Warga Cokrodiningratan Jogja Belajar Bikin Keripik Lele Bernilai Jual
Warga Cokrodiningratan belajar mengolah lele menjadi keripik sebagai inovasi pangan sekaligus membuka peluang usaha rumahan.
Jembatan Kretek 2./Antara
Harianjogja.com, BANTUL--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul mengaku pertumbuhan penginapan dan destinasi wisata sekitar Pantai Selatan (Pansela) masih terbatas. Padahal, Pemkab Bantul memperkirakan dengan rampungnya pengerjaan infrastruktur Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di wilayah Bantul, maka investasi di area tersebut akan meningkat.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bantul, Annihayah menilai ada peluang investasi pembangunan akomodasi dan amenitas di sekitar Pansela dengan pembangunan JJLS. Meski begitu, menurutnya, hingga saat ini belum ada investor yang berminat untuk membangun akomodasi disana.
"Saat ini belum ada pergerakan. Kadang orang saling melihat, mengintip ketika ada pertumbuhan. Ini baru biasa, dari masyarakat masih sektor agraris," katanya, Jumat (20/9/2024).
Annihayah pun mendorong adanya pertumbuhan akomodasi di area Pansela. Meski begitu, menurut Annihayah, investasi di sektor akomodasi harus disesuaikan dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) kawasan Pansela.
BACA JUGA: Pemkab Bantul Tawarkan Pengelolaan Bukit Dermo Imogiri ke Pihak Ketiga
Sementara menurut Annihayah, ketika pembangunan JJLS rampung maka akan muncul peluang pertumbuhan rest area disana. Disana dimungkinkan lula tumbuh toko modern berjejaring (TMB). Meski begitu, peluang tersebut menurutnya belum banyak ditangkap investor.
"Biasanya [TMB] yang punya satu pemodal. Itu belum kelihatan, kalau lewat OSS bisa tiba-tiba tumbuh, karena risiko rendah," ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul, Saryadi menilai keberadaan JJLS di Pansela menjadi akses strategis untuk mendorong pembangunan disana. Meski begitu, menurutnya, status tanah di sekitar Pansela yang sebagian besar merupakan Sultan Ground (SG) dinilai menjadi tantangan dalam pengembangan kawasan Pansela. Selain tanah SG, menurutnya sebagian tanah disana yang merupakan lahan pertanian menjadi tantangan tersendiri dalam pembangunan.
"Kalau Pemda harus berinvestasi untuk pengembangan sarana dan prasarana disana hampir tidak mungkin," ujarnya.
Menurutnya, beberapa daerah lain biasanya akan menggandeng swasta dalam pengembangan kawasan. Dia pun menilai, keberatan JJLS di Pansela akan membuka peluang strategis bagi pertumbuhan hotel di kawasan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Cokrodiningratan belajar mengolah lele menjadi keripik sebagai inovasi pangan sekaligus membuka peluang usaha rumahan.
Cara mematikan download otomatis WhatsApp di Android dan iPhone agar foto, video, audio, serta dokumen tidak memenuhi memori HP
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui inisiatif keberlanjutan GoZero% kembali menghadirkan aksi lingkungan bersama masyarakat melalui GoZero%
Timnas voli putra Indonesia hadapi Iran di laga penentu Pool B Asian Games 2026, Selasa 29 September pukul 14.00 WIB. Cek jadwal dan peluangnya.
KNKT mengungkap 6 faktor penyebab tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line di Bekasi Timur. Dari sinyal hingga pengereman, ini temuan lengkapnya.
Astra Motor Yogyakarta menggelar Bootcamp Road to Cari Aman Academy untuk mengasah kompetensi siswa sebagai pelopor keselamatan berkendara.