Kasus Kebakaran di Bantul Melonjak, Karhutla Mendominasi selama September
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Ilustrasi kemacetan di kawasan Malioboro./Harian Jogja-Alfi Annissa Karin
Harianjogja.com, JOGJA—Kemacetan di Jogja acap dikeluhkan masyarakat dan wisatawan. Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM menyarankan penggunaan big data dan penerapan Smart City atau Smart Province bisa memantapkan analisis pergerakan kendaraan untuk mencegah kemacetan di wilayah Jogja.
Tim Ahli dari Pustral UGM, Ikaputra menyebut, tindak lanjut dari pemantauan secara online itu pun bisa dilakukan melalui pengaturan lampu APILL. "Misalnya panjang antrean kendaraan itu berapa kilometer, sementara yang dari jalur lain lebih pendek itu kan bisa cepat dihitung," katanya, Jumat (13/9/2024).
Menurutnya, informasi yang diperoleh dari big data itu bisa dihitung secara matematis untuk kemudian dirinci antara panjang antrean serta pengaturan lampu APILL agar kendaraan terurai.
Di sisi lain pengaturan secara manual pun bisa dilakukan jika sewaktu-waktu kondisi lalu lintas lebih padat dari pada perhitungan. "Ketika semakin panjang antrean tentu yang bisa dilakukan adalah membuat lampu hijau lebih lama," jelasnya.
BACA JUGA: Di Jogja, Lama Kemacetan Maksimal Hanya 10 Menit Selama Libur Lebaran
Apalagi dengan penambahan teknologi citra satelit yang secara langsung bisa memantau kondisi dan pergerakan kendaraan secara real time, maka pengaturan akan semakin efektif dalam mencegah kemacetan lalu lintas di wilayah ini.
"Big data ini kan hanya semacam informasi yang sudah ada sebelumnya yang dikumpulkan dalam cloud. Jadi tentu bisa cepat sekali perhitungannya dan tentu biayanya lebih murah," ujar dia.
Hanya saja, kata dia tantangan yang mungkin cukup berat ada pada pemilahan dan pemfilteran data yang jumlahnya sangat banyak.
Untuk itu diperlukan sumber daya manusia yang kompeten untuk dapat menganalisis dan merapikannya untuk kemudian menjadi acuan.
"Data yang sudah dipilah itu kemudian masuk dalam sistem respons dan ketika dilakukan secara terus menerus maka dianalisis oleh mesin dan jadi sesuatu yang otomatis.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.