WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Foto ilustrasi perkampungan warga miskin Indonesia, dibuat dengan menggunakan Artificial Intelligence, ChatGPT.
Harianjogja.com, JOGJA— Pemda DIY optimistis angka kemiskinan dapat ditekan hingga mencapai satu digit pada 2026. Sejumlah langkah strategis terus dijalankan untuk mendorong percepatan penanggulangan kemiskinan di wilayah DIY.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) DIY, Danang Setiadi, menjelaskan tren penurunan kemiskinan di DIY berlangsung konsisten. Data terakhir per Maret 2025 menunjukkan tingkat kemiskinan berada di angka 10,23%. Untuk mencapai satu digit pada 2026, diperlukan penurunan tambahan setidaknya 0,24%.
“Selain itu, tentu kita masih menunggu perilisan angka kemiskinan dari BPS untuk periode September 2025. Angka ini kemungkinan kita dapat awal 2026. Mudah-mudahan di data per September nanti paling tidak semakin mendekati satu digit, sehingga target satu digit lebih mudah tercapai,” ujar Danang, Jumat (21/11/2025).
Pemda DIY telah menyiapkan berbagai program prioritas untuk pengentasan kemiskinan. Dua di antaranya adalah program pengurangan beban masyarakat miskin dan program peningkatan pendapatan masyarakat miskin. Untuk pengurangan beban, salah satu sasaran utamanya yakni lansia miskin yang dinilai sudah tidak dapat diberdayakan.
“Untuk lansia miskin ini, yang bisa kami lakukan ialah memberikan bantuan sosial. Setiap tahun kami anggarkan sekitar 8.000 penerima. Program ini berjalan dan datanya selalu kami perbarui,” jelasnya.
Sementara itu, program peningkatan pendapatan dilaksanakan melalui kolaborasi lintas OPD, antara lain dengan menyediakan berbagai pelatihan yang bertujuan meningkatkan kemampuan serta pendapatan masyarakat miskin.
Danang menambahkan, Pemda DIY juga memiliki upaya khusus untuk menurunkan lokus-lokus kemiskinan. Saat ini terdapat 18 lokus prioritas yang terus dievaluasi secara berkala, dengan harapan jumlahnya semakin berkurang dari waktu ke waktu.
Sebagai informasi, angka kemiskinan DIY masih berada di atas angka nasional—terpaut 1,76%—yakni 10,23% per Maret 2025. Meski demikian, DIY berhasil mencatat penurunan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem tertinggi dalam satu dekade terakhir di Pulau Jawa.
Dalam siaran persnya, Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X menyampaikan bahwa hingga triwulan III 2025, realisasi program penanggulangan kemiskinan telah mencapai 77,97% dari total anggaran lebih dari Rp548 miliar. Adapun capaian program kemiskinan ekstrem tercatat 41,02% dari total anggaran lebih dari Rp538 miliar.
“Besar harapan kami pada triwulan IV ini program penanggulangan kemiskinan dapat direalisasikan sehingga tahun depan kemiskinan DIY mencapai angka satu digit. Saya juga mengapresiasi kinerja kabupaten/kota yang telah mencapai target penurunan kemiskinan dan konsisten menurunkan jumlah penduduk miskin,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Pemerintah mempercepat pengembangan jaringan kereta api nasional hingga 10.524 kilometer untuk memperkuat logistik dan konektivitas.
Layanan SIM keliling Kulonprogo kembali dibuka. Simak jadwal SIMMADE, Simenor, MPP, Satpas, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
BMKG memprediksi hujan ringan di sebagian besar DIY pada Sabtu 13 Juni 2026. Sleman perlu waspada karena berpotensi terjadi hujan petir.
Ketahui makanan dan minuman terbaik saat perut kosong di pagi hari serta jenis konsumsi yang sebaiknya dihindari agar pencernaan tetap sehat.
Layanan SIM keliling Gunungkidul kembali dibuka 13 Juni 2026. Simak jadwal, lokasi SIMMADE, SIMPITU, hingga syarat perpanjangan SIM.