Hainan Larang Mobil Bensin 2030, Jadi Percontohan Kendaraan Listrik
Hainan larang penjualan mobil bensin mulai 2030, target 45% EV. China uji coba elektrifikasi di provinsi kepulauan dengan insentif & kemandirian energi 54%.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih/Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Penanganan kemiskinan di Kabupaten Bantul menunjukkan hasil menggembirakan. Itu ditandai dengan turunnya angka kemiskinan.
Dalam tiga setengah tahun terakhir, jumlah warga Bumi Projotamansari yang mentas dari kategori miskin sekitar sepuluh ribu orang.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyebut, kemiskinan pada tahun 2020 di angka 13,50 persen atau sekitar 136,66 ribu jiwa.
BACA JUGA: Menekan Kemiskinan Ekstrem di DIY, Pemerintah Pusat Anggarkan Rp180,80 Miliar
Di tengah puncak pandemi Covid-19, angka kemiskinan merangkak naik dan menembus angka 14,04 persen atau 146,98 ribu jiwa. Sebab, pandemi saat itu meluluhlantakkan perekonomian global.
”Tak terkecuali di Indonesia. Khususnya di Bantul,” jelas Halim, dalam keterangan tertulis, Kamis (19/9/2024)
Kendati tertatih-tatih, Halim tetap berkomitmen menurunkan angka kemiskinan. Penanganan angka kemiskinan pada 2022 akhirnya kembali menunjukkan hasil positif. Meski, sebagian besar APBD dialokasikan untuk penanganan pandemi Covid-19.
”Pada 2022 di angka 12,27 persen atau 130.13 ribu jiwa,” sebutnya.
Setali tiga uang pada 2023. Menurutnya, angka kemiskinan kembali turun. Bahkan penurunannya cukup signifikan.
Kali ini tembus 11,96 persen atau 128.51 ribu jiwa. Kemudian pada 2024 turun lagi di angka 11,66 persen atau 126.93 ribu jiwa.
Bahkan, menurutnya penurunan angka kemiskinan saat itu tertinggi dalam sejarah di Bantul. Penurunan mencapai 1,77% dalam. setahun.
"Penurunan angka kemiskinan menurut pengalaman yang sudah ada, paling banter kisaran 0,6-0, 7%, sehingga menurunkan angka 1% itu susahnya luar biasa," katanya.
Sehingga, sejak awal menjabat pada 27 Februari 2021 hingga 2024, Halim sukses mengeluarkan sekitar sepuluh ribu warga keluar dari jurang kemiskinan.
Kendati begitu, Halim menegaskan, angka kemiskinan pada 2025 harus di bawah dua digit. Target ini jauh di atas patokan dokumen rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).
Berdasar dokumen RPJMD Kabupaten Bantul 2021-2026, target penanganan angka kemiskinan pada 2025 hanya 12,05 persen. Pun dengan capaian penanganan kemiskinan pada 2024. Target dalam RPJMD hanya 12,50 persen.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bantul Ari Budi Nugroho menyebut ada beberapa program khusus untuk penanganan angka kemiskinan.
"Di antaranya padat karya infrastruktur," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hainan larang penjualan mobil bensin mulai 2030, target 45% EV. China uji coba elektrifikasi di provinsi kepulauan dengan insentif & kemandirian energi 54%.
ORI DIY menyoroti penanganan dugaan pelecehan seksual di tiga perguruan tinggi swasta di Jogja dan meminta penguatan sistem pengaduan.
Robert Lewandowski mengungkap alasan memilih bergabung dengan Chicago Fire di MLS setelah meninggalkan Barcelona usai empat musim.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 16 Juli 2026. Tarif tetap Rp8.000 dengan keberangkatan dari Jogja mulai pukul 05.05 WIB hingga 22.35 WIB.
KPK menyambut positif pembentukan tim penyidik Kejagung untuk menangani kasus Febrie Adriansyah yang kini masih berstatus saksi.
KPPU telah memutus enam perkara persaingan usaha hingga Juni 2026 dengan total denda Rp767 miliar. Enam perkara lainnya masih diproses.