Izin Klinik KDMP Tamanmartani Masih Berproses di Dinkes Sleman
KDMP Tamanmartani masih menunggu izin operasional Klinik Pratama dari Dinkes Sleman usai proses visitasi dan evaluasi lapangan.
Aktivitas kapal nelayan di Pantai Baron di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari. Foto diambil 17 Agustus 2023/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Gunungkidul menetapkan target angka pendapatan nelayan dalam satu tahun 2024 sebesar Rp33,4 juta.
Penetapan angka pendapatan ini telah mendasarkan pada perhitungan kenaikan menggunakan time trend produktivitas dan pendapatan tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Gunungkidul, Wahid Supriyadi mengaku persentase pencapaian target nilai pendapatan nelayan pada triwulan kedua 2024, seharusnya sudah mencapai 50%. Namun, saat ini persentase baru menyentuh 40,8%.
“Umumnya memang sudah harus 50 persen sekarang ini. Tapi ya tidak mesti segitu, tidak apa-apa. Situasi lapangan tidak dapat diprediksi,” kata Wahid dihubungi, Senin, (16/9/2024).
Terlepas dari persoalan musim dan kondisi cuaca atau gelombang, Wahid menambahkan persentase tersebut juga masih perlu validasi data riil lain.
Penetapan persentase per triwulan juga hanya untuk mempermudah perhitungan dan perkiraan capaian. Mulai triwulan I, secara berurutan hingga akhir tahun yaitu 25%, 50%, 75%, dan 100%.
Mengacu pada data 2023, Wahid juga menjelaskan tidak semua dari total 2.276 nelayan tangkap baik tangkap laut maupun perairan umum darat turun melaut. Beberapa di antara mereka yaitu nahkoda, anak buah kapal (ABK), dan pemilik kapal memiliki peran masing-masing. Pendapatan mereka pun juga ditentukan dari peran ini.
Adapun rata-rata harga ikan per kilogram (kg) sekitar Rp21.181. Harga ini mendasarkan pada harga di tiap tempat pelelangan ikan (TPI).
“Angka pendapatan kami naikkan terus agar jadi acuan untuk melihat kesejahteraan nelayan,” katanya.
Selain pendapatan, kesejahteraan nelayan dapat dilihat dari produktivitas dan harga jual ikan yang stabil. Apabila harga ikan jatuh secara ekstrem, DKP Gunungkidul yang masuk dalam tim pengendali inflasi daerah akan melakukan intervensi.
Lebih jauh, Wahid merangkan mayoritas nelayan Gunungkidul merupakan nelayan one day trip. Dalam satu trip, nelayan bisa mendapat rata-rata 200 – 400 kg ikan untuk kapal jukung 5 gross ton (GT). Mereka bisa juga mendapat 1 ton. Dinamika di lapangan yang bermacam-macam menentukan produktivitas mereka.
One day trip tentu memengaruhi produktivitas dan angka pendapatan nelayan. Apabila mereka memutuskan melaut lebih dari satu hari, modal yang diperlukan cukup besar. Sebab itu, ada ketergantungan nelayan kecil terhadap pemodal.
“Ada hibah perahu juga dari DKP DIY di Gesing. Itu harapannya dapat dimanfaatkan untuk naik kelas agar nelayan dapat memiliki kapal di atas 10 GT,” ucapnya.
Kepala DKP Gunungkidul, M. Johan Wijayanto mengatakan angka pendapatan nelayan dalam setahun 2023 mencapai Rp32,7 juta dengan total produksi ikan mencapai 3.910,3 ton.
Adapun angka konsumsi ikan (AKI) terus naik sejak 2021 sebesar 27,69 kg/ kapita/ tahun menjadi 29,83 kg pada 2022, dan 31,43 kg pada 2023.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KDMP Tamanmartani masih menunggu izin operasional Klinik Pratama dari Dinkes Sleman usai proses visitasi dan evaluasi lapangan.
Sebanyak 1.021 warga Sleman gagal donor darah awal 2026, mayoritas karena Hb rendah. PMI pastikan stok aman.
Keributan misa GMS Bantul dipicu izin belum lengkap. Polisi mediasi kedua pihak, situasi kini kondusif dan tetap jaga toleransi.
Tawuran remaja di Magelang dipicu tantangan Instagram. Dua pelajar luka parah, lima pelaku diamankan polisi.
Polemik GMS Bantul berujung kesepakatan. Ibadah tetap boleh, namun wajib lengkapi izin. Polisi siap tindak pelaku intimidasi.
Survei Abacus Data: 80% warga Kanada nilai AS di jalur salah. Faktor Trump dan kondisi global jadi pemicu kekhawatiran.