Jelang Iduladha, Pengurusan SKKH di Sleman Justru Sepi Peminat
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Sejumlah petugas memeriksa dan mengevakuasi sapi yang mati mendadak milik Jumiyo di Dusun Grogol 4, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul, Kamis (27/6/2019)./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) terus melakukan upaya pencegahan agar tidak ada lagi ternak terjangkit antraks. Salah satu upaya yang dilakukan melalui program khotbah salat Jumat.
Kepala DPKH Gunungkidul, Wibawanti Wulandari mengatakan program tersebut dibuat dengan mendasarkan pada Perda No. 13/2023 tentang Penyelenggaraan Peternakan dan Kesehatan Hewan bahwa pemberantasan antraks boleh melibatkan masyarakat. Dinas juga tidak dapat melakukan pemberantasan antraks sendiri.
Dia mengaku pihaknya baru saja selesai membuat naskah khotbah yang akan didistribusikan kepada masjid/ musala yang ada di Gunungkidul. Melalui itu, imam salat dapat terlibat langsung melalui komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE).
“Naskah baru saja jadi kemarin. Itu sifatnya tawaran. Kami minta tolong agar dapat dibawa ke khotbah agar kita bisa sama-sama keluar dari persoalan antraks,” kata Wibawanti ditemui di kantornya, Jumat, (6/9).
Menurut Wibawanti, KIE yang dilakukan oleh tokoh agama akan lebih mudah diterima masyarakat. Agama menjadi sarana jitu dalam mengedukasi masyarakat. Salah satu majid di Padukuhan Ngasem Kidul, Kalurahan Plembutan menjadi yang pertama menggunakan naskah tersebut.
BACA JUGA: Cegah Antraks, Gunungkidul Bikin Raperda untuk Hentikan Tradisi Brandu
DPKH juga masih akan menjalin komunikasi lagi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gunungkidul untuk mendiseminasikan naskah tersebut. Selain itu, ada pertimbangan untuk menerbitkan surat edaran (SE) bupati ihwal pencegahan antraks melalui khotbah tokoh agama.
Lebih jauh, Wibawanti juga mengatakan pihaknya telah menggelar KIE di sekolah-sekolah dan masyarakat melalui Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Begitupun dengan Gerakan Peduli Penyakit Antraks dan Lainnya (Gerda Kita).
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Produksi DPKH Gunungkidul, Suyanto mengatakan ada sebanyak 143.796 sapi potong di Gunungkidul mengacu pada data akhir Desember 2023. Sedangkan, jumlah kambing ada 214.860 ekor dan domba ada 16.583 ekor.
Kapanewon Ponjong menjadi wilayah dengan jumlah sapi potong terbanyak yaitu 13.960 ekor. Sedangkan Panggang menjadi yang wilayah dengan jumlah sapi potong paling sedikit yaitu 3.269 ekor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Sebanyak 1.021 warga Sleman gagal donor darah awal 2026, mayoritas karena Hb rendah. PMI pastikan stok aman.
Keributan misa GMS Bantul dipicu izin belum lengkap. Polisi mediasi kedua pihak, situasi kini kondusif dan tetap jaga toleransi.
Tawuran remaja di Magelang dipicu tantangan Instagram. Dua pelajar luka parah, lima pelaku diamankan polisi.
Polemik GMS Bantul berujung kesepakatan. Ibadah tetap boleh, namun wajib lengkapi izin. Polisi siap tindak pelaku intimidasi.
Survei Abacus Data: 80% warga Kanada nilai AS di jalur salah. Faktor Trump dan kondisi global jadi pemicu kekhawatiran.