WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Tumpukan sampah liar kembali muncul di Pasar Terban, terpantau pada Rabu (25/9/2024)./ist Forpi Kota Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja belum lama ini membersihkan sampah liar di Pasar Terban, Jalan C. Simanjuntak, Gondokusuman. Namun tumpukan sampah liar masih saja kembali muncul di lokasi yang sama.
Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Jogja yang memantau sejumlah titik sampah liar mendapati di Pasar Terban kembali muncul sampah liar. “Sampai kemaren [Rabu] tumpukan sampah liar masih ada,” ujar anggota Forpi Kota Jogja, Baharuddin Kamba, Kamis (26/9/2024).
Tidak hanya sampah liar, di sekitar lokasi Pasar Terban yang akan direnovasi tersebut juga terdapat sejumlah kendaraan roda empat maupun roda terpakir. “Bahkan kendaraan roda empat plat merah pun terparkir di lokasi yang berada di sebelah barat SMA Negeri 6 Jogja tersebut,” katanya.
Padahal, spanduk larangan membuang sampah dan larangan parkir di lokasi itu masih terpasang oleh Dinas Perdagangan Kota Jogja. “Sampah menumpuk cukup banyak di bagian depan hingga mendekati sisi jalan. Bau menyengat tercium ketika melintasi lokasi ini,” ungkapnya.
Tidak terlihat adanya petugas yang berjaga atau mengangkut sampah-sampah tersebut. Sementara kegiatan pembangunan fisik Pasar Terban terpantau belum dimulai, baru pembongkaran bangunan lama saja yang sudah selesai.
BACA JUGA: Empat Truk Dikerahkan Angkut Sampah Liar di Terban
Merespon hal ini, Forpi Kota Jogja meminta kepada dinas terkait untuk segera melakukan tindakan preventif misalnya menutup sementara lokasi tersebut dengan seng. “Karena jika tidak segera ditutup sementara dengan seng, maka dikhawatirkan lokasi tersebut akan dijadikan lokasi pembuangan sampah liar terus-menerus dan akan muncul parkir liar di lokasi itu,” paparnya.
Selain mengganggu masyarakat di sekitar, tak jauh di lokasi tersebut terdapat sejumlah sekolah yakni SMP Negeri 8 Kota Jogja dan SMA Negeri 6 Jogja. “Jangan sampai mengganggu proses belajar-mengajar para siswa dan guru karena bau menyengat dari sampah liar yang menumpuk,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Tim Kerja Kebersihan dan Keamanan Pasar Rakyat Dinas Perdagangan Kota Jogja, Kelik Novidwyanto, menuturkan sampah liar di Pasar Terban sudah dibersihkan pada Jumat (20/9/2024), dengan jumlah sampah mencapai 3,5 bak truk.
Senada dengan Forpi, untuk mengantisipasi munculnya kembali sampah liar ia juga berharap dari pihak pelaksana pembangunan menutup lokasi tersebtu dan memberi penjagaan. “Seharusnya dari pihak pelaksana yang terpilih segera membuat tutup pagar seng dan menyediakan tim keamanan untuk menjaga area,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Donald Trump memperingatkan Oman terkait Selat Hormuz. AS tegaskan jalur pelayaran vital itu tidak boleh dikuasai pihak mana pun.
Jadwal SPMB Kulonprogo 2026 resmi diumumkan. Cek kuota SD-SMP terbaru, jalur domisili berubah dan pendaftaran kini full online.
Ferrari Luce 2027 resmi diperkenalkan sebagai mobil listrik pertama Ferrari dengan tenaga 772 kW, jarak tempuh 530 km, dan desain futuristik.
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca DIY 28 Mei 2026. Hujan lebat, petir, dan angin kencang berpotensi terjadi di Kulon Progo dan Sleman.
Tiga pelajar di Sragen diamankan polisi usai bikin konten pocong jadi-jadian di TikTok. Aksi demi viral ini sempat bikin heboh warga.