Update Kasus Daycare Jogja, Puluhan Anak Alami Gangguan Tumbuh Kembang
Dinkes Jogja temukan 30 anak daycare alami gangguan gizi dan tumbuh kembang. Penanganan terapi dan pemulihan sedang dilakukan.
Jembatan Kretek 2./Antara
Harianjogja.com, BANTUL--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul mengaku pertumbuhan penginapan dan destinasi wisata sekitar Pantai Selatan (Pansela) masih terbatas. Padahal, Pemkab Bantul memperkirakan dengan rampungnya pengerjaan infrastruktur Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di wilayah Bantul, maka investasi di area tersebut akan meningkat.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bantul, Annihayah menilai ada peluang investasi pembangunan akomodasi dan amenitas di sekitar Pansela dengan pembangunan JJLS. Meski begitu, menurutnya, hingga saat ini belum ada investor yang berminat untuk membangun akomodasi disana.
"Saat ini belum ada pergerakan. Kadang orang saling melihat, mengintip ketika ada pertumbuhan. Ini baru biasa, dari masyarakat masih sektor agraris," katanya, Jumat (20/9/2024).
Annihayah pun mendorong adanya pertumbuhan akomodasi di area Pansela. Meski begitu, menurut Annihayah, investasi di sektor akomodasi harus disesuaikan dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) kawasan Pansela.
BACA JUGA: Pemkab Bantul Tawarkan Pengelolaan Bukit Dermo Imogiri ke Pihak Ketiga
Sementara menurut Annihayah, ketika pembangunan JJLS rampung maka akan muncul peluang pertumbuhan rest area disana. Disana dimungkinkan lula tumbuh toko modern berjejaring (TMB). Meski begitu, peluang tersebut menurutnya belum banyak ditangkap investor.
"Biasanya [TMB] yang punya satu pemodal. Itu belum kelihatan, kalau lewat OSS bisa tiba-tiba tumbuh, karena risiko rendah," ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul, Saryadi menilai keberadaan JJLS di Pansela menjadi akses strategis untuk mendorong pembangunan disana. Meski begitu, menurutnya, status tanah di sekitar Pansela yang sebagian besar merupakan Sultan Ground (SG) dinilai menjadi tantangan dalam pengembangan kawasan Pansela. Selain tanah SG, menurutnya sebagian tanah disana yang merupakan lahan pertanian menjadi tantangan tersendiri dalam pembangunan.
"Kalau Pemda harus berinvestasi untuk pengembangan sarana dan prasarana disana hampir tidak mungkin," ujarnya.
Menurutnya, beberapa daerah lain biasanya akan menggandeng swasta dalam pengembangan kawasan. Dia pun menilai, keberatan JJLS di Pansela akan membuka peluang strategis bagi pertumbuhan hotel di kawasan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Jogja temukan 30 anak daycare alami gangguan gizi dan tumbuh kembang. Penanganan terapi dan pemulihan sedang dilakukan.
Wagub DIY Paku Alam X pastikan seluruh rekomendasi DPRD ditindaklanjuti. Evaluasi pembangunan fokus pada pemerataan ekonomi dan tata kelola.
Pembongkaran SDN Nglarang untuk proyek Tol Jogja-Solo rampung. Lahan kini 100% bebas, proyek masuk tahap penimbunan dan pengecoran.
Wali Kota Solo Respati Ardi prioritaskan guru dan nakes dalam rekrutmen CASN. Pemkot kejar solusi kekurangan tenaga pendidikan.
Perubahan tampak pada pembaruan Grand Vitara, yaitu penyematan Electronic Parking Brake yang menggantikan sistem tuas rem parkir mekanis pada keluaran sebelumny
Menkeu Purbaya dan Menteri ESDM Bahlil bahas strategi peningkatan PNBP, swasembada energi, dan listrik desa. Ini target dan datanya.