD RSUD Karanganyar. Penyidikan masih berlanjut.
Damkarmat Kota Jogja masih menunggu kekancingan Kraton Jogja untuk membangun pos damkar baru di Alun-Alun Utara.