Ekonom Soroti Shadow Economy Indonesia yang Capai 23,8% GDP
Setahun 7DDE, ekonom menilai belum ada perbaikan signifikan. Tata kelola anggaran dan shadow economy menjadi sorotan.
Suasana temu kemitraan antara pelaku usaha besar dengan UMKM Sleman pada Rabu (11/9) di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center./Istimewa - Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN -- Untuk mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) naik kelas, Pemkab Sleman menyelenggarakan temu kemitraan antara pelaku usaha besar dengan UMKM Sleman. Pada kegiatan tersebut turut ditandatangani perjanjian kerja sama kemitraan antara pelaku usaha besar dengan UMKM Sleman.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sleman, Retno Susiati menerangkan jika dinas telah melakukan pendampingan terhadap 30 pelaku usaha besar dengan 222 UMKM di Kabupaten Sleman. Bentuk kemitraan yang telah dilakukan di antaranya berupa jasa, supplier, hingga pembelian produk.
"Upaya ini diharapkan dapat mewujudkan pemerataan kesempatan dan kontribusi UMKM dalam peningkatan perekonomian di Kabupaten Sleman, juga menjaga kepastian dan keberlangsungan usaha yang saling menguntungkan antara UMKM dan pelaku usaha besar," tutur Retno pada Rabu (11/9/2024) di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center.
Selain penandatanganan kerjasama antara pelaku usaha besar dan UMKM, DPMPTSP juga mengadakan sosialisasi terkait pengembangan usaha melalui pola kemitraan, digitaliasi pemasaran dan dialog best practice kemitraan usaha kepada para pelaku usaha.
Pada momen temu kemitraan ini turut diseragkan sertifikat kepada 18 pelaku usaha besar sebagai bentuk apresiasi dari Pemkab Sleman terhadap upaya kemitraan yang dilakukan bersama UMKM. Selain itu diserahkan pula plakat kepada empat pelaku usaha besar yang telah melakukan kemitraan secara berkelanjutan.
BACA JUGA: Tol Jogja-Solo-YIA Dibangun Melayang sejak Purwomartani sampai Casa Grande
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengatakan agenda temu kemitraan menjadi salah satu bentuk keseriusan Pemkab Sleman dalam memajukan UMKM. Pertemuan ini diharapkan Danang dapat mendukung terjalinnya kerja sama yang saling menguntungkan dan saling menguatkan, antara pelaku usaha besar dengan UMKM Sleman.
"Kegiatan ini tentunya akan semakin memperkuat komitmen kita bersama untuk meningkatkan kolaborasi dan sinergi dalam mengembangkan UMKM, memberdayakan masyarakat, meningkatkan pengembangan potensi lokal dan pertumbuhan ekonomi daerah," kata Danang.
Danang juga mendorong agar para pelaku UMKM untuk terus kreatif dalam berinovasi dan menciptakan berbagai produk sesuai dengan kebutuhan dan selera pasar. Bagi Danang cara ini meningkatkan daya beli yang pada akhirnya bisa mendongkrak transaksi penjualan UMKM.
"Saya berharap kegiatan pada hari ini dapat menjadi penyemangat bagi para pelaku UMKM untuk senantiasa berinovasi dan senantiasa menyesuaikan diri dengan dinamika yang terjadi di masyakat. Dengan upaya tersebut UMKM di Sleman dapat semakin eksis dan berkembang," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Setahun 7DDE, ekonom menilai belum ada perbaikan signifikan. Tata kelola anggaran dan shadow economy menjadi sorotan.
Tak punya paklaring? Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan tetap bisa diajukan dengan dokumen tertentu. Cek syarat dan cara klaimnya.
Terlalu banyak minum teh dapat memicu sejumlah keluhan. Simak 13 dampaknya, dari gangguan tidur hingga penyerapan zat besi.
1 Oktober 2026 memperingati sejumlah hari penting, dari Hari Kesaktian Pancasila, Hari Kopi Internasional, hingga Hari Lansia Internasional.
Prakiraan cuaca Jogja Kamis 1 Oktober 2026 mayoritas berawan. Cek suhu, kelembapan, dan kondisi cuaca tiap kecamatan.
BPBD DIY memperpanjang siaga darurat kekeringan hingga akhir November 2026 dan mengusulkan pembangunan sumur bor ke BNPB.