Penyaluran Dana Penguatan Modal Sleman Baru Mencapai Rp6,3 Miliar
Penyaluran Dana Penguatan Modal Sleman 2026 mencapai Rp6,3402 miliar atau 32,31% dari total plafon Rp19,625 miliar.
Ilustrasi kegiatan upacara di Pantai Baron./Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul segera menyusun kajian detail engineering design (DED) untuk memperbaikan dan menata beberapa bagian di kawasan Pantai Baron. Pembuatan kajian DED ini diprediksi menyedot Rp350 juta.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul, M. Johan Wijayanto mengatakan Bupati Gunungkidul menginginkan ada kajian menyeluruh mengenai talut yang memanjang dari timur ke barat.
DKP sudah menyampaikan rencana ini ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Pada APBD 2025, DKP akan mendapat Rp350 juta untuk pembuatan kajian tersebut. Kajian tersebut juga melingkupi sisi pariwisata, kebencanaan, perikanan/kelautan, dan sosial budaya.
Khusus talut, perbaikan yang baru saja dilakukan bersifat sementara. Sebab itu, Johan menegaskan apabila ada ombak besar, talut itu juga harus disesuaikan dengan dampak hantaman dan besar-kecil ombak. Arus sungai juga menjadi pertimbangan lain.
Setelah DED tersebut selesai dibuat, DKP akan mengupayakan pembangunan melalui dana alokasi khusus (DAK) dan/atau dana keistimewaan. “Sudah direncanakan untuk dianggarkan. Paling mulai kajian triwulan kedua 2025,” kata Johan ditemui di Pantai Baron, Jumat (20/9/2024).
Johan mengaku akan melibatkan nelayan Baron juga dalam pembuatan kajian tersebut selain dari akademisi. Pasalnya, nelayan lebih mengetahui karakteristik pantai dan tantangan yang dihadapi.
BACA JUGA: Pedagang Ikan di Pantai Baron Dapat Tempat Baru
Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan ekonomi biru menjadi salah satu penopang perekonomian Gunungkidul selain pertanian. Ekonomi biru yang memanfaatkan hasil laut dan kelautan memiliki potensi sangat besar, tidak hanyak ikan dan lobster. “Tapi kita belum dapat memanfaatkan pontensi laut secara maksimal,” kata Sunaryanta.
Di tengah keterbatasan sarana prasarana laut, Sunaryanta mengucapkan terima kasih atas usaha nelayan termasuk kelompok lain seperti kelompok pengolah dan pemasar ikan yang turut berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian Gunungkidul. “Sejalan dengan keterbatasan, Pemkab belum dapat memenuhi keterbatasan itu. Semoga ke depan usaha nelayan dari sarpras dan lainnya dapat lebih baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penyaluran Dana Penguatan Modal Sleman 2026 mencapai Rp6,3402 miliar atau 32,31% dari total plafon Rp19,625 miliar.
OpenAI menyelidiki dugaan agen AI yang lolos pengawasan internal. Kasus serupa di Anthropic memicu desakan regulasi keamanan AI yang lebih ketat.
Maestro seni lukis Nasirun wafat di Bantul. Sahabat mengenang hari-hari terakhir, sosoknya yang rendah hati, dan tawa yang tak pernah hilang.
Polresta Magelang menggagalkan dugaan tawuran pelajar di Ngluwar. Sebanyak 12 orang diamankan dan tiga celurit disita sebagai barang bukti.
Kemenkeu memastikan anggaran Program Makan Bergizi Gratis dipisahkan dari anggaran pendidikan mulai APBN 2028 sesuai putusan MK.
APPBI menegaskan pemasangan pagar di sejumlah mal dilakukan demi ketertiban, bukan karena adanya kekhawatiran terhadap isu keamanan.