Frans Putros Masuk Skuad Irak untuk Piala Dunia 2026
Bek Persib Bandung Frans Putros masuk skuad sementara Irak untuk Piala Dunia 2026 dan berpeluang mencetak sejarah bagi Liga Indonesia.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih/Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Penanganan kemiskinan di Kabupaten Bantul menunjukkan hasil menggembirakan. Itu ditandai dengan turunnya angka kemiskinan.
Dalam tiga setengah tahun terakhir, jumlah warga Bumi Projotamansari yang mentas dari kategori miskin sekitar sepuluh ribu orang.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyebut, kemiskinan pada tahun 2020 di angka 13,50 persen atau sekitar 136,66 ribu jiwa.
BACA JUGA: Menekan Kemiskinan Ekstrem di DIY, Pemerintah Pusat Anggarkan Rp180,80 Miliar
Di tengah puncak pandemi Covid-19, angka kemiskinan merangkak naik dan menembus angka 14,04 persen atau 146,98 ribu jiwa. Sebab, pandemi saat itu meluluhlantakkan perekonomian global.
”Tak terkecuali di Indonesia. Khususnya di Bantul,” jelas Halim, dalam keterangan tertulis, Kamis (19/9/2024)
Kendati tertatih-tatih, Halim tetap berkomitmen menurunkan angka kemiskinan. Penanganan angka kemiskinan pada 2022 akhirnya kembali menunjukkan hasil positif. Meski, sebagian besar APBD dialokasikan untuk penanganan pandemi Covid-19.
”Pada 2022 di angka 12,27 persen atau 130.13 ribu jiwa,” sebutnya.
Setali tiga uang pada 2023. Menurutnya, angka kemiskinan kembali turun. Bahkan penurunannya cukup signifikan.
Kali ini tembus 11,96 persen atau 128.51 ribu jiwa. Kemudian pada 2024 turun lagi di angka 11,66 persen atau 126.93 ribu jiwa.
Bahkan, menurutnya penurunan angka kemiskinan saat itu tertinggi dalam sejarah di Bantul. Penurunan mencapai 1,77% dalam. setahun.
"Penurunan angka kemiskinan menurut pengalaman yang sudah ada, paling banter kisaran 0,6-0, 7%, sehingga menurunkan angka 1% itu susahnya luar biasa," katanya.
Sehingga, sejak awal menjabat pada 27 Februari 2021 hingga 2024, Halim sukses mengeluarkan sekitar sepuluh ribu warga keluar dari jurang kemiskinan.
Kendati begitu, Halim menegaskan, angka kemiskinan pada 2025 harus di bawah dua digit. Target ini jauh di atas patokan dokumen rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).
Berdasar dokumen RPJMD Kabupaten Bantul 2021-2026, target penanganan angka kemiskinan pada 2025 hanya 12,05 persen. Pun dengan capaian penanganan kemiskinan pada 2024. Target dalam RPJMD hanya 12,50 persen.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bantul Ari Budi Nugroho menyebut ada beberapa program khusus untuk penanganan angka kemiskinan.
"Di antaranya padat karya infrastruktur," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bek Persib Bandung Frans Putros masuk skuad sementara Irak untuk Piala Dunia 2026 dan berpeluang mencetak sejarah bagi Liga Indonesia.
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.