Endank Soekamti hingga Superman Is Dead Bakal Ramaikan Rebelfest 2026, Ini Jadwalnya
YK Rebelfest Vol. 3 digelar di Maguwoharjo dengan 23 penampil, mengusung tema Welcome Home Saudaraku dan konsep Lebaran Punk Rock.
Penghageng Nityabudaya Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang juga Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Penghageng Nityabudaya Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang juga Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara mengatakan pelaku wisata atau siapa pun yang terjun ke dunia pariwisata harus memiliki empati. Menurutnya empati sangat dibutuhkan karena mengelola destinasi wisata melibatkan banyak orang dengan berbagai latar belakang.
GKR Bendara mengatakan ilmu pariwisata harus dipahami bukan sekadar teori, namun juga praktik. Oleh karena itu pelaku wisata butuh rasa percaya diri dalam menjalankan tugasnya. Khususnya harus memiliki sikap ramah, kreatif adaptif, disiplin dan paling penting yaitu empati terhadap sesama.
BACA JUGA : Tak Sekadar Layani Mass Tourism, Kraton Ngayogyakarta Inisiasi Deep Experience Tourism
"Empati ini sangat penting untuk dipahami dan diterapkan bagi pelaku wisata. Kenapa butuh empati? karena saat ini ada tuntutan sustainable tourism dan inclusive tourism yang melibatkan banyak orang, mulai dari berbaga suku, ras, gender dan lain-lain," katanya saat memberikan Kuliah Umum di hadapan mahasiswa Stipram Jogja, Selasa (10/9/2024).
Ia menambahkan saat banyak destinasi wisata yang besar dan populer di tengah masyarakat. Pengelola wisata pasti akan memberikan service excellent kepada pengunjung, dalam posisi ini sangat dibutuhkan empati. Dalam beberapa kasus yang pernah ia temukan melalui medsos, ada penyandang disabilitas di sebuah destinasi wisata yang seharusnya ditolong namun justru hanya diambil gambar.
BACA JUGA : GKR Bendara Ungkap Suka Duka Menjadi Anak Bungsu di Kraton Ngayogyakarta
"Di sinilah pentingnya empati di sektor pariwisata. Misalnya teman difabel tidak dibantu malah diviralkan, ini bentuk kurang empati dan harus dihindari. Pelaku wisata juga harus memiliki integritas," katanya.
Wakil Ketua Stipram Amin Kiswantoro mengungkapkan pariwisata menjadi sektor penting di era saat ini. Oleh karena itu SDM pariwisata harus dipersiapkan dengan baik. Salah satunya melalui diskusi dengan menghadirkan para pakar maupun praktisi.
"Karena banyak hal yang harus diperhatikan ketika dalam konteks pariwisata. Oleh karena itu SDM harus dipersiapkan, termasuk di Jogja," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
YK Rebelfest Vol. 3 digelar di Maguwoharjo dengan 23 penampil, mengusung tema Welcome Home Saudaraku dan konsep Lebaran Punk Rock.
PSS Sleman kebobolan tujuh gol dari tiga laga Super League. Pieter Huistra mengakui catatan itu terlalu banyak dan harus diperbaiki.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.