6 Kalurahan Gunungkidul Dapat SPAM, Anggaran Capai Rp1,15 Miliar
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
Tidak ada foto
Harianjogja.com, KULONPROGO— Sedikitnya 75 pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di Kulonprogo diikutsertakan dalam pelatihan Scale Up Industry dan Business Matching 2024.
Pelatihan dan pendampingan itu bertujuan untuk memberikan peningkatan kemampuan bagi pelaku IKM Kulonprogo sehingga dapat mewujudkan sumber daya yang unggul, maju, dan menjadi smart industri.
BACA JUGA: Dukung Ekspor UMKM Pemerintah Luncurkan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kulonprogo Sudarna, menyampaikan bahwa peserta yang memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan itu adalah pelaku IKM yang telah berhasil lolos berdasarkan proses skrining pendaftaran yang telah dilakukan.
"Pesertanya 75 pelaku IKM lahan pangan yang terbagi menjadi tiga angkatan," kata Sudarna, Jumat (27/9/2024).
Banyak kegiatan pelatihan yang telah didapatkan para peserta selama tiga bulan itu yaitu kesempatan berkonsultasi secara langsung kepada mentor untuk menyampaikan kendala yang dialami selama ini dalam menjalankan usaha.
Selain itu, mentor atau narasumber secara langsung mengunjungi tempat produksi para peserta untuk menganalisa situasi dan memberikan saran yang dapat diterapkan dalam upaya meningkatkan kualitas produk.
Pj. Bupati Kulonprogo Srie Nurkyatsiwi mengapresiasi produk-produk peserta pelatihan dan mendorong mereka untuk terus konsisten dalam menjalankan usaha agar dapat bersaing di pasar penjualan. Dengan pelatihan itu akan menjadi kebutuhan bagi para pelaku IKM untuk dapat meningkatkan produktivitas dan kompetensi.
"Pelatihan, mentoring, dan coaching telah dilakukan. Produknya sudah sangat luar biasa, kita ini memiliki potensi. Ini lah salah satu fungsi merajut kolaborasi antar IKM atau ekonomi kreatif yang ada. Jadi kekuatannya ada di sana dengan adanya kolaborasi dan sinergi," ucap Siwi.
Salah satu peserta pelatihan Scale Up Industry 2024, Pandu Dewantara, produsen rempah bubuk mengungkapkan dirinya sangat senang bisa ikut dalam rangkaian kegiatan acara scale up industry. "Karena dalam dua bulan terakhir ini saya dan kami semua, para IKM Kulonprogo mendapatkan banyak sekali ilmu, masukan, kritik, dan solusi yang pasti membangun," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
Ledakan industri drama AI di China melahirkan bisnis baru berupa lisensi wajah manusia. Warga mendapat bayaran hingga Rp12 juta, namun risiko penyalahgunaan dat
AFC resmi menolak banding Persib Bandung terkait kericuhan suporter saat ACL 2. Maung Bandung tetap didenda Rp3,5 miliar dan menjalani laga tanpa penonton.
Borneo FC resmi ditunjuk AFC sebagai tuan rumah fase grup AFC Challenge League 2026/2027. Stadion Segiri Samarinda akan menjadi venue pertandingan Asia.
Lonjakan operasi plastik di kalangan anak muda Jepang memicu kekhawatiran. Bahkan anak lulusan SD mulai menjalani operasi kelopak mata dengan persetujuan orang
Federasi Sepak Bola Laos melaporkan dugaan match fixing yang menyeret Timnas Laos di Piala AFF 2026. Polisi diminta menyelidiki indikasi manipulasi pertandingan